
...-AUTHOR POV-...
"Adikmu itu pasti dulu bukan orang biasa" Mendengar perkataan Nicole, Nathan baru sadar dan mengingat kejadian waktu pertama kali Anna bertemu dengan Twelve.
David juga tersadar, wajah Twelve yang tidak takut dengan sahabat Anna namun takut dengan Anna membuat mereka mulai berasumsi.
"David..-" Panggil Nathan, menatap David yang berada di depannya, David pun membalikkan badan, lalu menganggukan kepalanya.
"Aku mengerti..." Balas nya, matanya menunjukkan seberapa seriusnya masalah ini. Tunggu! "Nathan, Anna pernah cerita kalau dia mantan Yankee, bukan?"
...POM!...
Nathan ingat, tapi dia tidak tau apa itu yang namanya anak berandalan (Yankee) walaupun begitu dia tidak mencari tau karena yang terpenting Anna sudah jujur pada keluarganya.
David pun memanggil Milky, familiar Anna yang ditugaskan untuk menjaga David selama Anna tidak berada disisinya.
Setelah David memangggilnya, Milky keluar dari bayang-bayangnya, lalu kembali bersembunyi dibalik bayang-bayang dan akhirnya dia muncul kembali dari bayang-bayang Anna.
"Ada apa, Milky? Apa David dalam bahaya? Jika iya, aku akan...-" Tanya Anna secara beruntun, dia sangat khawatir melihat Milky yang muncul dihadapannya.
"Master, Dengarkan Milky dulu..._•" Kata Milky dalam bahasa kucingnya. Anna pun berjongkok dan mendengarkan penjelasan Milky.
...~...
"Ara~ Jadi begitu.... Aku dicurigai ya? Bagaimana ini Alex, apa aku harus memberi tau kebenarannya?" Anna melirik Alex yang tidur miring ke arahnya sambil tersenyum.
Perlahan Alex membuka matanya dan terlihat mata Turquoise yang sangat indah untuk dipandang. "Apa kamu tidak menjelaskan apa arti anak berandalan kepada keluargamu?"
Dengan wajah tanpa dosanya, Anna mengedikkan bahunya "Tidak ada yang tanya" Untuk pertama kalinya, Alex tertawa.
"Hanya kamu seorang yang berhasil membuatku tertawa dengan sikap bodohmu itu" Sebenarnya Alex memuji atau menghina Anna sih!?
Anna menggembungkan pipinya dan itu sekali lagi berhasil memikat hati pria yang menghadap ke arahnya dengan tatapan penuh kasih sayang.
"Jahatnya... Aku itu tidak bodoh!" Elak Anna, biar aku katakan sekali lagi, Anna itu Pintar dalam pelajaran, bodoh dalam urusan memberi penjelasan.
__ADS_1
"Milky kamu tau kan apa yang akan kamu lakukan?" Tanyanya, tersenyum ke arah Milky. Milky yang mengerti pun mengeong.
Anna melambaikan tangannya pada Milky dan muncullah kelopak-kelopak bunga mawar yang membawa keindahan berkumpul di sekeliling Anna, lalu menyelimuti tubuh Milky.
...-...
Meow... Suara kucing yang mengeong, berhasil membuat perhatian seseorang teralihkan. Kelopak bunga yang menyelimuti tubuh kucing itu berkumpul dan berubah menjadi seekor kupu-kupu berwarna
"Are~ David apa kamu benar-benar ingin tau?" Suaranya berhasil mengejutkan tiga orang yang bingung dengan kupu-kupu yang dia kirim.
"Iya, aku dan Nathan ingin tau" Menoleh ke arah kupu-kupu yang terbang didepannya. "Yankee itu adalah anak nakal yang suka berkelahi" Kali ini bukanlah Anna yang berbicara, namun Alex.
"Jadi itu adalah alasan kenapa Anna bisa berkelahi?" Hahaha... Tawa canggung Axel yang terbangun dan mendengar pertanyaan Axel yang membuat dirinya canggung "Sebenarnya, Akulah yang membuat Anna menjadi Yankee"
"APA!!!!? KAMU MENGAJARI WANITA IMUT SEPERTI ANNA BERKELAHI!?" Aura David menjadi tidak mengenakkan, sepertinya dia emosi.
David mengira jika Axel adalah anak ceria yang baik, tapi tidak disangka ternyata Axel malah mengajari Anna, perbuatan yang tidak baik.
Tapi disatu sisi, dia bersyukur jika Anna bisa berkelahi, sebab Anna tidak akan mudah tertindas dan jika ada orang-orang seperti bandit didunia Anna yang dulu, dia bisa melawan.
"Ma-maaf... Aku hanya mengajak Anna berkelahi dengan orang lain satu kali" Axel jadi gugup, mendnegar teriakan David yang penuh dengan emosi.
David tidak lagi marah, dia mencoba untuk tenang dengan temannya, Nicole yang menenangkan David dengan hati-hati, "Lalu bagaimana keadaan Anna saat itu?"
