Blue Of Love

Blue Of Love
Saingan?


__ADS_3

Regi dan Raina berjalan menelusuri jalan-jalan yang kotor hingga ke gang-gang jalan yang sempit.


"Tidak tahu kenapa ya, saya rasa saya tidak hanya sekali melihat mu,tapi dimana yaa..? ".


Raina terdiam kemudian teringat kejadian di bandara di mana dirinya di tabrak oleh seorang lelaki yang sedang terburu-buru.


" Hah, kau kan pria yang nabrak saya waktu itu?! ". Ucap Raina seraya menatap Regi.


" Iya maaf saya terburu-buru". Ujar Regi meminta maaf dan mengakui itu dirinya.


" Ya ampun, dunia kecil banget, dan gara-gara kau barang-barang ku berantakan dan kau main pergi saja, dasar! ". Ucap Raina merasa kesal dan juga heran bisa bertemu dengan Regi dengan cara yang kebetulan sekali berkali-kali.


" Maaf yaa.. ". Regi meminta maaf dengan muka memelasnya yang membuat Raina ingin sekali mencubit pipinya.


Sementara itu Kenzo masih mencari Raina yang pergi meninggalkannya saat lamaran tadi. Ia telah mencari Raina kesana kemari terapi tak kunjung ketemu.


" kamu kemana si Rain".


Sementara itu Regi dan Raina telah sampai ke ujung jalan.


"Tuh kamu tinggal lurus di situ ada jalan raya". Regi menunjuk jalan raya yang sudah terlihat dan terdengar bisingnya.


"Raina..? Dan siapa lelaki bersamanya ". Ucap Kenzo saat melihat Raina di seberang dengan seorang lelaki asing. Ia segera turun dari mobil dan bergegas menjemput Raina.


" Terimakasih ya Gi".


Regi menganggukan kepalanya pada Raina yang tersenyum kepadanya. "Hati - hati ya".


Raina mengangguk, dirinya berat untuk melangkah dirinya masih betah berlama-lama di sana.


"Ya ampun Rain, saya cariin kamu kemana -mana, ternyata kamu ada disini, kamu gak kenapa-kenapa kan? ". Tanya Kenzo khawatir pada Raina," Dia siapa? ". Imbuhnya saat melihat Regi.


" Aku gak apa-apa kok, oh ya ini Regi orang yang nyelamatin aku waktu kejadian malam itu". Jelas Raina pada Kenzo, Regi hanya melempar senyum pada Kenzo yang menatap sinis.


"Ayo kita pulang ". Ajak Kenzo,ingin segera pergi dari tempat itu.


Raina melangkah dengan Kenzo yang merangkul. Beberapa langkah kemudian Raina berbalik dan menghampiri Regi.


" Semoga kita bisa bertemu lagi ". Bisik Raina dengan lembut ke telinga Regi.


DEG!

__ADS_1


Regi terdiam dengan detakan jantung yang berdenyut mendadak. Hembusan halus suara gadis manis di telinganya itu mampu membuat mulutnya terbungkam.


Raina tersenyum lalu menyusul Kenzo yang berada di depan nya. Sesekali ia menatap Regi sekilas, dia pikir mungkin tidak akan ada lagi kesempatan untuk bertemu Regi. Karena mungkin acara pertunangan yang sempat terhenti karena dirinya meninggalkan Kenzo akan kembali di gelar.


Melihat Raina rela melepaskan rangkulanya demi menemui Regi, membuat Kenzo menatap Regi sebagai saingan, Kenzo memandang Regi dengan sinis.


"Kau duluan saja ke mobil ". Pinta Kenzo pada Raina.


" Kau mau apa sama dia?". Tanya Raina seolah tahu bahwa Kenzo hendak menghampiri Regi.


"Ah aku hanya ingin bilang terimakasih sama dia, karena telah menjaga mu". Jelas Kenzo mengerti dengan tatapan Raina yang mungkin berburuk sangka padanya.


Raina mengangguk, lalu melangkah segan masuk ke mobil. Sembari menunggu Kenzo yang datang menghampiri Regi.


Kenzo berjalan dengan langkah tanpa ragu, dengan langkah menunjukan dirinya punya sesuatu yang tidak di miliki oleh Regi. Regi yang hanya diam dengan tangan di masukan ke saku celananya menunggu Kenzo yang menghampirinya.


"Terima kasih sudah menjaga Rain"


"Sama-sama".


"Kau anak sini?".


Regi hanya membalas dengan seulas senyuman. Ia mengetahui Kenzo memandang remeh dirinya.


" Regi ".


