Blue Of Love

Blue Of Love
Malam Mencekam


__ADS_3

Letusan suara tembakan yang memecahkan kesunyian di malam hari membuat suasana mencekam,baku tembak antara gabungan kepolisian melawan sekelompok penjahat berbahaya.


" Inspektur!pasukan kita sudah banyak yang gugur,apa yang harus kita lakukan?!".Teriak seorang polisi dengan keringat menyembur.


"Jumlah mereka memang sedikit,tapi mereka semua jitu dalam menembak!sebaiknya kau tarik kembali pasukan mu!". Teriak sang inspektur.


"Tapi inspektur..".


"Lakukan!!!". Tegas Inspektur tersebut.


"Siap pak!semua pasukan A39 mundur! ". Perintah seorang polisi kepada pasukannya,


dan beberapa saat kemudian suara letusan tembakan menghilang,terdengar langkah kaki dua orang anggota kepolisian.


" Mau apa polisi bodoh itu mendekat?!".Celah salah satu penjahat dengan mendengus kesal."Biar kulobangi kepala mereka". Segera penjahat itu membidik.


"Tahan tembakan mu Danu, jangan gegabah". Halau seorang teman sesama bandit tersebut,Danu pun mengikuti arahan temannya.


"Hei keluar!,lebih baik kalian menyerah". Teriakan inspektur dengan nada sedikit menahan amarah.


"Inspektur..jangan memancing emosi mereka,kita tidak tahu apa yang sudah mereka rencanakan,mereka sangat berbahaya".


"Hei kombes Broto saya lebih tahu dari anda,lebih baik kau diam saja mereka hanyalah cecunguk,sampah tak berguna!".


"Siap Inspektur".kombes Broto hanya diam tak menyelah atasannya itu ke khawatirannya pun dia tepis,mereka berdua berjalan perlahan mendekati para penjahat itu.


"Ternyata mereka adalah Subroto dan Inspektur brengsek Bramantyo ,sialan! ".Ujar salah satu penjahat yang mengintip di balik dinding rumah yang sudah hancur dengan dengusan kesal bak seekor banteng yang siap menyeruduk.


"Apa broto?!ha.ha.". Raut wajah kecewa terpatri di muka pria tersebut. "Tak kusangka selama ini Broto menghilang untuk menjadi seorang polisi, Ben dia mengkhianati kita, Broto pasti tahu cara kita untuk melarikan diri,biar ku habisi dia sekarang". Danu menodongkan pistol dan membidik ke arah Broto.


"Jangan dulu".Ben mengahalangi pistol itu dengan tangannya."Jangan dia tak sepintar itu,dia di bawah perintah Inspekturnya jadi dia tidak bisa melakukan apa-apa tanpa perintah si Inspektur ". Jelas Ben.


"Jadi apa yang harus kita lakukan? Semua pasukan kita sudah tewas, hanya tinggal kita berdua,aku tak mau mati sia-sia di sini ".

__ADS_1


"Tenanglah kita ikuti saja dulu permainan mereka, ayo kita muncul ".


Para penjahat itu keluar dari persembunyian


Tanpa rasa takut,mereka memang sudah terlatih dengan situasi seperti ini, mereka bertatapan dengan dua orang kepolisian yang dari tadi menjadi musuh perangnya malam ini.


"Akhirnya kalian muncul juga". Senyum mengembang di raut muka Inspektur Bram ,terlihat dua penjahat itu sedikit mengkerutkan dahinya.


"Kalian berdua apakah tidak lelah terus-terusan menjadi sampah negara? Sebaiknya kalian menyerahkan diri dengan baik-baik jangan ada pertumpahan darah lagi".Tegas Inspektur Bram yang hanya di tatap remeh oleh kedua penjahat berbahaya itu.


Sementara itu Broto menatap dua orang yang dia kenal selama ini,begitu juga Danu dan Ben sekilas melihat dengan sinis ke arah Broto, dengan sedikit gelisah dia menggenggam pistol di tangannya untuk berjaga-jaga.


"Pasukan tembak!!! ". Bram menyadari bernegosiasi dengan penjahat tersebut tak akan menemukan titik terang, para penjahat itu tak akan menyerah begitu saja,pasukan yang selama ini bersembunyi keluar, setelah aba-aba dari Inspektur bram terdengar.


DOR..DOR..DOR..!!


Suara tembakan kembali menggema di malam itu.


"Kurang ajar".Danu berdecak kesal atas serangan mendadak dari sekelompok polisi segera ia mengambil pistol nya yang ia sembunyikan di belakang pinggangnya.


