Blue Of Love

Blue Of Love
Panti asuhan


__ADS_3

"Rain!".


" Regi, kamu kok kaget gitu..? ". Tanya Raina pada Regi yang tadi sempat seperti ingin pergi.


" Kaget, aku kira siapa ".


Raina pun tersenyum, lalu turun dan mendekati Regi.


" Oh ya ada apa kau mau ketemu dengan ku?".


" Tidak penting sih, aku cuma mau ajak kau jalan-jalan saja". Jawab Regi lembut.


"Oh ya? Ayo! Aku mau sekali, tapi maaf ya.. Aku harus di awasi sama mereka ". Tunjuk Raina pada orang-orang berseragam di belakangnya itu, " Soalnya kata Papa ku, ini demi keselamatan ku". Lanjutnya.


"Oke, tidak apa-apa kok".


" Kita naik mobil aja ya". Tanya Raina, kemudian Regi hanya mengangguk sejutu. Mobil pun melaju perlahan.


"Oh ya Gi, sekarang kau kuliah dimana? ". Tanya Raina dengan senyuman.


" Kuliah..? Hehe jangankan kuliah Rain.. Mengenyam bangku sekolahpun aku tidak pernah".Jawab Regi lembut.


Raina tertegun merasa tidak enak karena lancang menanyakan hal tersebut, ia berpikir pasti Regi tersinggung karenanya.


"Maaf ya.. ". Lirih Raina.


" Tidak apa, kau memangnya tidak malu ya jalan sama saya? ".


" Malu? Ya nggak lah! Aku berteman sama siapa saja kok". Raina melempar senyuman hangat pada Regi.


Regi tersenyum lalu menatap Rain dalam, kemudian mereka merasa canggung lalu tidak berapa lama mereka menjadi diam masing-masing tanpa suara. Perjalanan pun di tempuh dengan keheningan.


"Rain itu tempatnya! ". Tunjuk Regi ke persimpangan jalan.


" Pak stop pak ". Rain menepuk pundak sopir. Mobil pun berhenti. Mereka semua pun turun dari mobil.


" Panti asuhan?.. ".


"Iya, aku sering main ke sini, soalnya aku senang dengan anak-anak".


"Sama dong! ". Celetuk Raina saat mendengar Regi juga menyukai anak-anak.


Mereka pun masuk ke dalam gerbang gedung panti asuhan tersebut. Anak-anak pun berlarian antusias menyambut kedatangan Regi dan Raina. Mereka sudah akrab dengan Regi jadi keantusiasan mereka bertambah. Raina pun di sambut anak-anak yang mengerumuninya. Raina pun asik bermain dengan anak-anak panti asuhan tersebut.


"Kakak ayo duduk, biar kita yang dorong ayunannya". Seru seorang bocah laki-laki pada Raina yang sedang bercanda dengan teman-temannya.

__ADS_1


"Iya kak ayoo". Teriak anak-anak lain bersamaan.


"Kalian aja yang duduk, biar kakak yang dorongin". Raina tersenyum menolak ajakan anak-anak tersebut.


"Kak ayolah ". Bujuk anak laki-laki itu seraya menarik tangan Raina, kemudian Raina pun dengan terpaksa dan malu duduk di atas ayunan tersebut. Raina pun tertawa lepas bersama anak-anak itu.


Beberapa anak-anak yang lain pergi diam-diam memanggil Regi yang sedang duduk bersantai dengan orang-orang kepolisian yang menjaga Raina.


"Kak, ayo dorongin kakak itu". Ajak seorang anak perempuan dengan menunjuk ke arah Raina.


Regi pun tersenyum kemudian mengikuti anak tersebut, Regi mendekati Raina yang sedang asik di dorong oleh anak-anak.


"Ssssttt.. Sini biar kakak aja". Bisik Regi pada anak-anak yang mendorong ayunan tersebut. Regi pun mendorong ayunan dengan perlahan.


"Adik-adik kok kalian pada diam". Tanya Raina heran saat suara anak-anak yang tadi ribut tiba-tiba sunyi dengan bisik-bisik dan menahan tawa.