Kenzo berjalan lebih dekat pada tubuh Regi yang sedikit lebih pendek darinya. Kenzo membisikan sesuatu ke telinga Regi dia tak ingin suaranya terdengar keras sampai Raina dapat mendengarnya.


"Saya tidak tahu ada maksud apa kau sama Raina, kau jangan lagi dekatin dia, karena kau tidak selevel dengan kita!, oh iya terimakasih sudah menyelamatkan calon istri ku malam itu".


Regi hanya membisu, sebenarnya dia ingin sekali memukul wajah Kenzo, tapi dia menahan semua agar kesan bagus yang di dapat Raina tidak hancur karena emosinya.


Kenzo pun berlalu, Regi menatap mobil yang di tumpangi Raina menjauh.


Regi menghempas nafas lalu pergi masuk kembali ke dalam gang. Sementara di dalam mobil Raina tersenyum saat mengenang pertemuan dengan Regi. Kenzo melihat Raina tampak bahagia ia merasa cemburu saat melihat senyum yang bukan karenanya.


"Kau kelihatan bahagia sekali.. ". Tegur Kenzo membuyarkan Lamunan Raina.


Raina hanya berdehem menanggapi Kenzo. Raina merasa tidak enak saat teringat dirinya pergi meninggalkan Kenzo.


" Mmm soal acara saat di restaurant.. A-aku minta maaf ".

__ADS_1


" Tidak apa, kau jangan merasa tidak enak seperti itu, biasa saja. Lagi pula mungkin itu waktu yang terlalu cepat bagimu untuk aku melamar mu". Kenzo tersenyum mengarah Raina dan Raina membalas senyuman manis Kenzo, Raina sedikit lega karena tahu Kenzo tidak marah karena sikapnya yang pergi begitu saja saat Kenzo melamarnya.


" Terimakasih pengertiannya Ken".


" Haha kau ini, untuk apa di susahin lagi pula ada hari lain untuk melakukan acara lamaran kembali kan.. ". Ujar Kenzo lalu fokus menyetir mobil.


Mendengar perkataan Kenzo membuat jantung Raina berdenyut. Bukan karena bahagia tapi karena sedih bahwa kenyataan dirinya dan Kenzo akan tetap bersatu, baginya Kenzo tidak lebih sebagai teman saja. Pertemuan mereka juga terlalu singkat untuk menjalin sebuah hubungan pernikahan yang sakral tapi apa boleh buat demi Subroto sang Papa, Raina harus siap menerima Kenzo. Mungkin lambat laun perasaan akan timbul seiringnya waktu. Raina pun tersenyum getir.


DRTT..DRTT..


Ponsel Kenzo berdering,perlahan Kenzo merogoh sakunya dan mengambil handphonenya. Kemudian senyum mengambang dari bibirnya.


"Rain, Daddy ku kirim pesan katanya mereka semua sudah pulang. Dan barusan aku bilang ke Daddy untuk meminta izin sama Papa mu karena aku ingin mengajak mu jalan sebentar, gimana mau tidak? ". Ujar Kenzo menjelaskan.


Raina malas untuk pergi jalan berdua bersama Kenzo tetapi Raina harus menyetujui ajakan Kenzo sebagai tebusan atas rasa bersalahnya telah pergi meninggalkannya tadi di restaurant.


" Hem boleh..". Raina mengiyakan.


" Memangnya mau kemana kita? ". Imbuh Raina.


" Ah baru mau bilang pada mu, aku mau ajak kau ke.. Mmm nonton film, mau? ".


" Okey". Raina melempar senyum.


Hari sudah mulai menggelap, matahari tenggelam di gantikan oleh bulan yang menemani langit malam. Kenzo dan Raina masih di perjalanan menuju bioskop untuk menonton.


"Oh ya kebetulan ada film yang sedang tayang, tentang zombie, kau suka zombie? ". Ucap Kenzo membuka percakapan, berusaha akrab dengan mengajak Raina ngobrol santai.


" Ah iya mau..".


"Mmm atau kita nonton film Romantis biasanya para gadis menyukai genre film seperti itu ".


"Ken, terserah film apa aja, kau fokuslah menyetir nanti bisa membahayakan pengendara lain kalo sambil ngobrol". Ketus Raina.


Mendengar jawaban Raina yang seperti malas menanggapi obrolannya membuat Kenzo merasakan perasaan canggung. Dia pun kembali fokus menyetir dan tidak berusaha untuk membuka pembicaraan lagi pada Raina.


.


.


.

__ADS_1


. Bersambung..


Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like komen dan tekan tombol love. 💕😌


__ADS_2