
Dan....
BRUK!
Itu semua hanyalah mimpi (chapter 7, yang dihapus karena author sepakat, untuk merahasiakan mimpi Anna) Anna, satu hari sebelum pergi ke dunia asalnya. Anna terbangun sebab dirinya terjatuh dari ranjang, padahal dia sudah menanti-nanti kelanjutannya.
Yang dia mimpikan, terlupakan dalam beberapa detik setelah dirinya terbangun. Meninggalkan memori-memori yang tersembunyi dan samar untuk diingat.
Dia lupa tentang ketiga temannya, 5 Pangeran, ayah, sepupunya dan wanita yang gagal dalam misi beserta wanita yang melabraknya.
😪 Entah kenapa, dia ingin sekali meluangkan waktunya untuk bersantai diatas ranjang. Ayahnya membuka pintu kamarnya bersama dengan keluarga lainnya.
Ada apa? Lalu ia teringat dengan pesan yang mengatakan bahwa dirinya akan kembali kedunia asalnya selama 4 bulan dengan efek akan kehilangan semua ingatannya saat disini.
Setelah 4 bulan, dia akan dikembalikan kedunia ini beserta benda yang ingin dia bawa. Milky yang berasal dari dunia yang sama dengan Anna, mengikutinya.
Didalam ruangan, muncullah seseorang yang akan mengirimnya kembali bersama Milky. Raut muka ayahnya terlihat sedih, namun tidak meneteskan air mata.
"Ayah, 4 bulan adalah waktu yang singkat jika tidak ditunggu" Vicent, Ayah Anna menganggukan kepala dengan acuh.
Seperti yang chapter katakan, dia akan bermanja kepada putrinya tanpa peduli apapun karena raut wajahnya tidak bisa diganti.
Ekspresi wajahnya yang hanya satu itu biasa disebut Moebius Syndrome atau Sindrom Moebius. Berbeda dengan Nathan, dia akan bermanja seperti karakter tsundere yang ada di manga.
Note: Orang yang lahir dengan sindrom Moebius tidak dapat tersenyum atau mengerutkan kening, mengedipkan mata (Wink), atau mengisap (seperti bayi yang kebiasaan mengisap ibu jari).
...《Back to story...
4 bulan kemudian...
Hari yang dinantikan Vicent dan Nathan telah tiba. Mereka hampir menjadi lumut setelah Anna pergi. Orang yang muncul saat mengantar kepergian Anna kembali muncul diruangan tempat dimana Anna berpisah.
Suatu cahaya menyelimuti tubuh seorang wanita yang tertidur, dalam satu jentikan ingatan wanita itu dikembalikan seperti semula, namun secara perlahan.
Membutuhkan waktu 2 hari untuk mengembalikan semua ingatannya, jadi dia akan tertidur seperti putri salju disaat proses mengumpulkan ingatannya.
Tubuh wanita tersebut menyusut, kemudian kembali dikelilingi cahaya dan mendekati seorang pria yang telrihat muda.
'Terimakasih' Perkataan yang dilontarkan oleh pria tersebut membuat orang yang ada di depannya tersenyum, lalu dia menghilang seperti tidak ada diruangan tadi.
Pria yang menggendong seorang gadis kecil adalah Vicent dan gadis yang ada digendongannya adalah Anna. Akhirnya, anaknya kembali kedalam pelukannya.
.......
.......
.......
"Ayah..." Lirih seorang gadis yang sedang terbaring dikasurnya. "Anna!" Ucap riang dengan wajah dinginnya.
Dengan cepat ia memeluk anaknya yang sudah berbaring ditempat tidur selama 2 hari. Anna telah mengingat semua ingatannya sekaligus mimpinya.
Seingatnya, dia tidak dapat melihat wajah orang lain dimimpi selain ayahnya dan Nathan serta dia bingung kenapa mimpinya berkata bahwa pahlawan lain adalah mantan narapidana.
__ADS_1
Seingatnya, dia bukanlah mantan narapidana. Apa pedulinya? Yang terpenting, dia sekarang ingin menikmati kasih sayang keluarganya ini.
Nathan yang daritadi melihat dari kejauhan, berbalik kemudian tersenyum gembira tanpa sepengetahuan siapa-siapa.
Kenapa dia bisa semanis itu disaat masih terbaring lemah diatas ranjang?! Itulah yang ada dibenak Nathan. Kupingnya memerah dalam sekian detik, setelah mempertanyakan sesuatu yang aneh.
Akhirnya, dia menghampiri Anna yang bersama anggota keluarga selain dirinya.
Pertanyaan dari chapter ini adalah, kenapa Anna memimpikan hal seperti itu? Apa maksud dari mimpi tersebut?
3 tahun telah berlalu... Hari pembaptisan Anna akan dimulai, ia memakai gaun berwarna putih polos. Dia tidak ingin terlihat mencolok untuk menyamar menjadi warga desa biasa.
Vicent, ayahnya menyetujuinya dengan mudah agar dirinya tidak diincar oleh pembunuh saat hari pembaptisan. Tidak ada yang mengetahui penampilan anna sekarang sebab Vicent telah merahasiakannya.
