
Kenzo dan Raina telah sampai ke tempat tujuan. Raina di ajak oleh Kenzo ke sebuah pulau pribadi milik keluarga Kenzo, pulau itu sepi karena jauh sekali dari pemukiman.
Raina turun dari mobil,matanya menangkap keindahan yang luar biasa di malam hari itu. Lampu redup di setiap sudut pulau itu menambahkan kesan exsotis.
" Tempatnya indah ya Ken". Ujar Raina saat menikmati pemandangan yang menyegarkan mata itu, walaupun di malam hari namun pesonanya tetap terasa.
" Iya, ini tempat pribadi aku dan keluarga biasa ngumpul, ngabisin waktu bersama saat luang. Kau menyukai tempat ini?". Jelas Kenzo.
" Hemm iya sangat suka,sepertinya di siang hari jauh lebih indah pemandanganya, eh itu villa? ".
"Yaps betul sekali, Oh iya itu villa milik Daddy, di situ nanti bakal jadi tempat aku dan calon istri aku bakal habisin waktu ". Kenzo menjelaskan pada Raina, seraya terus berjalan menikmati hamparan pohon yang hijau dan hempasan deruhnya air serta hembusan angin malam yang terasa sejuk.
Raina hanya mengangguk mendengar penjelasan Kenzo, matanya terus menikmati keindahan tersebut.
"Ken apa harus ya para bodyguard itu terus-terusan mengikuti kita. Aku merasa tidak bebas ". Keluh Raina saat merasa risih dengan kehadiran 4 orang bodyguard yang terus mengikuti mereka.
" Rain,ini semua untuk keselamatan kita, mungkin Papa mu tidak mau kau kenapa-kenapa, udah kita anggap saja mereka tidak ada ". Jelas Kenzo tersenyum, " Bagaimana kalau kita duduk di situ ". Imbuh Kenzo seraya menunjuk sebuah kursi yang menghadap ke arah laut.
Raina mengangguk mengiyakan, mereka berdua pun melangkah menuju kursi tempat bersantai tersebut. Perjalanan mereka pun kembali hening tidak ada lagi pembicaraan di antara keduanya. Sedangkan ke 4 orang bodyguard itu tetap mengikuti seakan tidak perduli yang di awasi merasa terganggu, yang terpenting bagi mereka adalah keselamatan kedua orang di depan mereka itu.
" Aku pingin sekali Ken, hidup seperti orang lain yang bebas tanpa perlu merasa diawasi". Ujar Raina membuka kembali pembicaraan. Kenzo tersenyum lalu membalas ucapan gadis cantik itu.
"Hahah aku juga sama Rain, kadang aku pingin seperti burung-burung yang terbang bebas di alam, mengepakkan sayapnya menentukan arahnya sendiri ". Kenzo berucap dengan nada senduh.
Raina hanya membisu mungkin tidak menyangka sosok seperti Kenzo juga merasa terkekang.
Tiba-tiba dering handphone Kenzo berbunyi. Segera Kenzo mengangkat telepon tersebut.
" Iya hallo, ada apa Dad? ".
"Kenzo kau dimana? Segera pulang saat ini juga! ". Ucap Bram dengan nada tergesa-gesa.
Kenzo merasa bingung dan menanyai lagi.
"Ada apa? coba Daddy tenang dulu".
"Sudah jangan banyak tanya, sebaiknya kau pulang saja dulu sekarang! Nanti Daddy akan jelasin di rumah".
Kenzo semakin bingung, tentang apa yang terjadi, dirinya masih betah berduaan dengan Raina,walaupun ada bodyguard yang menjaga mereka.
"Dad, bentar lagi ya kita pulangnya ". Kenzo sedikit berbisik di teleponnya . Raina hanya menatap penuh tanya ke arah Kenzo yang sibuk mengobrol di telepon.
__ADS_1
" Tidak bisa! kalian dalam bahaya, kalian mungkin sedang di awasi saat ini! ". Ketus Bram pada Kenzo.
" Ya gak mungkin Dad, orang-orang kan tidak tahu tempat ini, lagian juga ada bodyguardnya Om yang jagain kita". Jelas Kenzo berharap untuk Daddy nya mengerti.
"Daddy baru saja selesai menginvestigasi kematian Roby dan ternyata Roby mati karena sengaja ada yang mencelakainya! Motornya terdapat bekas tembakan peluru, Raina ada bersamamu kan? ". Jelas Bram.
sontak membuat mata Kenzo terbebelalak mendengar kabar mencengangkan tersebut. Raina menjadi penasaran saat mendapati raut muka Kenzo berubah.
"Ya sudah sebentar lagi kami pulang ". Kenzo mengakhiri panggilan telepon.
