
Di markas sudah terkumpul seluruh anak buah Mr.Ben. Di sebuah ruangan besar mansion itu sudah di penuhi puluhan anak buah Mr.Ben yang duduk santai namun serius di kursi ruangan tempat pertemuan mereka untuk melakukan perencanaan dan pembicaraan penting. Lucu bukan kelompok mafia saja sudah melakukan rencana dengan begitu serius bak sebuah rapat paripurna anggota Dpr yang kadang masih saja terdapat wakil rakyat yang mengantuk.
Setelah semuanya nampak telah berkumpul.
Mr.Ben memasuki ruangan itu suara yang sebelumnya Sedikit riuh kembali senyap,para bawahan berdiri dan menundukkan kepala mereka pertanda hormat kepada Benyamin yang sudah berada di ruangan pertemuan tersebut.
PTAK!
Mr.Ben menghentakan tongkat naganya ke lantai, yang pertanda hormat bawahnya di terima sontak dengan suara tongkat yang menggema di ruangan itu kompak para bawahan duduk kembali ke kursi masing-masing. Mereka memang sudah sangat mengerti dengan hal itu tanpa Mr.Ben bersuara pun mereka sudah kembali duduk.
"Selamat datang semuanya". Suara Mr.Ben menggema keras. "Kalian pasti bertanya-tanya kenapa kalian di kumpulkan malam ini!, Baiklah tidak banyak basa basi lagi. Malam ini saya mengumpulkan kalian untuk misi yang besar bahkan ini adalah misi terbesar kita. Misi ini akan melibatkan banyak sekali aparat baik polisi maupun tentara. Maka dari pada itu saya memilih yang terbaik di antara kalian untuk melakukan misi ini". Ucap lelaki berjas hitam dengan suara tegas dan lantang, nampak perut sedikit buncit namun kharisma dan wibawanya tetap terpancar membuat siapapun segan padanya.
Terdengar bisikin halus antara sesama teman mafia di sampingnya setelah mendengar misi penting dari bos besar mereka.Anak buah Mr.Ben merupakan kelompok mafia handal di kota itu, bahkan beberapa di antaranya sudah melanglang buana di bisnis hitam internasional.
Mr.Ben memberikan kode kepada seorang wanita di sampingnya yang duduk dengan sebuah laptop dan proyektor, nampak layar Tv besar berbasis LED menyala tampak beberapa foto orang terlihat di layar itu. Menunjukkan gambar Inspektur Bramantyo dan puteranya serta Kombes Subroto dan dua anaknya.
"Kalian tahu orang ini dan ini". Ujar Mr.Ben sambil menunjuk dengan tongkatnya pada gambar wajah Bram dan Broto,"Dulu mereka berdua punya masalah besar dengan kelompok kita. Di malam itu saya dan Danu berhasil menjual narkotika dengan jumlah besar namun aksi kami ternyata sudah di pantau dan di ketahui oleh dua orang ini, ketika itu saya dan Danu sudah terkepung oleh pasukan polisi yang di pimpin oleh Bram dan di bantu Broto, mereka berdua mendekati kami yang sudah terpojok dan menawarkan untuk negosiasi kami mengikuti tawaran yang di beri Bramantyo. Setelah kami berdua keluar dari persembunyian bukannya bernegosiasi ,kami di sambut dengan tembakan atas perintah Inspektur bodoh itu".Mr.Ben menjelaskan cerita masalalu yang membuat matanya menjadi merah menahan luapan emosi yang tertahan puluhan tahun itu, kembali ia melanjutkan ceritanya,"Danu yang tak lain ayah Regi tidak terima atas perlakuan para polisi sialan itu,Danu melepaskan tembakan ke arah Bram tetapi tembakan itu meleset karena Bram di tolong oleh Broto. Dengan keahlianya Broto membalas tembakan Danu sahabatku yang juga adalah sahabatnya tepat mengenai dada Danu".
Benyamin menatap Regi yang terlihat menggertakan gerahangnya, urat tampak berjengkalan dari kepala Regi.
Kenapa ia tega membunuh ayahku yang juga adalah saudaranya bukan? Aku akan membalaskan semua ayah.
Gumam Regi di dalam hati dengan mengepal kedua tangannya.
