
Anna mengembungkan pipinya, "ayah terlalu bekerja keras" pikir anna dalam benaknya. Saat sedang asik dengan kertas-kertas yang ada di depannya, tiba-tiba Vicent...
Vicent ditarik paksa oleh Anna ke atas ranjang, "Ayah beristirahatlah, biarkan Anna yang melanjutkannya" Anna berdiri dari tidurnya dan mengerjakan kertas-kertas yang ada di meja.
Hurt... Vicent menghela nafas kasar, anaknya ini benar-benar sangat perhatian. Brak! Pintu terbuka dengan kasar, masuklah seorang pemuda berambut hitam dan bermata merah ruby, ia adalah Nathan, sepupu Anna.
Anna pun terkejut dan langsung berdiri untuk melihat siapa orang yang membuka pintu dengan kasar. Tanpa mengucapkan kata permintaan maaf, Nathan langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang besar milik Vicent.
"Sebenarnya ini kamar siapa?" Batin Vicent dengan ekspresi yang sangat datar. Anna melanjutkan kegiatannya, yaitu mengisi kertas-kertas yang ada di meja.
Tidak butuh 1 jam, dia telah menyelesaikan semuanya dan membaringkan dirinya ditengah-tengah kakak dan ayahnya. Nathan mengambil beberapa rambutnya dan berkata "5 tahun lagi kamu akan menikah"
Anna mengangguk, dia tau itu, sebenarnya dia tidak ingin menikah, namun karena yang meminta dirinya menerima perjodohan ini adalah keluarganya, dia pun menerimanya.
"Lalu bagaimana dengan kakak?" Tanya balik Anna. Dia tidak pernah melihat makanya bersama wanita lain selain dirinya dan Leona serta Felicia sebagai teman kelompoknya.
"Kakak akan mengikuti pernikahan politik seperti ayahmu" Mendengar jawaban itu, Anna terkejut. Jadi kakaknya tidak menyukai seorang wanita sama sekali?
"Ayah, kakak! jangan-jangan kalian berdua...."
...Ctak!...
...Ctak!...
Mereka berdua menjitak dahinya secara bersamaan, sebenarnya apa yang dipikirkan oleh anaknya / adiknya itu didalam kepalanya?
"Kakak besok ada lomba dalam kompetisi 5 bintang, kamu akan hadir kan?" Tanya Nathan.
Note: Nathan adalah anak yatim piatu karena ayahnya meninggal karena diserang oleh ribuan pembunuh untuk menyelamatkan dirinya, sedangkan ibunya meninggalkannya setelah suaminya meninggal.
Nathan menjadi anak yatim piatu sejak berumur 10 tahun, jadi sekarang dia, Vicent dan Anna tinggal bersama layaknya sebuah keluarga, Vicent.
...Note end...
"Santai, adikmu yang cantik ini akan datang untuk mendukungmu jadi jangan menyerah!" Hibur Anna yang melihat kakaknya menundukkan kepala karena ragu.
__ADS_1
"Narsis!" Gumam Vicent yang didengar oleh Anna, lalu terjadilah perang diatas tempat tidur dan mereka bertiga baru mulai tidur saat jam menunjukkan pukul 00.02.
Keesokan harinya...
Nathan dan Anna bangun bersama setelah Vicent yang sedang menyelesaikan pekerjaannya yang tersisa sedikit setelah dibantu oleh Anna.
"Kenapa aku ada disini?" Tanya Nathan yang mendadak amnesia. "Aku juga! kenapa aku berada dikamar ayah?" Bodohnya si Anna yang menjadi mc kita.
"Kalian anak siapa? bisa-bisanya amnesia tiba-tiba!" Ujar Vicent yang baru saja masuk kedalam kamar dan ingin menyuruh para pelayan untuk membangunkan mereka berdua.
Hehehe... tawa Anna dengan wajah yang terlihat santai tapi bagi kedua orang yang dia anggap sebagai keluarganya itu, wajahnya saat ini terlihat bodoh.
"Kakak cepetan mandi! Kamu harus bertanding" Ucapnya sambil menarik selimut yang menutupi tubuh kakaknya.
Tidak butuh waktu yang lama, mereka bertiga selesai dan berangkat, lalu berpisah ditengah jalan. Anna pergi ke akademinya, Nathan pergi ke akademinya dan Vicent pergi memeriksa masalah yang berada di pangkalannya.
