Bloodthristy Lady

Bloodthristy Lady
Chapter 22


__ADS_3

"Berhasil?" Tanya Axel dengan tatapan introgasi. Anna menggelengkan kepala, dia sudah mencobanya, tapi suara gemersik rumput dan suara aduan pedang melekat dipikirkannya.


Hingga terlihat sebuah hamparan lahan hijau dengan beberapa orang yang menggunakan pedang, beradu di atas lahan itu, membuat pikirannya menjadi menikmati pertarungan.


"Kalian?" Tanya Anna, singkat dan jelas. Mereka berdua menggelengkan kepalanya bersamaan. Anna pun menepuk punggung mereka dan berkata "Semangat!"


Memberikan motivasi kepada Axel dan Alex yang berada dikedua sisinya. Neo-sensei yang melihat itu, hanya bisa menatap datar dan berkata didalam hati,


..."Sepertinya kita menemukan murid yang begitu optimis"...


...•...


...•...


...•...


Sudah 1,5 jam berlalu, Neo-sensei menghentikan pelajaran sampai disini saja. Seluruh murid yang ada di akademi itu, diberikan 10 menit, untuk beristirahat dan 2 menit untuk masuk kedalam kelas.


...《Gila....-_- (Author)》...


Nathan yang selesai dari kelas pedang, menghampiri adik kecilnya seperti sebuah kebetulan, yang sebenarnya, memang sudah direncanakan oleh David dan dirinya.


"Neko!" Panggil Nathan dengan ekspresi datar, namun terkesan senang serta David dengan ekspresi yang selalu tersenyum.


"Kakak tampan, kelas apa yang kamu ikuti?" Tanya Anna dengan kain hitam yang menutupi matanya. Padahal, sekarang ini, tatapan Anna sedang bersinar terang, namun kain hitam itu menutupinya.


"Ah! Aku masuk kedalam kelas sastra, sihir dan pedang, walau aku tidak ahli dalam berpedang" Jawab David sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal dan ekspresi cemasnya.


Ekspresinya, mengisyaratkan bahwa dia khawatir, Anna akan kecewa karena dirinya yang tidak bisa sihir. Anna memegang kedua tangan David dan menggabungkannya.


"Jangan khawatir, kamu pasti bisa!" Dukung Anna. Alex, memotong pembicaraan dengan pertanyaan "Kamu hanya mengikuti tiga kelas?" Tanyanya dengan wajah santainya.

__ADS_1


David menganggukan kepala, yah... Dia pintar dalam bidang sihir dan sastra. Mengenai kelas pedang, dia baru saja menjadi pemula, dengan Nathan sebagai pembimbingnya.


"Tapi jangan memaksakan dirimu... jadilah dirimu sendiri, kakak tampan!" Ucap Anna, kemudian dia dan kedua sahabatnya pergi meninggalkan mereka berdua.


Anna berhenti melangkah menjauh, dia teringat akan sesuatu. Sejak tadi, Nathan selalu menatapnya dengan tatapan datar yang terkesan memelas pada dirinya.


Dia juga menatap David dengan tatapan datar yang menurut Anna, dia menatap kesal David, karena dirinya merasa diabaikan seperti angin yang lewat berkat David.


...Muach...❤...


Anna mencium telapak tangannya dan mengarahkannya pada Nathan, sebagai permintaan maafnya karena mengabaikan dirinya.


Nathan hanya diam, menatap datar punggungnya yang mulai menjauh, sementara, telinganya memerah karena senang yang bercampur malu.


...Dasar, Tsundere!...


...•...


...•...


...•...


Giliran Alex yang menjawab "Aku tidak bisa fokus karena, Axel yang selalu mengumpat didalam batinnya" Karena mereka memiliki hubungan darah, jadi mereka punya ikatan batin, ya.


Di balik syalnya, Anna menahan tawanya, mencoba untuk tidak tertawa karena perilaku sepasang saudara kembar itu, yang selalu bertolak belakang.


Alex, Axel dan Anna berpisah menjadi dua bagian. Axel dan Anna akan pergi ke kelas pedang, sedangkan Alex, pergi ke kelas sihir dan menunggu hingga waktu kelasnya tiba sambil memakan makanan yang dijual dikantin.


Note: Semenjak kedatangan para reinkarnator didunia ini, masakan mereka semakin maju, yang awalnya keras, semakin lembut, yang semula hambar sekarang memiliki beragam rasa.


...-...

__ADS_1


Mereka sudah menerima jadwal yang telah dibuat oleh seluruh petinggi akademi. Satu kelas memiliki waktu mengajar sebanyak 1,5 jam.


Pulangnya...


Terlihat keadaan, Axel dan Alex tidak begitu baik, wajah mereka terlihat kusut, seperti belum disetrika. "Melelahkan sekali!" Axel mengeluh, Alex hanya bisa mengangguk dan Anna tersenyum.


...-...


Malam ini begitu sunyi, ayahnya pergi meninggalkannya dan pergi ke medan perang sebagai Duke, Axel dan Alex yang harus menguatkan tubuh mereka dan Nathan yang belajar, membuat Anna kesepian.


Dia sudah selesai berlatih untuk memfokuskan pikirannya dan menemukan setitik cahaya yang berada didalam tubuhnya di suasana sunyi ini.


Mengendap-ngendap dia pergi ke taman terbengkalai, dimana dia bertemu dengan seseorang yang terluka dan tempat dimana dia berjanji.


Dia telah menanam seluruh bunga yang dia suka, ditaman itu, sehingga taman yang awalnya terbengkalai menjadi taman terawat.


Disana ada bermacam-macam bunga, tetapi bunga yang paling banyak ditanam olehnya, ialah bunga Red Spider Lily, Lilium dan Rosa Culv serta Rosa Alba.


Kecuali Rosa Alba, ketiga bunga itu memiliki lambang kematian. Para peri yang menghilang, telah kembali, bersamaan dengan waktu dimana Anna memberikan makanan kepada para peri yang terserang roh jahat.


Terlihat sebuah taman yang berkilauan, terang karena lampu yang dibeli oleh Anna


...-Note-...


Untuk para reader yang belum paham dengan dunia ini, author akan memberitahu kalian, dunia ini secara rinci, sesuai sudut pandang author sendiri.


Bayangkan kalian bermain suatu game, agar level menarik, kalian harus menghabisi beberapa ekor monster, lalu kalian mendapatkan poin Exp.


EXP merupakan kependekan dari Experience. Exp biasanya didapat dengan cara terus bermain hingga mencapai maksimum bar exp dan bisa naik ke level selanjutnya. Jadi semakin banyak exp yang dikumpulkan sudah pasti pengalaman dalam game juga pasti banyak juga.


...-TBC-...

__ADS_1


__ADS_2