
Setelah beberapa lama Raina asik becerita kemudian dia meminta sang Papa untuk ke makam Mamanya.
" Pa kita ke makam Mama dulu ya,Raina rindu beliau". Raina tersenyum getir tersirat kerinduan di dalam dadanya kepada mendiang Mamanya.
"Iya sayang kita kesana". Broto memeluk kembali anaknya yang kelihatan sedih setelah tadi asik becerita dengan muka riangnya,"Pak ke Tpu dulu ya". Pinta broto pada sopirnya.
Mobil pun melaju ke tempat Tpu tersebut yang memakan kurang lebih 1 jam-an itu.
Roby yang duduk di samping Raina sedikit melirik ke arah sang Papa dan adiknya itu teurai senyum di bibirnya dia merasakan kerinduan yang sama halnya di rasakan si adik, ingin dia menimpali pelukan kepada Raina agar Raina tidak terlalu bersedih akan kerinduan kepada Mama mereka, namun Roby enggan melakukan itu semua lirikannya saja sudah cukup untuk mewakili simpatinya kepada sang adik, kembali ia asik bermain dengan handphonenya.
Broto menyadari Roby memperhatikan mereka berdua, puteranya itu memang sosok yang jaim dan tertutup hubungan mereka berdua memang sangat dingin maklum saja sesama lelaki memang memiliki ego yang tinggi.Broto mengencangkan pelukannya kepada Raina yang rupanya sudah terlelap itu,mungkin karena kecapean melakukan perjalanan jauh antar luar negeri.Broto pun menyandarkan kepalanya di jok mobil tiba-tiba saja Broto teringat masalalunya.
**
Malam itu Broto gelisah bolak balik di koridor rumah sakit.Ia menunggu sang istri lahiran anak kedua mereka, ia harap-harap cemas dengan keadaan sang istri yang terdengar meraung-meraung menahan sakitnya proses persalinan.
Semoga istri dan anak hambah selamat,Ya Tuhan berikanlah kekuatan untuk istri hamba .Batin broto.
Suster yang menemani persalinan istrinya keluar menemui Broto yang sibuk mondar mandir.
"Pak Broto ".Suster itu menepuk pundak Broto yang langsung berbalik menghadap suster tersebut.
"Pak, istri anda sangat lemah sebaiknya anda masuk ke ruangan saja". Pinta suster yang langsung di iyakan Broto.
Broto mengikuti suster itu dari belakang perasaannya sangat gelisah dia takut istrinya dan bayinya kenapa-kenapa. Sesampainya di ruangan Broto langsung menguatkan sang istri yang lemas,di samping istrinya ada kakak ipar Broto yang menjaga dan menemani proses persalinan si istri karena Broto tidak berani untuk melihat jalannya persalinan, waktu istri melahirkan anak pertamanya pun dia tak menemani namun dia tetap mendoakan keselamatan sang istri dan bayinya.
"Sayang,Mas ada di sini ". Broto mengelus rambut istri yang nampak berantakan,"Kamu pasti kuat ya sayang". Broto mengecup kening sang istri. Air mata wanita itu mengalir melihat suaminya masuk seakan memberikan kekuatan pada dirinya tetapi dia sulit untuk berbicara.
Sementara itu Dokter yang membantu persalinan terus menerus mengarahkan istri Broto untuk memberikan dorongan supaya bayinya keluar.
"Ayo buk,tarik nafas".
"Hembuskan buk, tarik lagi".
"Ayo buk bayinya sudah keluar kepala sedikit lagi buk, 1.2.3 tarik nafas buk hembuskan".
"Kamu bisa sayang, mas ada di sini ayo". Broto sangat kuat mengenggam tangan sang istri yang juga erat mencekram si suami.
Akhirnya terdengar suara tangisan bayi menggema di ruangan itu. Senyum nampak jelas tersirat di wajah Broto ia pun melihat sang istri yang dari tadi berjuang mempertaruhkan nyawanya demi si buah hati.
__ADS_1
"Anak kita telah lahir sayang, terimakasih sayang".Broto menciumi kening dan pipi istrinya,wanita itu hanya tersenyum bahagia dengan muka pucat nya.
"Selamat ya Mir anak mu cewe". Ujar sang kakak yang dari tadi menemani persalinan.
"B-boleh aku menggendongnya kak?".Pinta Broto.
" Ini hati-hati, kebetulan kakak juga mau menemui Roby kasian dia dari tadi di tinggal sendiri sama mas Aji".Tukas kakak ipar Broto.Broto pun memapah si bayi yang putih mungil dan lucu.
"Lihat sayang anak kita perempuan". Ujar Broto seraya menunjukkan bayi mungil itu kepada istrinya.Sang istri yang masih di urusi beberapa perawat nampak tersenyum dan lega melihat si anak yang telah lahir. Keadaan wanita itu sangat lemah dia pun mencoba berbicara kepada suaminya itu.
"Sa-sasayang,jaga anak kita ya ". Ucap wanita itu terbata dengan air mata yang mengalir deras di pipinya, mendengar ucapan itu membuat Broto khwatir matanya terbelalak.
"Sayang.. hei kita bisa jaga anak-anak kita bersama". Tukas Broto dengan nada senduh ia masih memapah bayinya.
Nampak si istri makin lemah dan lemas matanya terpejam bibirnya bergerak hendak menyampaikan kata namun kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi, suster yang merawat pun segera memasang alat pernapasan.
