
Entah apa yang dia tulis, keluar selintas cahaya dan cahaya itu berasal dari kertas yang dikeluarkan oleh gadis bersurai coklat itu.
Cahaya tersebut masuk kedalam tubuh Anna atau lebih tepatnya menuju jantung Anna. Senyum iblis Elizabeth, gadis bersurai coklat itu membuat Anna kebingungan.
Dia tidak khawatir, dia tidak merasakan rasa sakit apapun saat cahaya itu masuk, dia pun tersenyum kepada Elizabeth yang mengepalkan tangannya bermaksud menghancurkan jantung Anna melalui cahaya tadi.
Anna melangkahkan kakinya, "Jadi tadi adalah kartu As mu? Kamu bermaksud untuk menghancurkan jantungku ya?" Tanyanya, tepat disamping telinga Elizabeth.
Kenapa? Elizabeth berulang kali menanyakan hal yang sama didalam hatinya. Anna terkekeh, walau dia tidak bisa mendengar isi hati seseorang, tetapi dia adalah orang yang handal dalam membaca ekspresi saat mengamatinya dengan teliti.
Mata Anna menyipit, senyumannya bukan lagi terlihat manis saja tetapi semua penonton juga dapat merasakan bahwa senyuman yang ditunjukkan Anna kali ini adalah senyuman iblis.
Dia berjongkok, menyamakan tingginya dengan Elizabeth yang jatuh terduduk di atas tanah menatap dirinya yang tadinya berdiri didepannya.
Ia kembali mendekatkan mulutnya pada alat pendengaran Elizabeth "Kenapa? Itu karena.... Kamu itu lemah"
Dia tertawa manis, namun bagi keluarga, sahabat, teman maupun tunangannya itu adalah tawa iblisnya.
Ia berlari kecil ke arah David, setelah itu memeluk erat David dan mengubah posisi, sekarang Elizabeth hanya bisa melihat punggung David yang dingin.
...-...
"Tapi David... 💢 Bagaimana bisa kamu ada disini?" Tanya Anna dengan ekspresi galaknya.
Bukannya terlihat menyeramkan, ekspresi Anna sekarang ini malah terlihat begitu menggemaskan.
David mengusap pipi yang direnggangkan oleh tunangannya yang galak itu, sebenarnya dia juga baru tau beberapa menit yang lalu.
Bahkan menemukan layar monitor itu juga baru saja beberapa jam yang lalu. Dia hanya tidak sengaja melihat sebuah tulisan yang memberikan dirinya petunjuk.
Karena melihat Putri Elizabeth yang sepertinya ingin mencari masalah, dia langsung mengotak-ngatik tempat tersebut untuk menemukan petunjuk lainnya.
Selesai menceritakan semuanya, David pun mendekati Anna dan ingin memeluknya, namun Anna menghindari pelukannya.
__ADS_1
Mengacuhkan Putri Elizabeth yang terduduk lemas di tanah, memikirkan rencana jahat lainnya.
Kenapa? Tanya David dengan wajah memelasnya. "Tubuhmu bau" Jawab Anna sambil mencapit hidungnya dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.
Keenam pemuda tampan yang salah satunya belum terlalu mengenal Anna mencium aroma tubuh mereka sendiri.
Pada akhirnya mereka hanya mencium bau aroma tubuh mereka masing-masing. Tetapi Anna masih ngotot bahwa mereka bau.
"Kamu mencium bau apa?" Tanya Axel dengan rasa penasaran yang mulai memuncak. Tatapan Anna yang semula polos berubah menjadi datar, ia menjawab "Bau darah"
Astaga Dragon! Mereka sudah mandi setelah menghabisi monster-monster yang membuat tubuh mereka dibanjiri oleh darah, namun Anna masih dapat menciumnya?
"Kalian harus berendam selama 2 jam didalam bak mandi" Katanya.
DASAR! Sifat penggila kebersihannya yang selama ini bersembunyi didalam diri Anna karena salah satu kepribadiannya masih saja terbawa.
Giliran mereka berenam yang menatap Anna dengan tatapan datar. Itu sukses membuat Anna terheran, apakah dia bersalah? Tapi dia hanya mengatakan kebenaran.
