Bloodthristy Lady

Bloodthristy Lady
Chapter 34


__ADS_3

...Dilantai 10, pintu masuk tempat bos berada...


"Sampai kapan kita harus menunggu?" Axel merasa jengah dengan keadaan disekitar, kerumunan membuat dirinya lemas.


"Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk meminum obat setelah makan pagi?" Tanya Alex kepada kakaknya yang keras kepala.


...•~•...


"Tidak enak!" Balas Axel kepada adik kembarnya dan dimulailah perdebatan antara saudara dimulai. Anna yang sedari tadi diacuhkan pun, mengabaikan dan tidak berniat untuk melerai keduanya.


Walau banyak party yang berkumpul untuk menyerang monster secara bersamaan, meski begitu ada juga yang tidak berkelompok dan menunggu giliran bersama anggotanya sendiri.


Sembari menunggu giliran, Anna kalian kan ponselnya. Begitu pula dengan Axel dan Alex, ketiga orang ini terlihat begitu kompak saat memegang ponsel.


"Anna! Anna! Buatkan seperti ini!" Pinta Axel, menunjuk salah satu video dari tik tok. Alex pun ikut meminta kepada Anna.


...•••...


"Maksudmu seperti ini?" Ia menunjuk cashing hpnya yang tidak pernah disadari oleh kedua sahabatnya jika foto cashingnya adalah David.


"Iya!" Ucap Axel dan Alex secara bersamaan dengan kepala yang dia anggukan, Alex tersenyum dan Axel tersenyum lebar.


Ia mengambil sesuatu dari tas nya atau bisa dibilang tas palsunya dan mengambil sesuatu dari sistemnya. "Fotonya?" Dia ingat, poin utamanya adalah foto.


Tetapi Axel dan Alex selalu membawa fotonya yang sudah dicetak, kemana-mana, jadi mereka mengambil foto itu dan memberikannya kepadanya.


"Fotoku!? Kapan kalian memfotoku!?" Tanya Anna, namun kedua orang yang ditanya, memalingkan muka dan mengganti topik pembicaraan.


Anna memberikan hasilnya kepada dua orang yang tersenyum, melihat wajah Anna di balik hp nya. Foto mereka berbeda, namun senyum Anna akan selalu sama.


Bahkan wallpaper hp mereka adalah Anna, namun tema mereka adalah sebuah sistem yang dilindungi oleh Anna (seperti aplikasi yang menjaga keamanan akun dari hacker gitu lo... tapi yang melindungi bukan anjing maupun yang lainnya, namun Anna karena mereka membuat aplikasi itu untuk diri mereka sendiri dan teman Anna yang lainnya)


Jadi saat hp mereka ingin diretas oleh hacker, nanti aplikasi Anna itu akan mengirim beberapa virus kepada laptop si hacker. Memang terlihat biasa saja, tapi aplikasi yang dibuat oleh teman Anna itu seperti ingin meneror seseorang.

__ADS_1


Tanpa permisi, Axel merebut hp Anna, lalu mengotak-ngatiknya, memeriksa apa yang ada di hp Anna. "Chasingmu David tapi wallpapermu adalah ayahmu dan Nathan" Ucapnya dengan senyum canggung.


"Apa salahnya?" Anna mengibaskan rambutnya sampai terhempas ke wajah Axel. Yah... dia memang sengaja sih... tapi Axel tidak mempermasalahkannya.


10 menit kemudian...


"Cepet banget!?" Kata Axel dengan nada yang bertanya. Dalam 10 menit, hanya tersisa 5 - 10 kelompok yang menunggu giliran untuk melawan bos lantai 10 ini.


Dan yang lainnya telah kalah dan kembali ke titik awal, tempat dimana ayah Anna menonton siaran langsung pertarungan Anna.


"Anna! Disini!" Panggil Alex, Anna pun segera menghampiri alex yang sedang membaca papan info.


...Tertulis:...