Raina pun menoleh ke belakang, ia terkaget saat melihat Regi yang telah menggantikan anak-anak untuk mendorongnya. Seketika wajah Raina merah padam karena malu.


"Regi ternyata kau yang mendorong! ". Teriak Raina malu-malu, sontak anak-anak kecil tersebut tertawa.


" Hemm iya, karena aku kasian sama mereka yang harus dorongin kau yang udah gede ini". Ledek Regi dengan terkekeh.


Mendengar perkataan Regi membuat Raina jadi malu dan di tertawakan anak-anak.


"Ini pasti ulah kalian ya.. ". Lirik Raina pada anak-anak yang dari tadi cekikikan karenanya.


"Anak-anak ayo masuk, saatnya makan". Teriak ibu pengasuh di panti tersebut.


"Iya bu.. ". Teriak anak-anak bersamaan, berlarian pergi ke arah ibu panti itu.


" Nak Regi, ajak teman mu untuk makan juga". Seru ibu itu dengan lembut.


"Iya bu, Rain ayo kita masuk, ibu udah siapin buat kita makan". Ajak Regi.


Dengan sungkan Raina mengangguk kemudian mengikuti Regi masuk ke dalam panti tersebut.


"Ayo cantik sini, silakan duduk". Ujar ibu panti pada Raina.


Raina dan Regi pun duduk di kursi meja makan bersama anak-anak panti asuhan. Sebelumnya Raina tidak pernah makan bersama anak-anak panti asuhan seperti ini, ia merasakan kebersamaan yang kuat terhadap mereka.


"Kok tidak di makan rain? Kau tidak suka ya?". Tegur Regi pada Raina yang termenung.


"Apa, aku suka kok, cuman aku merasa malu sama mereka, karena dapat menerima keadaan apapun,tidak pernah mengeluh, mereka manis sekali yaa..Oh ya Gi, kau sering main kesini ya?.


"Ngak juga sih, aku cuma mampir untuk menuhin kewajiban saja". Jelas Regi kembali menyuap makanan ke mulutnya.

__ADS_1


"Kewajiban? ".


" Iya nak, nak Regi selalu memberi sumbangan pada panti asuhan ini". Jawab ibu panti. Regi yang mendengarnya pun menjadi tersedak.


"Buu.. "


Ibu panti tersebut hanya tersenyum melihat Regi yang gugup tersebut. Ibu panti pun menepuk pundak Regi dengan penuh rasa bangga dan sayang. Ia pun pergi ke dapur untuk mengambil lauk pauk tambahan.


" A-ayo makan". Ajak Regi kembali, Raina yang menatap kagum Regi kemudian melepaskan pandangannya pada sosok Regi.


Tiba-tiba saja masuk salah satu anggota kepolisian yang menjaga Raina.


"Maaf nona, Papa nona baru saja menghubungi saya, Kombes bilang nona harus segera pulang, hari juga sudah sore dan juga ada acara penting ".


" Iya pak nanti saya susul ke mobil ". Jawab Raina dengan malas.


" Gii, maaf ya aku harus pulang lebih dulu". Ucap gadis bertubuh mungil itu.


"Tidak apa-apa, kau pulang saja duluan jangan pikirin aku, nanti aku bisa pulang sendiri kok". Tegas Regi.


Raina tersenyum, ia sebenarnya enggan untuk pergi meninggalkan tempat ini. Apa lagi dirinya baru merasa nyaman saat bersama sosok laki-laki.


"Terimakasih kau sudah ajak aku main ke sini". Ucap Raina.


"Iya.. ". Jawab Regi dengan seulas senyum.


" Emm Gi, boleh aku minta nomor mu? ".


Regi mengangguk lalu memberikan nomor teleponnya.


" Maksih ya". Senyum Raina. Lalu melangkah keluar.


Regi hanya membalas dengan senyuman. Raina pun pamit pulang terlebih dahulu pada Regi, ibu panti dan anak-anak yang sedang makan tersebut.


Regi sebenarnya tahu, bahwa akan ada acara pertunangan yang waktu itu sebelumnya sempat tertunda karena Raina mengejarnya.


.


.


.


.


. Bersambung...

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca, jangan lupa like, komen, dan tekan tombol love😌💕


__ADS_2