Axel, Alex dan David beradu debat dengan Anna yang seorang diri dipojokkan oleh ketiga pemuda itu. "HEI! AKU HANYA MENGATAKAN KEBENARANNYA SAJA!"
Benar juga apa yang dikatakan oleh Anna. Tiba-tiba mereka semua diam tidak berkutik dan sibuk dengan pemikiran mereka sendiri-sendiri.
Nathan mendesah pelan, perkataan Anna memang selalu didasari kejujuran, jadi itu dapat membuat siapapun yang menentangnya diam tak berkutik.
Anna kembali berkata "Menyentuhku harus membayar 100 koin emas walau hanya ujung rambut saja" Katanya tanpa perasaan.
Apa dia ingin membuat semuanya bangkrut? Dia benar-benar kejam dan tidak mempunyai perasaan. HEI! Sekarang biarkan dia yang bertanya.
Bagaimana bisa orang dibilang tidak mempunyai perasaan jika orang itu jatuh cinta pada seseorang?
...《Back to Story...
"Aku sudah berbaik hati dan hanya memberikan denda sebanyak 100 koin emas" Ucapnya lagi dan lagi tanpa perasaan bersalah.
__ADS_1
Dia hanya menunjukkan wajah tanpa dosanya, menatap keenam pemuda yang diam membeku kecuali salah satu pemuda yang bernama Nathan yang sedang menghela nafas kasar.
Salah satu mahkluk hidup memecahkan keheningan yang terjadi diantara dua kubu. "Kalau begitu, kamu jangan menyentuhku selama baumu masih seperti bau darah"
Makhluk hidup yang bernyawa itu bernama Axel. Dengan wajah datarnya, sikapnya yang acuh tak acuh, wanita yang berada dihadapannya saat ini membalas "Siapa yang ingin menyentuhmu?"
Seakan ada beribu panah yang menusuk hati kecil Axel yang tidak bersalah dan itu disebabkan oleh perkataan Anna yang sangat menusuk.
Anna kembali memundurkan langkahnya hingga mereka berjarak 5 meteran. Dia masih mencapit hidung mancungnya.
Tidak lupa sesekali dia melepas capitannya dan menghirup nafas sebanyak-banyaknya. Terkadang dia bernafas melalui mulutnya.
Ia mengerjapkan matanya mencium aroma harum dari dekatnya. Mengikuti hati nuraninya, dia pun menghampiri aroma itu dan melihat siapa pemilik aroma tersebut.
"Kakak memang yang terbaik!" Ya, aroma khas mint yang cool bercampur dengan aroma karamel adalah aroma khas tubuh Nathan, walau baunya tidak masuk akal.
Nathan tidak membalas pelukannya, namun didalam hatinya dia bersikeras mencoba untuk menahan keinginannya untuk memeluk dirinya.
...Aww.... Tsundere.... (◍•ᴗ•◍)✧...
Nicole dan David bertanya-tanya. Didalam hati, mereka berkata 'T-tapi... Nathanlah yang paling banyak terkena darah dari para monster bahkan bisa dilihat jika tadi darahnya menutupi seluruh bagian tubuhnya kecuali mata, hidung dan mulutnya'
Itulah yang tidak diketahui oleh mereka semua, Nathan telah mempelajari sihir membersihkan diri beberapa hari yang lalu.
Mengingat jika Anna memiliki hidung yang sensitif dan peka terhadap bau darah. Ketiga pemuda yang semula beradu debat dengan seorang wanita, memalingkan wajah mereka.
Mereka kesal, sangat kesal. Kenapa? Mereka ingin menyentuh salah satu anggota tubuhnya. Tidak bisa menyentuhnya seakan menjadi ujian terberat bagi mental mereka.
Tidak ada angin dan tidak ada badai, entah darimana sebuah benda melesat ke arah Anna tanpa adanya suara dan berhasil masuk kedalam salah satu anggota tubuhnya.
Tidak ada angin dan tidak ada badai, entah darimana sebuah benda melesat ke arah Anna tanpa adanya suara dan berhasil masuk kedalam salah satu anggota tubuhnya.
...AKHHH!!!!...
__ADS_1
...KENAPA DIGANTUNG AUTHOR!!!?...
...-TBC-...