Bloodthristy Lady

Bloodthristy Lady
Chapter 33


__ADS_3

Dalam waktu yang tidak sampai setengah jam, party Anna yang dinamai dengan nama 'Adios' itu sudah melewati lantai kesembilan dan kemudian mereka sampai ke lantai sepuluh.


Karena waktu disini dengan waktu didunia nyata berbeda, 1 minggu sama dengan 1 jam, maka para peserta dapat menginap di penginapan kosong yang sudah disediakan oleh panatua dunia ini.


"AKHIRNYA!!!" Axel merenggangkan tangannya, bunyi tulang Axel bahkan sampai terdengar keras karena terlalu pegal.


Yang sebelumnya, semuanya sedang berpikir bagaimana caranya naik ke lantai sebelas, terlintas pikiran kotor melesat di benak mereka, melihat party Anna.


Mereka yang melihat itu langsung merubah wajah mereka menjadi dingin dan datar, seakan mengatakan 'Apa yang kalian lihat!?'


Yang ditatap pun, memalingkan wajah sambil mengalihkan pandangan mereka dari mata tajam mereka bertiga.


"Nee (Hei), aku tau tempat bagus" Ujar Alex kepada Anna dengan senyum terlintas di wajahnya.


Note: Dalam bahasa jepang 'Nee' artinya adalah 'Hei', namun dalam bahasa korea 'Nee berarti 'Iya'


Sampailah ke tempat yang Alex maksudkan...


"Woooo, bagaimana kamu bisa tau tempat ini?" Tanya Anna dengan mulut yang tertutup tangannya, kagum dengan keindahan tempat yang dikatakan oleh Alex.


"Aku mendapatkan tempat ini dari hadiah Dungeon sebelumnya" Jawab Alex dengan perasaan bangga terhadap dirinya sendiri yang dapat membuat Anna terkagum.


Anna tersenyum sampai terlihat gigi putihnya yang rapi, matanya menyipit dan itu terkesan sangat menggemaskan bagi semua orang "Terima kasih..."


...•///•...


Nampak wajah Alex yang terlihat seperti kepiting rebus dengan asap yang berada disekelilingnya bahkan dirinya sendiri menarik pakaiannya sebab tubuhnya terlalu panas.


Gadis kecil yang masih berusia 12 tahun itu merentangkan kedua tangannya sambil melakukan gerakan ke kiri-kanan menghilangkan semua pegal dan kaku karena lama berkelahi.


"Bunyi yang mengerikan..." Jelas Axel, siapa yang tidak takut, setelah melihat Anna yang menghilangkan pegalnya dengan beberapa gerakan dan itu tidak menghentikan suara tulangnya yang kaku.


Hatinya gembira, melihat ada sebuah dapur di tempat (rumah pohon) dimana mereka bertiga beristirahat.

__ADS_1


Untung saja saat melawan monster cumi-cumi, dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu dan memasukkannya ke dalam item box nya setelah dipotong-potong menjadi beberapa bagian dan dimasukkan kedalam tas sihirnya.


"Beristirahatlah, aku akan memasak makanan" Kata Anna, menggulung lengan pakaiannya yang panjang dan kemudian mengikat rambutnya.


"Kamu membawa bahan-bahannya seakan kamu tau ini akan terjadi" Balas Axel, naik ke atas, mencari kamar untuk dirinya beristirahat.


Daripada beristirahat, Alex lebih memilih untuk menaikan levelnya dengan memburu monster yang berada disekitar rumah pohon mereka.


...Disisi Axel...


Ia membaringkan tubuhnya ke atas kasur empuk disana, "Lelahnya..." Axel menutup matanya, "Zzzz..." dalam sekejap mata dia sudah tertidur pulas dengan posisi yang sopan karena terbiasa dengan sifat bangsawannya.


...Disisi Alex...


Alex membersihkan pedang yang dia gunakan sebagai latihan dengan hati-hati seakan pedang itu sangat rapuh.


Bercanda ^-^, Alex membersihkan pedang itu dengan hati-hati agar kulitnya tidak tergores oleh pedang yang berada ditangannya.


...Disisi Anna...


Anna tersenyum lebar, bau harum masakannya membuat Axel yang tidur terbangun, perutnya menggeram kelaparan.


Benar-benar.... Bau harum masakan Anna memang tidak bisa ditolak oleh hidung, mulut maupun perut. Dia melangkahkan kakinya secepat-cepatnya, menunggu Anna menyelesaikan kegiatannya dengan patuh, di meja makan.


Alex mencium bau harum masakan Anna yang keluar melalui jendela rumah itu dengan perasaan terkejut.


Dia memang sering memakan masakan Anna, tapi ini pertama kalinya setelah sekian lama, dia mencium bau cumi-cumi.


...-...


"Terima kasih atas makanannya" Kata ketiga ornag yang selesai menyantap makanan yang ada di atas meja sampai habis tidak tersisa karena sebegitu lezatnya.


...Disisi lantai lainnya...

__ADS_1


Tubuhnya terasa mati rasa, semua tulang-tulangnya seakan terasa patah, HP nya menipis dalam beberapa menit bahkan MP nya habis saat beberapa waktu yang lalu.


Apa-apaan monster yang berada di depannya saat ini? Kenapa monster itu begitu kuat, ini bukan lagi monster yang berada di level 1 - 25.


"Mundur!!! Kita harus kembali dan menyusun rencana!" Perintah sang pemimpin kepada anggotanya.


"Kita tidak boleh mati disini! Kita baru saja sampai disini beberapa menit yang lalu, jangan sampai kita kembali ke tempat itu, sebelum waktu selesai!" Kata pemimpin tersebut, memimpin anggotanya untuk mundur dari tempat bos lantai itu berada.


...Di lantai ke 35...


"Apa kita harus menunggu Anna dan lainnya?" Tanya David kepada kedua rekannya, Nathan serta Nicole.


Nicole tergeletak di atas tanah karena kelelahan setelah menghadapi 2 lantai yang memiliki bos monster yang bisa menggunakan sihir.


Nathan bersandar di dinding yang ada disana dengan tangan yang melipat di depan dada bidangnya sambil berdiri.


"Tunggu saja, lagipula kita juga harus beristirahat" Jawab Nathan dengan mata tertutup.


Nicole bangun dan membalas jawaban Nathan "Kita membutuhkan waktu sekitar 2 tahun untuk sampai ke lantai 35, walau kita menunggu mereka pasti saat itu pula kita sudah lulus"


Nathan tersenyum tipis, David tersenyum miring "Siapa yang tau?" Huh? Karena Nicole belum terlalu mengenal Anna, dia hanya tau jika Anna itu kuat seperti Nathan waktu kecil.


"Kenapa kalian tersenyum?" Menyadari reaksi kedua temannya, dia pun kebingungan terlebih lagi saat David menggelengkan kepala sambil tersenyum, sementara Nathan hanya tersenyum simpul.


"Anna itu seperti... iblis kecil yang belum memasuki tahap kedewasaan walau masih kecil jangan remehkan kekuatannya" Kata David.


Yah... memang benar sih... Anna itu masih kecil, kekuatannya tidak bisa diremehkan, selalu memikirkan resiko apa yang akan didapat sebelum melakukan sesuatu.


Walaupun begitu sifatnya masih seperti anak kecil yang berusia 10 tahunan dengan pikiran polosnya yang masih dipenuhi kesenangan.


(Padahal David tidak tau, apa yang dimaksud kesenangan oleh Anna)


...-TBC-...

__ADS_1


__ADS_2