Orang-orang yang melihatnya di pesta dansa telah melupakan penampilannya setelah pesta dirusak oleh pembunuh bayaran yang dikirim oleh seseorang.
Sebenarnya Anna merasa curiga kepada ayahnya yang menyetujuinya dengan mudah. Kecurigaannya benar, setelah memakai gaun yang diberikan.
Memang gaun itu berwarna putih polos tanpa hiasan apa-apa, namun gaun tersebut terbuat dari kain yang sangat mahal bahkan semua orang akan tau dengan menyentuhnya.
Yah.... disaat upacara pembaptisan, Anna tidak berdoa kepada dewa dan sibuk pada pemikirannya sendiri. Ia hanya mengikuti gerakan yang diperintahkan tanpa mengucapkan kata-kata doa.
Kenapa? seingatnya dulu dia tidak pernah menjadi narapidana! apa dia melupakan ingatan yang sangat penting?
Anna teringat mimpi yang dia mimpikan di chapter yang telah dihapus, stres, dia sangat stres, memikirkan mimpi tersebut. Tidak hanya mimpi itu yang dia pikirkan, mimpi lainnya yang berkaitan dengan mimpinya saat itu juga dia pikirkan.
Fyuuh.... this is so heavy, Seseorang menepuk pundaknya. Ia mengalihkan pandangannya kepada orang yang menepuk pundaknya.
"Ada apa, Anna?" Tanya pemuda yang bernama Axel dengan tatapan nada suara yang penuh kekhawatiran. Anna menggelengkan kepalanya, Axel menghembuskan nafas lega.
"Axel, kapan upacara ini selesai?" Bisiknya. Axel menggelengkan kepalanya, dia tidak tau sampai kapan mereka berada disana.
Setelah upacara pembaptisan selesai, bersama dengan Axel, dia berjalan-jalan melihat kota. Para penduduk yang rukun meskipun berbeda ras, menyejukkan pikirannya.
Hanya saja, orang yang menjadi pedagang di pinggir jalan, selalu menjadi sasaran bagi para perampok atau bandit karena para pedagang tersebut hanya penduduk biasa yang tidak bisa menggunakan sihir maupun senjata.
...~...
Saat berkeliling kota, Anna melihat wajah Axel yang pucat "Axel, apa kamu baik-baik saja?" Karena lemas, Axel menganggukan kepalanya pelan-pelan.
"Kamu tidak baik-baik saja, ayo kita pulang!" Ucap khawatir Anna, Axel menarik tangannya sambil menggelengkan kepala.
Ini adalah pertama kalinya Anna pergi berkeliling kota, dia tidak ingin mengecewakannya. Karena kesal, Anna menarik Axel dengan paksa.
Dia berhenti disebuah hamparan rumput hijau yang sangat luas, berteduh disalah satu pohon, membaringkan tubuh Axel dipahanya.
"Kenapa kamu tidak bilang, jika kamu tidak bisa berada dikerumunan?" Fakta jika Axel memiliki sifat aneh yang menyebabkan dirinya tidak bisa berada diantara kerumunan terungkap.
Axel tidak bisa menjawab serta menggerakkan badannya. Anna mengelus kepala Axel dengan lembut, dia merasa nostalgia dengan sikap Axel.
Tapi siapa? kapan? dimana? kenapa dia merasa nostalgia? Huft.... satu persatu ingatan yang dia lupakan mulai dia ingat, meski ingatan itu tidak terlihat jelas.
Maka dari itu, dia bisa merasakan nostalgia terhadap Axel. Ia membuka buku diary yang dia simpan didalam sihir item box miliknya.
__ADS_1
Didalam buku itu, semua ingatan yang ia lupakan dikumpulkan. Semua mimpi yang dia mimpikan, dia tulis didalam buku itu juga.
Melihat Axel yang menguap, dia segera menyembunyikan bukunya. Wajah Axel tidak lagi terlihat pucat, tapi dia masih terlihat lemas.
"Ayo kita pulang" Tawar Anna. "Bagaimana dengan jalan-jalannya?" Tanyanya dengan perasaan bersalah.
"Jangan menyalahkan dirimu sendiri, ini salahku yang tidak tau, jadi lain kali aku akan mengajakmu keluar" Ujar Anna. Axel mengulurkan tangan yang dikapalkan dengan jari kelingking yang berdiri tegak.
"Janji?"
Anna mengaitkan jari kelilingkingnya kepada jari kelingking Axel dan menjawab "Janji"
...-TBC-...
BIODATA AXEL
Name: Axel Rotetsu
Race: Human
Age: 5 Years
Date: 22 - 04 - 1635
Level: 6
Hp: 6.000 / 6.000
Mp: 6.000 / 6.000
Spirit: [Wind], [Earth]
Job Skills:
[Swordman]
Skills: ?
Special Skills: ?
-Condition: Healthy-
Vitality: 400 / 400
Magic Power: 300 / 300
Power: 400 / 400
Agility: 355 / 355
Physical Strength: 390 / 390
Dexterity: 360 / 360
__ADS_1
Intelligence: 275 / 275
Familiar: -