Mr.Ben menghela nafas dan kembali melanjutkan omongannya, "Danu meninggal tepat di hadapanku, aku sangat kecewa atas apa yang di lakukan saudara angkat ku Broto. Maka dari itu aku ingin membalas dendam padanya! Apa kalian bersedia membantuku dan rela mati untukku?". Teriak Mr.Ben dengan tangan di angkat memegang tongkat kesayanganya itu.
"Siap Mr!!".
"Kami rela mati untuk mu Mr".
__ADS_1
"Kami siap Mr".
Teriakan dan sautan bersorak-sorai terdengar menggema di ruangan itu.
"Mr lalu apa tugas kami? ". Tanya seseorang dari arah samping.
" Pertanyaan bagus Key".Senyum menyeringai terpatri di muka Benyamin.
"Kalian lihat Foto dua orang ini, mereka adalah Roby dan Raina anak dari Subroto".
"Apakah kita harus membunuh mereka berdua Mr". Timpal Rico menyelah pembicaraan Mr.Ben.
"Ya benar sekali Rico tapi kita tidak semudah itu untuk menghabisi mereka,banyak sekali orang yang mengawasi mereka berdua, karena Broto tidak ingin anak-anaknya celaka".
"Lalu bagaimana Mr?". Tanya heran Rico.
"Tenang kita habisi saja dulu anak laki-laki ini, setiap malam ia selalu pergi keluar dari rumah tanpa pengawalan. Orang-orang papanya lengah untuk mengikuti pemuda ini yang memang gesit dan lincah sehingga sulit untuk di buntuti,malam ini kita habisi pemuda ini tapi ingat jangan sampai meninggalkan jejak. Tugas ini saya berikan kepada kau Rico dan beberapa yang lainya. Apakah kau siap Rico? ".Ucap Mr.Ben seraya menatap manik mata Rico.
"Lalu bagaimana dengan gadis itu Mr? ". Tunjuk Regi ke arah foto Raina," Apa yang harus kita lakukan padanya?! ". Tanya Regi kembali setelah sekian lama terdiam.
Mr.Ben menampakkan senyuman dengan deretan gigi rapinya mendengar pertanyaan yang di lontarkan Regi karena sejak tadi Mr.Ben menunggu pemuda itu menanyakan soal misi yang dia rencanakan.
" Gadis ini adalah tugas mu!".
"Tugas saya, apakah saya harus membunuhnya Mr?".Regi menajamkan pandangan matanya.
"Hahaha saya tidak menyuruh kau untuk membunuhnya". Tukas Mr.Ben, tampak Regi, Rico serta Keysha Bingung.
"Lalu apa yang harus saya lakukan padanya Mr.Ben ? ".
__ADS_1
Mr.Ben melangkah mendekati Regi dan menatap serius mata Regi.
" Kau harus mendekatinya, ini adalah puncak dari misi kita. Banyak hal yang dapat di lakukan gadis itu untuk kita nanti". Seringai jahat Mr.Ben terlihat menakutkan.
"Tapi Mr saya tidak pernah berurusan dengan wanita apa lagi harus mendekatinya
saya takut gagal Mr, lebih baik saya menghabisi anak laki-laki itu saja! ". Tunjuk Regi ke arah foto Roby.
" Saya tahu! Tapi tugas ini khusus untuk mu. Apa kau tidak mau membalaskan dendam ayah mu?!". Mr Ben meyakinkan Regi.terlihat muka gusar Regi.
Regi menghempas nafas, perlahan dia kembali menatap wajah Mr.Ben di hadapanya itu.
"Baik Mr.Saya terima tugas ini".
Lagi - lagi Regi yang mendapat tugas utama dari Mr, padahal sudah jelas ia tak bisa menaklukkan wanita,cih!.Gerutu dalam hati Rico.
"Ya sudah, Key kau ajari Regi cara mendekati wanita ". Pinta Benyamin pada Keysha yang di balas ulasan senyum manis di bibir Keysha.
" Baiklah Mr".Ucap Keysha.
"Ayo semua ikut saya kita habisi laki-laki itu".Teriak Rico kepada teman-temannya yang lain.
.
.
.
. Bersambung..
__ADS_1
Terimakasih yang sudah membaca maafkan saya readers yang hanya penulis baru tolong di maklumi kalau ada typo dan kesalahan dalam penulisan.
Jangan lupa like komen dan subrek😌