Dengan ekspresi datar, mereka berdua (Vicent dan Nathan) melambaikan tangannya pada Anna yang menggunakan masker sambil melambaikan tangannya.
Nathan berhasil melewati babak penyisihan sebanyak 3 kali, tersisa sekitar 50 peserta yang masih bisa bertahan, setelah melewati 3 babak penyisihan.
Boleh merebut milik peserta lain asalkan gulungan mereka berbeda. Nathan tidak ingin mencari masalah terlebih dahulu, jadi dia memilih untuk mencari gulungan yang disembunyikan.
Tidak disangka, setelah beberapa saat dia berpikir untuk mencari gulungan yang tersembunyi, datanglah seseorang yang membawa gulungan yang berbeda darinya.
Tanpa aba-aba, tanpa berbicara sepatah kata, orang itu menyerang dirinya, tapi sebagai keturunan dari keluarga ternama yang terkenal dengan kekuatannya, ini bukanlah apa-apa bagi dirinya.
Dia pun kembali ketempat dimana mereka berpencar, disana sudah ada beberapa orang yang merebut paksa gulungan dari beberapa peserta.
Seorang pemuda, menatap dan tersenyum aneh ke arahnya. Awalnya dia tidak mempedulikannya, tapi lama-kelamaan, pemuda itu berhasil membuat dirinya kesal karena selalu ditatap.
"YA! Aura membunuhmu terlalu kental, siapa yang tidak bisa merasakan itu jika mereka melihat dirimu menatapku!?" Pikir Nathan didalam hatinya dan berharap Anna dan ayah angkatnya segera kesini.
Vicent telah sampai saat Nathan menyelesaikan babak semi final pertama, sedangkan Anna yang seharusnya sudah pulang dari tadi entah kenapa, dia belum kelihatan.
Nathan menghampiri Vicent dan bertanya, dimana Anna? Vicent sedikit menggelengkan kepalanya, dia tidak tau pasti dimana lokasi anna saat ini.
__ADS_1
Kita harus percaya pada Anna, mungkin saja dia ada sedikit hambatan jadi dia terlambat ke sini. Tetapi bahkan saat babak semi final keempat telah selesai, Anna belum menunjukkan batang hidungnya.
"Apakah dia berada dalam masalah?" Tanyanya khawatir, Vicent menenangkan Nathan dan berkata "Tenang saja, Anna akan baik-baik saja"
Nathan mengangguk, percaya pada adiknya yang cantik dan menggemaskan. Babak semi final kelima dimulai, nama Nathan dipanggil untuk melawan pria yang dari tadi menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.
...Mulai!π...
Pria itu menyerangnya dengan kecepatan yang setara dengannya, pertarungan mulai memanas saat Nathan terlihat sedang menunggu seseorang ditengah-tengah pertarungan yang sengit.
"Jangan alihkan pandanganmu dariku, breng$ek" Hina pria yang menjadi lawannya, Nathan pun tersadar jika dia berada ditengah-tengah pertempuran.
Dia pun mulai serius untuk menyerang pria yang berinisial P itu. Kamu! Nathan terkejut dengan wajah dari lawannya yang sangat mirip dengan seseorang yang baru dia temui.
Tapi... siapa ya namanya? Nathan tidak mengenalnya, wajar saja jika dia tidak tau namanya. Bahkan dia bertemu dengan P (inisial nama si pria) tidak lebih dari 3 menit.
Hehπ, Ia menyeringai, melihat Nathan yang lengah karena memikirkan orang yang berada di depannya ini. Bruk! Ia memukul perut Nathan dengan kekuatan penuhnya.
Nathan pun tersungkur, lalu kembali berdiri sambil membersihkan darah yang hampir saja menetes ke bajunya.
...Klotak!...
...Klotak!...
...Klotak!...
Suara hentakan kaki dengan sepatu hels, berasal dari seorang wanita yang sedang berjalan menyusuri lorong sambil mencari jalan keluarnya.
Dia pun mendengar suara berisik yang meneriaki nama Nathan dan Pria P itu. Ia pun berlari kecil untuk melihat apa yang terjadi.
Terlihatlah Nathan yang sedang membersihkan darah yang hampir menetes dipakaiannya. Ia pun berlari ke tempat dimana beberapa orang sedang menanti kedatangan seseorang sambil menanti seseorang.
"Kakak! Semangat!"
...-TBC-...
__ADS_1