
Di sebuah Bar tampak seorang wanita cantik dengan baju sexy bewarna merah mencoba berlari dari kejaran dua orang pria berbadan besar, wanita itu tampak menahan tangis, raut mukanya terlihat ketakutan yang besar ia berani mendobrak keluar dari pintu vvip itu hingga dirinya di kejar.
"Hei gadis sialan kau jangan lari!Berhenti ".
Gadis itu hanya menoleh, ia dengan cepat berlari menuruni anak tangga di depannya.
" Ayo kejar gadis itu! Tinggu apa lagi kalian! ". Teriak pria dengan perut buncit yang sepertinya seorang pelanggan di bar itu.
Gadis cantik itu berusaha dengan cepat berlari di kerumunan orang-orang yang sedang asik bergoyang mendengarkan musik dj yang keras. Gadis itu menghentikan langkahnya dan melepaskan High-heels yang di pakainya.
"Heh itu dia, tangkap!". Ujar pria bertato itu saat melihat gadis yang mereka kejar di depannya.
Bugh!
"Sialan dasar kau pela*ur! Ku habisi kau". Maki pria itu tatkala ia menerima lemparan sepatu dari gadis itu.
Gadis itu hanya menatap sinis ia pikir laki-laki itu pantas menerimanya. Kemudian ia berlari keluar dari Bar itu, dua laki-laki itu kembali mengejarnya.
"Ahhh kenapa mereka tidak melepaskan ku!".Rintih gadis itu ia masih berusaha lari. Ia pun bersembunyi di balik tembok saat mendengar suara orang-orang yang mengejarnya mulai menyusul.
"Sialan lari kemana gadis itu! Cepat sekali menghilang ". Ujar lelaki bertato itu matanya mencari keberadaan gadis itu. Mata pria itu tiba-tiba menyipit saat melihat bayangan di balik tembok gedung di depannya.
"Gadis bodoh bersembunyi saja tidak bisa". Pria itu mencuil lengan temannya dan menunjuk ke arah pantulan bayangan di tembok itu, terlihat senyum jahat kedua pria itu, mereka pun melangkah mendekati.
" Sepertinya mereka sudah tidak mengejarku lagi, aku harus segera lari ". Ketika gadis itu hendak melangkah keluar dari bilik tembok itu tiba-tiba saja dia di kejutkan dengan seringai mengerikan dari dua orang yang tubuhnya jauh lebih besar.
" Aaahhhhrrrgg". Pekik gadis itu ia terduduk lemas saat dirinya berhadapan dengan kedua lelaki itu,"Aku mohon le-lepaskan saya tuan". Rintih gadis itu memohon dengan tangan menangkup .
"Kau berhenti menyusahkan kami sudah sering kau kabur seperti ini!". Ucap lelaki itu seraya menarik kencang rambut gadis itu hingga terdengar ringisan kesakitan dari mulut sang gadis.
"Sudah cepat bawa dia". Perintah temannya kepada lelaki yang memegang erat rambut gadis itu dengan sigap gadis itu menendang kejantanan milik lelaki itu.
"Ahhh bangs*t kau jal**g!". Caci pria itu menahan sakit tendangan gadis itu hingga ia terduduk,menahan "miliknya" yang sakit.
"Kau berani sekali, cewe murahan".
PERR!
Pipi gadis itu menjadi merah saat dirinya di tampar oleh teman pria itu, hingga ia sedikit terisak menahan pedas dan perihnya tamparan itu. Dengan cepat lelaki itu menangkap tangan gadis yang terduduk karenanya.
"Jika kau menurut kau tak akan sampai begini ". Tukas lelaki itu seraya mencekram kuat tangan lembut gadis itu.
" Ahhhhh..!!! Gadis sialan keterlaluan ".Rutuk laki-laki itu saat tangannya di gigit oleh gadis itu.
Gadis itupun mendorong lelaki itu hingga terlentang menimpa temannya yang lain yang masih menahan sakitnya tendangan di kejantanannya.
" Rasain! ". Gadis itu berlari keluar dari himpunan tembok itu.
__ADS_1
BUGH!
Tubuhnya menabrak dada seorang laki-laki sehingga tangannya tak sengaja meraba dada bidang lelaki itu yang terasa sekali keras karena rajin berolahraga. Gadis itupun menoleh ke arah muka lelaki yang lebih tinggi darinya hingga ia sedikit mengangkat dagunya. Terlihat rahang yang tegas mata yang sipit dan bibir yang sensual.
"Tu-tuan maafkan saya, saya tidak sengaja sa-saya.. ". Gadis itu terbata-bata seraya melepaskan tangannya yang menempel di dada pria itu.
Sepertinya laki-laki ini bisa membantuku! Ia sepertinya orang baik.
" To-tolong saya tuan, saya mau di bawah oleh orang jahat untuk melayani lelaki tua di Bar itu, tolonglah saya tuan selamatkan saya". Rintih gadis itu dengan air mata berderai di pipinya. Laki-laki itu hanya diam dan menatap manik mata gadis itu.
" Hey gadis bodoh mau lari kema.. ". Pria itu berhenti berkata saat melihat gadis itu bersama lelaki lain.
Wajah lelaki itu menyeringai matanya memerah, tangannya menggepal erat menatap dalam seperti hendak membunuh kedua orang itu.
