Blue Of Love

Blue Of Love
Kenangan masalalu IV(Penipu)


__ADS_3

Hari itu Broto dan Ben melanjukan mobil ke arah kota Blitar,mereka menuju ke sana untuk menemui client mereka, sementara itu Danu tidak bersama mereka karena dia memiliki tugas yang lain, ya tiga serangkai berdarah tak akan lengkap tanpa Danu.


Setelah sekitar 10 jam lebih melakukan perjalanan mereka pun telah sampai ke tempat pertemuan yang sudah mereka sepakati.


"Ke arah sana". Tunjuk Broto ke arah belokan jalan.


Mereka memasuki jalan yang di kelilingi hutan yang lumayan masih asri, mobil mereka sedikit bergeruduk karena jalan yang di tempuh banyak lubang dan batu-batu kerikil lumayan besar,bisa di sebut ini bekas jalan yang sudah di aspal dengan semen namun sudah sering di lewati mobil gede seperti Traktor, Fuso, atau yang biasa mengangkut batu bara hingga jalan menjadi rusak karena ini jalan alternatif bagi pengemudi yang mengantarkan barang atau batu bara tersebut.


"Itu sepertinya mereka ". Ujar Ben saat melihat dua orang duduk di atas sepeda motor namun ketika melihat mobil mereka salah satu dari dua orang itu melambai.


Ciiit..


Mobil mengerem di dekat mereka.


" Apa tuan mengangkut garam ? ". Ucap laki-laki bertubuh kurus dengan rokok tercokeh di mulutnya.


" Iya kami mengangkut garam". Jawab Ben.


Itu merupakan kode pertemuan mereka.


"Oh baiklah mari ikut kami".Lelaki itu kemudian menjauh dari mobil yang di kendarai Ben dan Broto. Dua orang itu menaiki motor dan menuntun mereka ke jalan yang lumayan masuk dalam ke arah hutan kemudian mereka berbelok ke kanan dan masuk ke lorong kecil mobil mereka pun agak sedikit sulit untuk masuk.


"Maju saja masih muat kok, jangan khawatir mobil mu tidak akan rusak!". Ucap laki-laki tadi yang sempat menuntun mereka.


Dengan perlahan mobil pun masuk ke dalam lorong kecil itu. Ternyata di lorong kecil itu adalah jalan menuju bekas lapangan bola yang sepertinya jarang di pakai.Ben dan Broto pun turun dari dalam mobil. Terlihat satu mobil dan satu sepeda motor yang di pakai orang tadi.


DHUM!


Suara pintu mobil di tutup dengan keras, keluar tiga orang laki - laki satu di antaranya


Memakai kemeja bermotif bunga dengan cerutu yang mengepulkan asap.


"Selamat datang tamu jauhku, bagaimana perjalanan kalian? ".Ucap lelaki itu dengan menyalami Broto dan Ben, " Bagaimana kabar Om kita?".


Ben dan Broto hanya tersenyum tipis melihat tingkah orang yang sepertinya Bos di kelompok itu.


"Tak perlu banyak basa basi, mari kita memulai teransaksinya". Ketus Ben, dengan di ikuti Broto yang mengambil koper.


"Hahah orang jauh tidak suka basa basi ya. Baiklah, Hey bawa kesini uangnya". Tukas pria itu memanggil bawahanya yang juga memegang koper. "Ini uang yang kalian minta sesuai harga".Senyum mengembang di wajah pria itu.


" Ini barang anda Tuan, senang berbisnis dengan anda". Ucap Broto seraya mengambil koper berisikan uang dan menukar koper berisi barang haram itu.


"Hem,kalian cuma berdua saja? Tidak biasanya Om Ditto mengirim dua orang bocah magang seperti kalian". Celah pria itu dengan sedikit terkekeh meremehkan Ben dan Broto hingga membuat Ben dan Broto saling tatap.

__ADS_1


"Anda sepertinya tidak mengenal kami, itu wajar karena kami hanyalah bocah magang benarkan Ben?". Tukas Broto dengan senyum sinis ke arah Ben yang sedang memegang koper.


Apa?Ben!


"Tunggu kau? apakah kau Broto?".


Sialan mereka tiga serangkai berdarah itu, aku tak mengira karena mereka cuma berdua.