Axel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sembari berkeringat dingin, mendengar pertanyaan dari David lagi "Um... Anna mengalahkan mereka semua sendirian dan mulai saat itu dia diberi julukan Lily dan Rose"
Tidak paham? Mari dengarkan penjelasan Alex Kalian tau bunga Lily bukan? Bunga Lily sebenarnya berbahaya, jika kita bandingkan dengan Anna, jadi kalian tau sendiri maksudnya kan?
David yang berada dilantai yang jauh lebih tinggi dari lantai tempat Anna berada, menatap wajah Nathan yang mengatakan sesuatu Cantik, tapi berbahaya
Tidak sampai disitu saja, Alex pun bertanya kepada David dan Nathan, 'Bunga mawar berduri, bukan?' sedangkan Nicole hanya menyimak pembicaraan mereka.
"Iya, kalau dilihat dari persamaannya, Anna Cantik, tapi susah didekati" Jawab David, akhirnya dia mengerti.
Axel tertawa kecil Anna dulu memang susah didekati, sifatnya saat masih bersekolah itu, cueknya minta ampun, gk ada yang lebih dingin dari hati dan tatapannya dan juga kalau berbicara dengannya, serasa ngomong sama gunung es dan batu
__ADS_1
"Y-yah.... A-aku tau Anna itu cuek, tapi apa kamu tidak merasa atmosfer disekelilingmu mulai berubah? bahkan disini aku juga merasakannya" Mendengar itu, Axel memalingkan wajahnya ke arah Anna yang dikelilingi oleh aura pembunuh.
Tidak lupa, Anna mengepalkan tangannya yang sudah menggunakan sarung tangan hitam dengan tatapan dinginnya, "Kamu bilang apa? Rose? Lily? Kenapa kamu tidak pernah cerita? Dan juga, siapa yang kamu sebut sebagai gunung es"
Astaga.... Barang yang dipegang oleh Axel pun terjatuh karena tangannya tiba-tiba terasa lemas sampai-sampai dia tidak bisa merasakan tangannya lagi atau bisa disebut, tangannya terasa mati rasa.
"TUH KAN! TIDAK ADA YANG BISA MENGALAHKAN TATAPAN DINGINMU!!! BERDOALAH UNTUK KESELAMATANKU AGAR KALIAN BISA MENGETAHUI RAHASIA ANNA SAAT KITA BERTEMU" Teriak Axel yang lari terbirit-birit, berusaha kabur dari Anna yang berusia untuk mengajari Axel melalui pukulannya.
Alex tersenyum penuh kemenangan melihat Anna yang bersiap untuk menghajar Axel "Oh... Kakakku yang tersayang, semoga kita bertemu di kehidupan lainnya" Tangannya membuang tisu yang basah karena air mata buayanya dengan ekspresi sedihnya.
"💢Adik sialan!!! Semoga aku tidak bernasib sial dan bertemu denganmu ataupun terlahir sebagai anak kembar lagi denganmu di kehidupan lainnya!!" kakak adik ini..., mereka sungguh tidak bisa memilih tempat untuk bercanda.
Bahkan Anna yang telah berjarak hanya tersisa 10 cm dari Axel tidak diperhatikan dan....
...Puk!...
...Anna menepuk pundak Axel dengan senyum iblisnya....
...AAAA!!!! TIDAKKKKKKK!!!!...
...BUGH! BUGH! BUGH! BUGH!...
"Ukh...! Aku menyerah, nona kelinci!" Axel tergeletak tak berdaya di bawah kaki kanan Anna yang menginjak punggungnya, mengibarkan bendera putih, arti tanda menyerah.
Anna menginjak punggung Axel lebih keras dan itu sukses membuat Axel yang seorang psychopath tanpa takut dan tidka bisa merasakan rasa sakit, menyerah dibawah kakinya "Aku menyerah, nona kucing!"
Dia kembali menginjak punggung Axel lebih keras dan lebih keras lagi, sampai mengeluarkan darah "Aku menyerah, yang mulia ratu!"
"Aku bukan Ratu!" Anna menekan kata Ratu, akhirnya setelah menerima beberapa injakan Anna yang semakin lama semakin kuat, Axel pun sadar.
Dia memberi sebutan-sebutan itu kepaada Anna tanpa sadar Jadi wajar jika dia baru sadar setelah Anna menekan kata Ratu.
"Astaga, kamu semakin marah hanya karena aku memberimu sebutan cantik?" Bukannya merasa terpuji, Anna malah semakin marah, dia menduduki punggung Axel dengan kasar.
"A-aku mengerti, Aku menyerah Anna! Bisakah kamu berdiri?" Heh... Ternyata pria bodoh seperti Axel bisa sadar, jika Anna ingin menaburkan garam pada lukanya jika dia mengejeknya lagi?
__ADS_1
Kali ini dia lolos, namun untuk esok harinya, kita tidak akan tau nasibnya akan seperti apa.
...-TBC-...