Bloodthristy Lady

Bloodthristy Lady
Chapter 40


__ADS_3

Benda yang masuk kedalam tubuh Anna sampai dirinya mengeluarkan darah ialah peluru. Dan peluru itu berasal dari pistol yang digenggam oleh Elizabeth.


Penampilannya tampak berantakan, tangannya menggenggam sebuah pistol yang tidak bersuara karena telah dilapisi oleh peredam suara.


Elizabeth telah menembakkan pelurunya sebanyak lima kali, karena itu adalah pistol yang hanya bisa diisi oleh 5 peluru, dia pun kehabisan peluru.


Walau dia belum sepenuhnya ahli dalam menggunakan pistol, dia dapat mengenai lengan, bahu dan kaki putih Anna.


Darah mulai mengalir deras melalui tubuh putih Anna, baju yang dia pakai basah karena peluru yang bersarang ditubuhnya.


Perlahan darah itu menetes, membasahi tanah melalui jari-jemari Anna. Semua orang terkejut, sampai tidak mampu berkata-kata.


Sebenarnya ada aturan yang diterapkan di akademi tersebut. Salah satunya adalah tidak boleh membawa senjata seperti pistol, senapan, dan senjata tembak lainnya.


Pada akhirnya Elizabeth, sang putri yang seharusnya menjadi teladan bagi seluruh rakyatnya, melanggar syarat dan peraturan akademi.


Axel menjeriti nama Anna, melihat kaki mulus Anna dibasahi oleh darah. Anna masih setia dengan posisi berdirinya, tidak ada yang bisa melihat wajahnya karena tertutup oleh poninya.


Alex menghentikan langkah Axel dengan cekatan, melihat reaksi Anna yang diam saja, dia juga memberikan tanda kepada kakak Anna serta temannya untuk mundur beberapa langkah, menjauh dari Anna.


Semua orang terheran, ada yang merasa kasihan, ada yang merasa senang dan adapula yang tidak merasakan emosi apa-apa.


Cahaya kemerahan bersinar menyinari tubuhnya, memperlihatkan lebih jelas lekuan tubuh sexynya, perlahan dia mulai mengangkat kepalanya.


Nampak mata yang tertutup dengan alis yang berkerut. Dia berbalik menghadap Elizabeth dengan mata yang masih tertutup, darah mengalir ditubuhnya menambahkan kesan horor pada dirinya dimata Elizabeth.


Jari-jemari David bergerak, menanyakan kondisi Anna sekarang ini pada Alex, Mulut Alex bergerak, tanpa suara.


Dari pergerakan mulutnya, Alex berkata "Anna sedang marah"


Masih dengan menutup sepasang matanya, Anna tersenyum simpul kearah Elizabeth yang bergegas melarikan diri, meninggalkan pistolnya yang tergeletak.


Ia Mengambil pistol yang tergeletak dan melempar ke arah Elizabeth berlari, lalu mengeluarkan belatinya, setelah itu melemparinya dan menancap pada pistol yang dilempar tepat dibelakang punggung Elizabeth yang sedang berlari.


...Akhirnya... BOMM!!!...


Ledakan terjadi pada pistol, senjata api yang bisa saja meledak. Tubuh Elizabeth terkoyak karena ledakan tersebut.


Namun dia masih hidup, penjaga akademi menangkap tubuh Elizabeth yang tergeletak dia tas tanah dan mengusirnya dari akademi.


Mereka tidak perlu melakukan apapun untuk menghukumnya karena segel sekolahan yang disetujui oleh dirinya akan selalu membekas didalam hatinya dan dirinya akan mendapatkan hukuman yang pantas.


...-...


Sepasang mata ruby kemudaan itu perlahan membuka matanya, bulu matanya yang lentik itu menambahkan kesan indah pada indra penglihatannya.


Jadi telunjuknya dia angkat ke bawah bagian bibirnya. Bibirnya terangkat hingga membentuk sebuah senyuman.