" Tu-tuan itu mereka tuan! tolong saya tuan". Tunjuk gadis itu ke arah dua lelaki yang menatap tajam ke arahnya.
"Kau tunggu di sini!". Ucap Laki-laki itu seraya melangkah mendekati kedua pria itu.
Syukurlah tuhan mengirimkan penolong untuk ku.
"Awas mereka berbahaya, berhati-hatilah jangan sampai tuan terluka". Ucap gadis itu dengan tatapan khawatir. Setidaknya dia ada harapan untuk bisa selamat dari dua orang itu, namun ia juga tidak menginginkan pria yang menolongnya terluka.
"Tenang saja aku lebih pandai melukai!! ".
Gadis itu tersenyum dan menatap punggung belakang pria itu.
BUGH!
BUGH!
Tendangan mendarat ke kepala pria yang menatap temannya yang tersungkur, tak ada niatan membantu temannya yang tadi di pukuli.
Bertubi-tubi pukulan dan tendangan melayang di tubuh kedua pria itu.
"Kalian tidak becus, menjaga wanita saja tidak bisa! Dasar sampah tidak berguna! Bagaimana kalau gadis itu berhasil lari hah?! Bisa-bisa warga atau polisi mencurigai bisnis kita bangs*t!". Lelaki itu memaki dan mencaci kedua pria itu sembari menendangi kedua pria itu.
Mata gadis itu terbelalak besar mulutnya terbuka lebar, dadanya merasa sesak ia terduduk lemas saat mendengar makian lelaki itu yang sepertinya sudah akrab dengan kedua pria itu. Bukankah itu penolongnya atau dia salah menyangka bahwa lelaki itu datang menyelamatkannya.
Air matanya mengalir deras suara isak tangisnya terdengar memilukan.
"Habis sudah! Aku akan habis oleh mereka, aku akan habis! Ya tuhan ku pikir kau mengirimkan penyelamat untuk ku tapi kau malah mengirimkan orang yang sama saja seperti mereka". Gadis itu mengeluh dengan isakanya, tanganya menagkup wajahnya.
Pria itu menoleh ke arah si gadis ia mendengar rutukan dan tangisan pilu dari gadis itu.
"Bangun kalian! Bawa gadis itu kembali ke dalam sebelum ada orang yang mendengar".
Kedua pria yang babak belur itu bangkit dan mendekati gadis itu, mereka memaksa gadis itu berdiri.
__ADS_1
"Kau penipu!! Aku menyesal telah berharap kau membantu ku! Bodoh sekali aku memikirkan dan mengkhawatirkan mu, harusnya aku mengkhawatirkan diriku sendiri dari cengkraman kep*r*t seperti kalian! ".
Mendengar cacian gadis itu membuat pria itu sedikit sesak dia pun mendekati gadis itu dan mencekram rahang gadis itu.
" Wanita seperti mu tidak pantas memakiku!". Pria itu menatap tajam manik mata gadis itu, gadis itu juga menatap dengan tajam tapi sedikitpun tidak terlihat ketakutan di matanya.
"Cuih, rahim wanita mana yang melahirkan orang seperti mu! Sungguh rugi jika jadi wanita itu! ". Gadis itu menghardik dan meludahi muka lelaki itu. Sehingga terlihat jelas kemarahan di raut muka lelaki itu.
PAR!
Pria itu menampar gadis itu hingga bibir gadis itu berdarah.
"Jaga bicaramu itu!,jangankan wajah wanita yang melahirkan ku, namanya saja akupun sudah melupakannya". Ujar lelaki itu dengan muka merah padam matanya menatap tajam gadis itu yang kemudian membuat mata gadis itu menatap dengan nanar.
"Cepat bawah dia!!! ". Perintah pria itu,Gadis itu melihat dengan tatapan penuh arti ke arah pria itu.Yang tak lain adalah Danu.
Kenapa kau Danu! Kenapa kau menyesali perbuatanmu! Dia pantas mendapatkan tamparan dari mu!
Danu tersungkur di tanah dengan kaki terlipat, ia seperti menyesali dengan apa yang terjadi, ada perasaan sesak dan perih di dadanya, ia menatap tangannya. Lalu kemudian memukul-mukul kepalanya sendiri.
**
Kedua lelaki itu terpundur mereka kaget dan kemudian menatap ke arah tangan yang menahan pundak mereka.
"Sialan kau mengagetkan saja! kalau mau gabung bilang saja dasar". Caci lelaki pada orang tadi yang menahan mereka.
"Cih lagi pula kita belum menyentuhnya. Kau mengganggu saja!". Timpal lelaki yang lain.
Sementara gadis itu menatap dengan kosong bulir air mata mengalir, bibirnya bergetar tangannya menahan dadanya.
Tadi dua, sekarang tiga laki-laki brengsek habislah aku, Ya tuhan jangan seperti ini.
"Kalian ini segera habisi saja! Bukan saatnya untuk menikmati hal seperti ini!, kita harus segera menolong bos, bos pasti kewalahan melawan mereka! ". Ujar lelaki itu, lelaki itu pun menatap gadis yang sedang menangis itu dengan seringai mengerikan hingga gadis itu bergetar ketakutan.
.
.
.
Bersambung..
Maaf kalau ada kesalahan kata dan banyak typo tersebar maklum saya hanyalah penulis baru yang menemukan wadah untuk hobinya.
Jangan lupa like komen dan subrek(love)😌
.
__ADS_1