" Kenapa Ken? Wajah mu terlihat cemas ".
" Rain ayo kita pulang, disini berbahaya". Ujar Kenzo langsung memegang erat tangan Raina.
"Ada apa Ken, apa yang terjadi ". Tanya Raina keheranan dengan tingkah Kenzo yang menjadi panik.
" Sudah nanti akan aku jelasin ". Kenzo mengabaikan pertanyaan Raina supaya Raina tetap tenang dan tidak ikut panik.
Merekapun berlari - lari kecil dengan diiringi oleh bodyguard di belakang mencapai mobil yang berada di depan.
Dor!
"Rain lari, bodyguard kita mati di bunuh, biar aku yang mengurus di sini ". Perintah Kenzo pada Raina.
" Lalu kau bagaimana? ". Tanya Raina khawatir.
" Raina aku bisa jaga diri, kau segeralah lari dari sini ".
Beberapa orang datang menunjukkan dirinya pada Raina dan Kenzo, mereka sudah lama mengintai dan bersembunyi.
" Rain cepat lari! Biar aku yang urus mereka!". Kenzo menyuruh Raina untuk segera menyelamatkan diri. Dengan cepat Raina berlari dengan perasaan sedikit ragu meninggalkan Kenzo sendirian menghadapi orang-orang jahat itu.
"Yang lain kejar gadis itu, sisanya kita urus yang satu ini ". Ketus seorang di antara mereka.
Tiga orang lelaki berusaha mengejar Raina, sedangkan beberapanya mengurus Kenzo.
" Mau apa kalian mengganggu kami, kalau kalian berani ayo selesaikan dengan tangan kosong ". Kenzo menantang, Kenzo berusaha melawan dengan tangan kosong karena dia tidak membawa senjata apinya.
Seseorang tersenyum licik yang tak lain adalah Rico. Rico memerintahkan teman-temannya untuk melawan Kenzo.
Terjadilah pertarungan Kenzo melawan beberapa orang jahat itu. 4 orang mengelilingi Kenzo, dan salah satu dari mereka pun menyerang dengan cepat Kenzo menangkis pukulan dari lelaki itu, kemudian Kenzo menendang dada lelaki itu hingga terpundur. Lelaki satunya pun berusaha meninju Kenzo namun masih sama Kenzo dapat mengelak.
__ADS_1
Pertarungan Kenzo dan ke 4 lelaki itu dapat dia seimbangi, walau hidungnya sedikit mengeluarkan darah akibat pukulan dari orang-orang itu.
Satu lelaki terakhir terlentang dengan penuh memar akibat pukulan dari Kenzo. Kenzo berusaha meninju lelaki itu namun dengan cepat Rico yang dari tadi diam menyaksikan pertarungan itu menendang tubuh Kenzo dari samping hingga Kenzo terpental.
"Sialan! Cih ". Kenzo mengrutu saat dirinya di serang tiba-tiba oleh Rico.
" Kau lumayan juga, ayo lawan aku ".Tantang
Rico dengan seringai tajam ke arah Kenzo yang masih terlentang.
Kenzo menatap dengan tajam, ia pun berdiri dengan tubuh yang sudah kewalahan melawan 4 orang sebelumnya.
Terjadilah pertarungan antara Rico melawan Kenzo. Tak berapa lama Kenzo terpental babak belur oleh Rico yang ahli bela diri . Kenzo yang sudah lelah kewalahan menyeimbangi kekuatan Rico.
Bugh!
Kenzo menendang pipi Rico, hingga memerah di buatnya. Rico pun membalas dengan pukulan bertubi-tubi ke wajah putih Kenzo. Kenzo menjadi terkulai tak berdaya.
"Uhuk- uhuk.. B*r*ngs*k". Maki Kenzo dengan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Rico memandang remeh Kenzo yang terlentang dengan darah mengalir dari mulut. Ia menekan leher Kenzo dengan kakinya hingga Kenzo terlentang tak berdaya.
"Sekarang kau pulang sebelum aku menghabisi mu ".
Kenzo terbatuk-batuk, Rico menjauhkan injakanya pada leher Kenzo. Kenzo berusaha bangkit perlahan kemudian dia berdiri dengan keadaan lemah. Ia menatap Rico dengan dalam lalu dengan lunglai berjalan menuju mobilnya. Kenzo pun terpaksa pulang meninggalkan Raina yang masih di kejar oleh orang-orang Rico.
Maafkan aku Rain. Tunggulah aku akan segera mengirim bantuan untuk mu, ku mohon bertahanlah!
Kenzo membatin lalu kemudian pergi meninggalkan Raina.
.
.
.
.
. Bersambung..
Jangan lupa like, komen, dan subrek/tekan tombol love💕😌
__ADS_1