Temukan biola dalam waktu 1 menit


Jika tidak dapat menemukannya dalam waktu 1 menit, peserta akan didikualifikasi


Arena pertarungan dan bos berbeda-beda, tapi level mereka tetaplah sama


Bertarunglah sampai mati karena kalian tidak akan mati, namun kembali ke akademi


Permainan akan dimulai dalam 3 detik, setelah peserta membaca info



"Oh... mau dimulai ya..." Ucap mereka bertiga secara bersamaan, melihat waktu yang muncul di atas mereka dan mulai bergerak dari angka 3, 2, 1 dan menjadi 01:00.


Walaupun waktu mengganti setiap detilnya DNEGAN cepat, Akan dan sahabatnya bersantai dan memikirkan dimana biola itu berada.


"Apa hancurkan saja?" Tanya Axel dengan semangat api yang berkobar-kobar.

__ADS_1


Tanpa disadari seseorang sudah memegang biola itu dengan bantuan seseorang untuk menemukannya dan dia adalah Anna, sedangkan orang yang membantunya adalah Alex.


"Buuuu.... kalian tidak menyenangkan!" Kesal Axel. Pakaian mereka tiba-tiba berubah dan itu berhasil membuat Anna terkejut.


"Putri kegelapan!" Axel dan Alex tersentak melihat penampilan anna yang berubah, dia memakai sebuah gaun hitam putih dengan hiasan benda pipih melengkung (setengah lingkaran) atau biasa disebut bando dengan mawar merah di kanannya.


Mereka berdua bertekuk lutut di depan Anna, menggenggam kedua tangannya (Alex tangan kanan, Axel tangan kiri) kemudian mencium punggung tangannya seperti yang biasa dilakukan oleh para bangsawan.


Setelah melakukan hal-hal tanpa mempedulikan tempat mereka saat ini. Anna memainkan biola yang di pegang oleh Axel saat mencium punggung tangannya.


Dengan cepat, Arena yang sebelumnya hanya terdapat dinding, sekarang berubah menjadi arena salju.


"Jadi bos macam apa yang berada disini?" Tanya Axel dengan pupil mata yang melebar dan iris mata yang mengecil.


Alex mengeluarkan pedangnya, lebih tepatnya sih disebut sebagai Katana "Apapun itu, aku yang akan membunuhnya"


Axel pun mengeluarkan Katananya, lalu mengarahkan mata pedangnya ke leher Alex "Apa maksudmu!? Akulah yang akan membunuhnya!"


"💢Hah!? Aku itu lebih kuat darimu kakak, wajar jika aku yang akan membunuh makhluk itu" Alex membalas tindakan kakaknya dengan mengangkat katananya ke arah leher Axel juga.


Tanpa disadari makhluk yang sedang menjadi rebutan kedua psychopath itu, sudah muncul dan memperhatikan mereka dari kejauhan.


Sementara Anna, bersandar di dinding dengan santainya_- "Sepertinya aku tidak perlu melakukan apapun" Katanya melihat pertengkaran antar saudara.


Makhluk yang sedari tadi pun menjadi tidak sabaran dan langsung menyerang kedua saudara yang sedang afu debat.


Seketika perhatian mereka teralihkan dan... "Oi.... kamu mau mati!?" Tanya kedua saudara kembar itu secara bersamaan, memukul makhluk yang memiliki sepasang sayap berwarna biru seperti es.


"Wow.... itu hampir terlihat seperti burung di manhwa 'Phoenix melawan dunia'" Gumam Anna melihat burung es itu yang terbang menjauh, memberi jarak dari kedua saudara yang mulai sadar kembali jika mereka berada di tengah-tengah pertarungan.


Burung besar itu menunjukkan gelagat aneh, dia seperti sedang menahan sesuatu dimulutnya dan


...BBBBBLLLLLRRRRR....!!!!...

__ADS_1


...-TBC-...


__ADS_2