"Maaf pak anda harus keluar dulu istri anda biar kami tangani dulu".Pinta sang suster, selang berapa menit dokter yang membantu persalinan pun masuk keruangan itu.
Broto gelisah dan memanggil kakak ipar nya yang menjaga Roby, sementara bayi yang baru lahir tadi juga sudah di tangan suster untuk di urus.
"Kak istri ku kenapa kak dia kenapa kak?". Mata Broto memerah menahan air mata yang siap tumpah.
" Istriku kak dia..dia di.. ". Broto terbata-bata yang membuat kakak ipar nya bingung dan ikutan was-was.
Tiba-tiba pintu ruangan pun terbuka.Broto dan kakak ipar nya menoleh ke arah sang Dokter yang sedikit pun tidak menunjukkan muka yang ingin menyampaikan kabar baik.
Segera Broto dan kakak iparnya yang menggandeng Roby berlari pelan mendekati sang Dokter.
"Gimana Dok? Gimana adik saya? ".Tanya kak Marti.
" Cepat Dok, katakan keadaan istri saya". Timpal Broto dengan wajah serius dan mata memerah.
Dokter itu hanya menggelengkan kepala pertanda mereka tidak berhasil menyelamatkan istri Broto.
"Maafkan kami pak, kami sudah berusaha sekuat mungkin untuk menyelamatkan istri anda" .Ujar sang dokter yang membuat mata Broto dan kakak iparnya terbelalak lebar, tangis kak Murti pun pecah mendengar kepergian sang adik sedangkan Broto masih terpaku dengan mata terbuka lebar mulutnya terkunci bahkan air mata yang dari tadi ia tahan supaya tidak turun pun jadi jatuh bak derasnya air hujan. Pikirannya melayang perasaannya hancur dia tak menyangka istri tercinta meninggalkanya dengan dua orang anak,bahkan istrinya pun belum sempat menyusui bayinya yang baru saja ia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawa sungguh membuat Broto tak bisa lagi mendeskripsikan perasaannya.
"Papa Loby mau mama". Tiba-tiba Roby kecil yang kalah itu berusia 3 tahun membuyarkan Lamunan dan kesedihan Broto ia tersadar ini bukan saatnya ia mengeluh dan rapuh di hadapan anaknya.Ia pun menggandeng Roby keruangan tempat istrinya berada.
Perlahan dengan langkah yang lemah Broto berusaha menemui istrinya yang sudah pergi selamanya meninggalkan dirinya dengan kenangan manis masa lalu di letakanya Roby di samping istrinya.Sementara itu keluarga dari sang istri sudah menerima kabar dan sudah ada ibu mertua dan beberapa kerabat yang lain juga ada sebagian tetap di rumah duka untuk menyiapkan keperluan pemakaman dan penyambutan jenazah nanti.
__ADS_1
Tangis pilu pecah di dalam ruangan itu!
"Pa Mama tenapa ngak buka mata, Mama begadang ya pa makanya Mama ngak bangun tidur, kayak Loby yang uka bangun telat, Mama ayo bangun ". Kicau Roby yang tak mengerti kala itu membuat orang di sekitarnya makin piluh dan bersedih, Broto hanya tersenyum getir di hadapan anaknya itu yang tak tahu Mamanya pergi selamanya meninggalkan dirinya Papa dan adiknya dia tak dapat berkata lagi semuanya sudah ia serahkan kepada sang khalik.
***
Broto terhenyak tersadar dari Lamunan kenangan masalalunya segera ia menghusap air mata yang tak ia ketahui mengalir sendiri,ternyata tanpa sadar selama ini ia tertidur.
"Papa udah bangun tuh kita udah mau sampai". Ujar Raina kepada Broto yang masih mengusap air mata yang sedikit mengalir.
"Oh iya sayang, duh papa ketiduran ".
" Loh pa kok mata Papa merah? ". Tanya Raina.
" Oh mungkin karena Papa tiba-tiba bangun jadi mata Papa memerah". Ucap Broto.
Merekapun telah sampai ke tempat kuburan mendiang istri serta Mama tercinta keluarga itu.
Sesampainya di sana..
"Halo Mama, Rain pulang, apa kabar Ma?maaf ya Ma Rain udah lama nggak menjenguk Mama, abisnya Raina sibuk kuliah Ma ini pun Rain bisa pulang karena libur semester,Mama Rain rindu. Mama pasti cantik sekali ya Papa sering cerita tentang Mama,meskipun Rain tidak pernah melihat secara langsung muka Mama tapi foto-foto Mama memperlihatkan Mama itu sangat cantik Rain ingin kayak Mama, doain Rain sukses ya Ma,Papa sehat dan kakak segera menikah haha tolong sampaikan ke tuhan ya Ma, Mama yang tenang di sana ya we love you mom". Ujar Raina berbicara di batu nisan Mamanya, Roby dan Broto tersenyum mendengar ocehan gadis cantik itu.
Sayang lihatlah anak kita semua sudah besar tampan dan cantik semua,sekarang puteri kita sudah dewasa dia mirip sekali dengan mu.
Setelah menghanturkan do'a dan menaburkan bunga Broto dan keluarganya pun beranjak pulang ke rumah.
.
.
.
.
. Bersambung..
Maafkeun saya hanyalah penulis baru maklum kalo ada kata yang salah dan typo dimana-mana.
Jangan lupa like komen dan subrek😌
__ADS_1