Danu menembakan pelurunya ke arah sang Inspektur,namun Kombes Bram menyadari dengan segera menendang sang Inspektur yang berada di sampingnya, tembakan itupun meleset dengan cepat Broto membalas tembakan itu yang tepat menembus dada Danu melihat kejadian itu mata Ben terbelalak besar dia tak menyangka dengan apa yang sudah ia saksikan.


Danu terhempas ke tanah, darah segar mengalir deras di tubuhnya. Dengan sedikit mengerang dia berusaha bangkit melawan namun dia sudah lemah kehilangan banyak darah, pistol pun terlepas dari tangannya.


"Danu...".Segera Benyamin berlari ke arah Danu sembari menembaki pasukan kepolisian yang sedari tadi menyerangi mereka berdua". Kumohon bertahanlah Dan". Ben berusaha menahan pendarahan di dada sang sahabat dengan tangannya, di pangkunya Danu yang sekarat.


"Kamu jangan mati Danu". Ucap Benyamin dengan lirih dan berusaha menekan pendarahan di dada itu,tangan lemah penuh darah mencoba menggenggam tangan Benyamin.


"Jaga anakku".Ujar Danu dengan nafas tersengal."Kau didiklah dia agar bisa seperti mu Ben uhuk..uhuk". Darah segar keluar dari mulut pria sekarat itu, kembali ia melanjutkan."Balaskan dendam ku ini". Danu pun menghembuskan nafas terakhirnya.


Ben mengangguk menyetujui keinginan terakhir sahabatnya dengan raut wajah merah padam menahan kesedihan dan kekecewaan.


"Trek". Suara pistol yang sudah tertodong di kepala Benyamin yang masih memangku mayat Danu.

__ADS_1


"Puas kau Broto,ayo tembak saja,tembak saja aku!". Teriak Benyamin.


Broto hanya terdiam dengan tangan yang masih menodongkan pistol di kepala Benyamin, dia juga merasakan penderitaan kehilangan Danu.


"Kenapa kau takut? Ayo tembak aku! Kenapa kau diam?! Ayo lakukan habisi aku seperti kau menghabisi teman kita ini! ". Ben yang berdiri di hadapan Broto dengan mata merah menyala menekankan kepalanya kuat di ujung mulut pistol yang di pegang Broto.


"Aku bisa saja menghabisi mu Ben". Lirih Broto. "Tapi kau saudara ku Ben". Broto memalingkan matanya ke arah Danu yang terkapar terlihat kesedihan di wajahnya.


"Saudara?hahah saudara macam apa kau pengkhianat, kau..kau lucu sekali setelah kau menghabisi temanmu sendiri kau berani menyebut persaudaraan! kau sudah membunuh Danu, tak pantas kau sebut kata persaudaraan brengs*k!".Benyamin memaki berteriak di hadapan Broto yang masih mengarahkan pistol ke arah dirinya.


"Se-sebaiknya kau pergi Ben sebelum aku.. ". Belum selesai Broto melanjutkan omonganya Ben langsung memotong.


"Sebelum apa Broto ? Kau tahu Om Ditto meninggal gara-gara memikirkan mu menjadi seorang polisi, dia mengadopsi kita dari jalanan untuk meneruskan bisnisnya ini!". Ben menghempas nafas berat."Tapi kau? hah lihat yang kau lakukan kau malah mengecewakannya! ".Mendengar itu Broto sedikit bergeming dia tidak tahu apa yang terjadi setelah kepergian dirinya waktu itu, kembali Ben melanjutkan ceritanya.


.


.


.


.


.Bersambung...


Like komen dan subrek😌


Saya hanyalah penulis baru maafkan saya readers apa bila kurang menarik atau ada typo makasih buat yang baca💕😍


Fyi coy :


* pangkat Irjen Pol atau Inspektur jenderal polisi adalah pangkat tertinggi no 3 di kepolisian. Pangkat Irjenpol setara dengan Mayjen atau Mayor Jenderal di TNI. pangkat yang disematkan adalah bintang dua warna emas.


Jabatan ini umumnya disandang oleh Kapolda atau kepala kepolisian daerah di wilayah-wilayan polda tipe A.

__ADS_1


* Kombes atau komisaris besar adalah pangkat tertinggi no-5 di kepolisian atau tertinggi di golongan Perwira Menengah atau PAMEN. Sebelum tahun 2001 pangkat Kombes disebut Kolonel sama seperti di TNI.


Tanda pangkat kombes adalah 3 bunga bersudut 5 atau melati 3. Umumnya kombes memegang jabatan wakapolda atau kapolrestabes.


__ADS_2