Pria itu membatin seakan terkejut dengan siapa saat ini dia berhadapan.


"Benar tuan saya Broto dan itu Ben! Kenapa tuan? Anda kaget siapa kita?, tolong biasa saja expresinya tuan". Ucap Broto dengan wajah meledeknya.


Muka pria itu berubah merah padam dia menatap kawanannya yang lain. Tampak semua terlihat menegang.


Mereka cuma berdua tidak akan membahayakan bukan?.


Ben pun membuka koper untuk memeriksa uang yang di berikan saat koper terbuka mata Ben terbelalak besar dengan gigi gemertak.


"Kurang ajar kau menipu kami! Broto uang yang diberikan adalah uang palsu!". Teriak Ben kesal. Mereka pun menggengam pistol.


"Sialan cari mati kau kep*rat!!". Broto berdecak kesal dan menarik pistol yang ia sembunyikan di balik pinggannya.


Terjadilah keributan dan saling tembak menembak, terlihat pria yang membawa barang tersebut bersembunyi di balik mobilnya. Sedangkan Ben dan Broto menyerang dari Balik pohon.


DOR!


"Sial kenapa si tua bangka itu mengirim anak buahnya yang tinggi untuk melawan aku yang hanya mafia teri!".Rutuk pria itu.


Tembakan semakin nyaring tiba-tiba terdengar pekikan.


"AAAAARRRRGGGGHHHHH".


terdengar suara teriakan dari seorang wanita yang berteriak ketakutan saat menyaksikan adegan baku tembak di depan matanya, tampak bibirnya yang mungil bergetar ketakutan. Seketika mata Broto, Ben dan juga para kelompok penjahat itupun menoleh ke arah sumber suara itu.


"HABISI WANITA ITU SEBELUM DIA KABUR!". Teriak sang bos dari kelompok itu kepada bawahanya yang langsung menatap ke arah gadis itu yang diam mematung dan kemudian tersadar oleh teriakan bos preman itu sehingga ia berlari cepat. Para pengikut pria itupun mengejar si gadis.


Mata Ben dan Broto terbelalak kaget, seorang wanita datang ketempat seperti ini, sungguh bodoh sekali!.


"Ben kita harus menyelamatkan wanita itu! ".


" Iya ayo kita kejar".


DOR!

__ADS_1


DOR!


DOR!


"Ah shit kau sialan! ". Ben berdecak kesal mereka terburu-buru keluar dari pertahanannya melupakan bos dari kelompok itu.


"Dia cuman sendiri! biar aku saja!". Benyamin mendengus kesal ia melangkah maju terus menghindari peluru yang di muntahkan lawan hingga akhirnya peluru itu habis dan ia berhasil berada di samping pria itu yang berjongkok gemetar memeluk koper.


"Kena kau brengs*k! ". Ben meletakkan pistol ke kepala pria itu.


" A-ampuni saya". Tatap pria itu dengan memelas.


DOR!


Darah menyucur dari kepala bos itu.Ben menggelengkan kepala.


"Coba kalau kau bermain aman! Kau tak akan seperti ini penipu!". Ucap Ben, kemudian ia menembaki berkali-kali ke tubuh pria yang tak bernyawa itu.


"Sudah Ben ayo kita bantu wanita malang tadi". Teriak Broto, Mereka berdua pun berlari mengejar wanita itu.


**


"Ayo mau lari kemana kau? ". Ucap pria dengan tatapan memangsa kepada wanita yang tengah terpojok itu


" Wah cantik sekali, sayang kalau di bunuh terlalu cepat ". Ketus pria yang lain dengan sedikit menjelerkan lidahnya. Kedua lelaki itu mendekat


" Jangan macam-macam, kalian tidak tahu siapa ayah saya tolong lepaskan saya". Rengek wanita itu dengan mata yang berbinar-binar.


Kedua pria itu tak memperdulikan rengekan gadis itu, dipikiran mereka gadis ini merupakan hidangan yang nikmat, tiba tiba ada tangan yang menahan kedua kaki-laki itu.


.


.


.


.


.


. Bersambung..


Maaf kalau ada kesalahan kata dan banyak typo tersebar maklum saya hanyalah penulis baru yang menemukan wadah untuk hobinya

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan subrek(love)😌


.


__ADS_2