
Wajah kedua wanita itu dipenuhi oleh linangan air mata, mereka sangat ketakutan terhadap Anna, dengan kasar, Anna melempar dagu yang dia cengkram.
Isak tangis terdengar jelas oleh kelompok yang terjebak diantar monster-monster itu. Anna berdecak kesal dan melirik kedua orang yang sudah dia peringati.
Dia pergi begitu saja, meninggalkan semua orang yang membeku ditempat itu. Axel dan Alex memberikan sapu tangan yang berisi kepada mereka.
"Terimakasih" Ucap mereka berdua secara bersamaan.
"Kamu boleh berterimakasih pada kami berdua , tapi seharusnya kalian juga berterimakasih pada Anna" Ujar Axel kepada Felicia dan Leona.
Alex pun menimpali, "Sapu tangan yang kalian pakai itu adalah sapu tangan hasil buatan tangan Anna sendiri, dia memberikannya kepada kami beberapa saat sebelum kita sampai disini"
Axel mengangguk "Dia tau jika kalian akan menangis, jadi dia memberikan sapu tangannya kepada kami" Mendengar ucapan mereka berdua, Felicia dan Leona menjadi...
Mendengar ucapan Axel dan Alex, Felicia dan Leona menjadi merasa bersalah. Seluruh tubuh mereka diliputi rasa bersalah yang sangat besar.
Mereka sudah berbuat jahat kepada Anna, ingin membunuh Anna dan ingin merebut tunangan serta kakak sepupunya. Tetapi Anna memberikan sapu tangannya disaat mereka sedang bersedih dan itu sukses membuat tangisan mereka semakin deras.
"Apakah Anna akan memaafkan kami?" Tanya Leona yang terisak-isak. Axel dan Alex mengangguk,
"Anna bukanlah seorang dewa maupun dewi, dia hanya seorang manusia yang bisa berbuat kejam disaat seseorang yang dia sayangi terluka dan bersikap penyayang disaat seseorang sedang bersedih"
Felicia dan Leona pun ingin mengenal Anna lebih dekat dan berniat untuk merubah diri mereka menjadi lebih baik. Disisi lain, seseorang memperhatikan mereka, dia berkata...
"Syukurlah kalian baik-baik saja dan tidak memiliki luka yang cukup serius, walau teman kalian ada yang merenggang nyawa"
Sedangkan kamera pengawas yang merekam itu, membuat para penonton terharu dan berpikir, wanita mana yang bisa sebaik itu...!?
Saat seseorang misterius itu berbicara, Kamera pengawas yang merekam menjadi gelap dan tulisan yang dikatakan oleh orang misterius itu, dibaca oleh para penonton.
Siapa orang itu? Pikir para penonton yang membaca tulisan itu, lalu kamera pengawas bekerja normal seperti tadi dan memperlihatkan Nathan yang ditanya oleh Axel.
"Sampai kapan kalian berada disini?" Tanya Axel. Nathan menjawab pertanyaan David "3 jam" Axel pun menghitung dengan susah payah, karena dia tidak bisa matematika.
__ADS_1
Alex mengutuk saudara kembarnya yang tidak bisa matematika dan menghitung waktu yang telah terkuras "Artinya kalian masih punya waktu 7 menit?"
Alex bertanya dengan cepat, Nathan pun menganggukan kepala. Axel dan Alex memang anak kembar, namun kemampuan mereka sangat berbeda.
Axel kuat dalam berpedang, namun buruk dalam pelajaran, sedangkan Alex pintar dalam pelajaran, namun buruk dalam membuat rencana jangka panjang.
(Alex juga kuat dalam berpedang, namun masih kuat Axel yang sudah terikat pada pedang)
Oh, iya! Axel ingat akan sesuatu, "Saat Anna marah, lebih baik kalian memberinya sehari semalam untuk dirinya menenangkan diri"
Ah! Alex juga ingat akan hal itu, jika tidak mood Anna tidak akan membaik selama sebulan dan akan menghancurkan apapun yang membuat dia kesal.
Nathan dan David menunjukkan ekspresi wajah yang takut terhadap kekesalan Anna. Bahkan Nathan yang biasa datar pun takut kepada kekesalan Anna.
Yang terpenting, Jangan ganggu Anna dan jaga Anna dari kejauhan semalaman! Titik gk pakai koma.