Melihat tubuh Elizabeth yang terkoyak berubah menjadi debu-debu yang beterbangan tidak beraturan.


"Anna bagaimana dengan lukamu?" Tanya Alex disudut tahan pohon, melihat luka Anna yang terus mengeluarkan darah segar.

__ADS_1


Jadi telunjuk dan ibu jarinya mengapit dan terlihat seperti sebuah capit. Jadi yang dicapitkan itu masuk kedalam luka yang ditimbulkan oleh peluru tadi.


Tanpa berbasa-basi, dia mengambil semua peluru tersebut tanpa alat bantu dan hanya menggunakan jari telunjuk dan ibu jarinya.


Nicole, teman kakak atau kakak sepupu Anna, Nathan. Dia adalah orang yang sensitif terhadap tubuh manusia, dia membalikkan tubuh agar tidak melihat Anna yang sedang mencabut peluru yang bersarang dalam tubuhnya.


"Ada apa denganmu, teman kakak?" Celetuk Anna yang tiba-tiba. Dia melihat ke arah Nicole yang membalikkan badannya.


Ah! David lupa! David segera membalikkan tubuh Anna agar tidak menghadap Nicole, dia memberi tau alasannya pada Anna dengan berbisik.


Anna pun mengangguk dan melirik tangan yang memegang tubuhnya dengan datar. David tidak menyadarinya dan sesekali melirik tangan Anna yang sedang mencabut pelurunya.


Ekhem! Ekhem! Suara batuk yang sengaja Alex keluarkan sukses membuat David menoleh. Dia melirik tangan David yang tidak melepaskan genggamannya.


Pada akhirnya David pun sadar, dia segera melepaskan genggamannya, lalu mengambil emasnya, namun dengan percaya dirinya Anna berkata "Aku akan memaafkanmu karena aku sedang berbaik hati hari ini"


Para lelaki kecuali David pun mendengus kesal mendengar perkataannya. Nathan dan rekan timnya kembali ke lantai, tempat terakhir kali mereka menyerang.


...•...


...•...


...•...


...AXEL POV...


Di sore hari yang hangat ini, ku langkahkan dengan terburu-buru mendekati Anna, sang pujaan hatiku, orang yang berhasil memikat hatiku.


Tidak ada apapun yang bisa mengalihkan perhatianku dari dirinya. Ini aneh jika aku bersikap romantis seperti ini karena kepribadianku yang tenang diharapkannya mungkin ini tidak cocok untukku.


Dan saudara kembarku yang sama-sama menyukai Anna. Dikehidupan yang lalu aku adalah saudara kembarnya dan kehidupan yang ini pun aku menjadi saudara kembarnya.


Takdir memang tidak dapat dirubah, ini sudah takdirku yang akan selalu menjadi kembarannya bahkan di kehidupan lainnya.


...Flashback on...


Anna adalah wanita sempurna, aku mengenalnya disaat masih duduk dibangku SMA. Dia berusia 16 sedangkan aku berusia 17 tahun.


Tatapan matanya yang menunjukkan kesan cueknya, tidak membuatku tertarik, sedangkan saudara kenvakru mencoba mendekatinya.


Sampai saat itu pun tiba...


Gurauan yang dikatakan oleh Axel, saudara kembarnya ternyata akan menjadi kenyataan. Banyak anak yankee yang ingin menguasai sekolah kami.


Para lelaki yang menjadi penguasa disekolah inipun berkelahi dengan anak lelaki yang berasal dari sekolah lain.


Saat itu kami sedang berada di jam olahraga, pelajaran kesukaan saudara kembarku. Para murid wanita berlari sembari berteriak meminta pertolongan, melihat mereka yang saling mengadu kekuatan.


Hanya satu orang yang tidak lari, namun menatap datar ke arah mereka. Aku mencoba memperingatinya, dia tidak mendengarkanku.


Sebaliknya dia bertanya pada diriku " Apa kamu khawatir padaku?" Disaat itulah aku menyadari jika aku sedang jatuh cinta.

__ADS_1


Aku merasa dunia ini bewarna putih, banyak bunga mawar yang beterbangan disekitar kita berdua dan aku terus menatap senyum tipismu.


Sampai Axel pun meneriaki namaku untuk membantu dirinya, aku ikut membantu menyerang. Tetapi kenapa anak-anak ini tidak ada habis-habisnya?


Aku mendengar teriakan seorang wanita yang meneriaki namanya 'SAKURAAAA!!!' Teriakan itu membuat semua orang berhenti dan melihat ke arah wanita yang berteriak.


Dan terlihat seorang wanita melindungi wanita yang berteriak dari serangan pria pengecut yang hanya berani melukai seorang wanita.


Dia menggenggam erat kepalan tangan seorang pria yang bertanya, apakah dia takut dengan jumlah anak-anak ini yang lebih banyak dari beberapa hari yang lalu?


Axel pun sadar, ternyata mereka adalah anak yang dipukuli oleh Sakura, beberapa hari yang lalu atas permintaannya.


Karena sakura memiliki ingatan pendek dalam mengenali orang, alhasil dia tidak mengingat siapa orang yang berada didepannya saat ini.


Tetapi dia tidak bisa terus berdiam diri saja, dia pun menghajar anak-anak itu seperti sedang membantai dan darah-darah yang melayang disekitarnya membuat dirinya terlihat seperti mawar berduri.


Aku tersenyum bahagia, melihat anak-anak yang dihajar seperti sedang dibantai itu dengan iris mata yang mengecil.


"Ini sungguh indah" Itulah yang ada dibenakku dan kembaranku saat itu terjadi. Aku tidak bisa melupakan pengalaman itu karena itu adalah hari dimana aku menjadi seorang psychopath bersama Axel, kembaranku.


Tak lama kemudian, Sakura menjadi orang yang paling ditakuti sampai diberi julukan 'Mawar' dan 'Lily' bahkan saat Sakura dikeluarkan dari sekolah setelah kejadian itu, julukan itu tidak menghilang dari hidupnya.


Hingga waktu berjalan... hari demi hari aku selalu mencarinya bersama kembaranku yang tampaknya terobsesi dengan dirinya.


...Kring.......


Bel pertanda jam pelajaran berbunyi, guru pria yang mengajar kelasku memasuki ruang kelasku bersama dengan seorang wanita.


Dia menunduk, aku tidak bisa melihat wajahnya sebab wajahnya tertutup oleh rambut panjangnya.


...•...


...•...


...•...


"Namaku Sakura, salam kenal dan mohon bantuannya" Tatapan matanya yang jutek itu berubah menjadi mata ceria.


Dia bukan lagi orang yang aku kenal sebagai bunga mawar, sekarang dia terlihat seperti sebuah boneka. Kecantikannya yang tidak tertandingi itu membuat suasana kelas menjadi heboh.


Sudah ku duga akan menjadi seperti ini. Tetapi...


"Dia akan menjadi guru baru kalian, dia akan mendisiplinkan kalian menjadi orang baik"


Beribu sambaran petir, menyetrum seluruh anak yang berada di kelas. APA!? Teriak para murid dan Sakura hanya tersenyum manis saja.


"Menjadi orang baik? Jangan bermimpi deh! Tapi kalau bu guru bermain dengan kami, mungkin kami akan mempertimbangkannya kembali" Goda seorang siswa.


Yang ada di pikiranku dan Axel adalah Kenapa dia bisa menjadi guru disini? Terserah dia mau menjadi guru diusianya yang muda atau tua yang terpenting kenapa harus disini?


Masih banyak sekolahan lain yang normal dari sekolahan ini! Apa dia tidak tau jika sekolahan ini adalah sekolah gangguan jiwa!?

__ADS_1


...-TBC-...


__ADS_2