"Masih ada 6 menit, sampai kalian kembali" Ucap Axel yang dipanggil oleh Nicole. "Dan sebentar lagi, Anna akan berteriak" Ucap Alex membuat mereka semua bertanya-tanya kecuali Axel.
Woss... Suatu yang sangat cepat melesat ke arah barat, ternyata itu adalah Vicent, ayah Anna. "Dimana Anna?" Tanya datar Vicent.
Mereka semua menggelengkan kepala dan menunjuk ke arah belakang mereka, Vicent pun melesat ke arah yang ditunjuk, diikuti oleh kelompok Nathan dan kelompok yang satunya.
Beberapa menit mereka mencari, Anna ditemukan berada di puncak dataran tinggi. Vicent yang melihat itu langsung naik ke atas menggunakan magical beast tipe Griffin.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya datar Vicent sambil memeluk anaknya, Anna. Anna menganggukan kepala, dia memang kuat tapi dia itu Buta Arah
Tetapi dia sendiri tidak ingin mengakuinya. Padahal dirinya bisa teleportasi dari umur 2 tahun, namun dia lebih memilih berjalan setelah berusia 5 tahun.
Dan sejak berusia 5 tahun, Anna selalu menghilang jika tidak bersama dengan seseorang, karena dia selalu tersesat saat pergi sendirian.
Axel, Alex pun mengetahui itu sejak dulu, sedangkan Vicent baru tau sejak usia Anna menginjak 6 tahun. Dasar! cantik-cantik, buta arah! Ejekan yang diberikan oleh Axel dan Alex.
Jangan lupa, saat Anna mencari Axel dan Alex setelah mengontrak sepasang kupu-kupu malam dia dibantu oleh jejak kaki yang mereka berdua tinggalkan.
__ADS_1
...《Back to story...
"Apa kamu terluka?" Tanya datar Vicent sambil memutar tubuh anaknya. Anna segera menggelengkan kepala sebelum kepalanya menjadi pusing.
Vicent menghela nafas lega tetapi masih dengan ekspresi datarnya. "Untuk apa kamu pergi kesini?" Tanya dingin Vicent. Anna pun merasa gugup, mendengar pertanyaan yang diberikan oleh ayahnya.
"A-aku mencari Milky, iya..." Jawab gugup Anna yang masih berada di puncak dataran tinggi, sementara yang lainnya hanya bisa menatap mereka dari bawah.
Sedangkan Kamera pengawas merekam, pertarungan salah satu kelompok yang bertarung dengan para monster. Vicent menatap Anna dengan tatapan datar yang terkesan dibenak Anna sebagai tatapan interogasi.
Vicent tau anaknya berbohong, lagipula kucing itu selalu berada di dekat Anna, jika dia menghilang, Anna selalu memanggil namanya dan kucing itu tiba-tiba muncul dari suatu tempat.
Yah... dia tidak akan mencari tau sesuatu yang dirahasiakan oleh anaknya asalkan anaknya tidak berada dalam keadaan bahaya.
...•...
...•...
...•...
Mereka semua pun kembali dengan selamat, teman sekelas Nathan yang tewas, berada di akademi dalam keadaan hidup-hidup.
Karena akademi bertanggung jawab penuh dalam urusan siswa, jadi sebelum pergi ke daerah ini, mereka diberikan gelang pelindung yang dapat mengembalikan siswa ke dalam akademi dalam keadaan hidup-hidup.
Dikediaman Vicent, Anna singgah di kasur king size milik Vicent, dia melihat ayahnya yang bekerja bahkan didalam kamar.
Bahkan dikamarnya terdapat, barang-barang yang biasa ditemui oleh Anna diruang kerjanya. "Ayah, beristirahatlah..." Ucap Anna menepuk bantal disebelahnya.
"Sebentar lagi ini selesai" Jawaban Vicent yang masih fokus dengan kertas-kertas didepannya. "Itu masih ada beberapa lembar, kapan selesainya?" Pikir Anna.
Anna mengembungkan pipinya, "ayahku terlalu bekerja keras" pikir anna dalam benaknya. Saat sedang asik dengan kertas-kertas yang ada di depannya, tiba-tiba Vicent...
...-TBC-...
__ADS_1