
Waktu menunjukkan pukul 19.50 malam, Raina sedang bersiap-siap untuk jalan bersama Kenzo yang akan datang sekitar 10 menit lagi. Raina menggunakan baju kaos berlengan panjang warna biru kesukaannya dan di padukan dengan jeans warna putih susu, rambutnya di kuncir satu kebelakang, tak lupa ia pun menyemproti dirinya dengan parfume beraroma seperti wangi permen karet jika orang menciumnya.
Ting tong..
Suara bel berbunyi, Subroto yang sedang duduk santai di temani segelas kopi panas dan asik menonton acara tv itu segera berjalan lalu membuka dengan cepat pintu rumah itu. Terlihat pria gagah dengan kemeja rapi berwarna biru yang tidak lain adalah Kenzo.
"Kenzo, mari masuk.. ". Broto menyilakan Kenzo masuk.
" Tidak usah Om Ken tunggu di luar saja".
"Oh ya sudah Om panggil Raina dulu ya, kau duduk saja dulu ya". Ujar Broto sembari melempar senyum ramah kepada Kenzo.
"Rainnn..buruan Ken sudah sudah datang! ". Seru Broto kepada Raina yang masih sibuk merapikan diri.
" Iya Pa sebentar". Saut Raina seraya mengoles lipstik yang sesuai dengan warna bibirnya. Raina memang lebih suka make up natural. Raina pun turun bergegas menemui Kenzo.
"Kenzo udah nungguin di luar ".
" Oh oke Pa ". Raina keluar menemui Kenzo yang sudah menunggunya.
" Eh Sorry lama ya". Sapa Raina lembut merasa tidak enak. Kenzo hanya tersenyum lalu berdiri.
"Ngak lama kok, aku juga baru saja datang, oh ya ini untuk mu..". Ujar Kenzo seraya memberi setangkai bunga mawar kepada Raina. Raina menyambut bunga itu lalu tersenyum manis kepada Kenzo.
" Terimakasih ya.. Emm, ya sudah aku minta izin Papa dulu". Tukas Raina seraya menatap sekilas lelaki di depannya itu.
Kenzo memang sengaja memakai kemeja biru karena dia tahu Raina menyukai warna biru. Lelaki bergingsul itu tampak elegan dan gagah.
"Pa Raina berangkat dulu ya mau jalan sama Ken".
"Iya sayang hati-hati, Kenzo hati-hati jaga Rain ya". Tukas Broto yang duduk di ruang tengah itu dengan memegang segelas kopi.
"Bye Pa ".
" Bye sayang".
"Ken pamit ajak Rain dulu ya Om, permisi ".
" Jangan pulang larut malam okey ". Imbuh Broto.
__ADS_1
**
Regi sedang duduk santai bersama Keysha di tempat basecamp yang biasa mereka datangi. Regi duduk dengan kaki bergelayutan di pinggir atap gedung tinggi itu.
" Bagaimana Gi dengan misi mu? Kau sudah siap buat dekatin cewe itu?". Tanya Keysha seraya menghidupkan rokok di tangannya dan menghembuskan perlahan asap rokok itu.
"Aku juga tidak tahu". Ujar Regi dengan nada bingung seraya memainkan benda kecil di tangannya.
" Baru kali ini aku lihat kau tidak semangat saat tugas besar di berikan padamu ". Keysha meledek Regi yang badmood kalah itu, mata Keysha memperhatikan benda yang di pegang oleh Regi itu, " Itu pita siapa Gi? ". Tanya Keysha heran saat melihat benda itu adalah sebuah pita.
" Ah ini, ini pitanya tuh cewe". Jelas Regi,seraya menunjukkan pita kecil itu.
"Cewe siapa? ". Keysha menyipitkan matanya.
" Ya cewe target kita, aku baru tahu cewe itu ternyata adalah target kita".
"Maksudnya gimana sih jelasin cewe siapa,target kita gimana ?". Keysha makin bingung dengan penjelasan Regi.
Regi pun menarik nafas panjang lalu menghempaskanya. " Maksudku adalah target kita adalah cewe yang sama yaitu pemilik pita biru ini". Jelas Regi menekankan setiap katanya pada Keysha supaya gadis itu mengerti.
"Hah?! Kok bisa ada pada mu? ".
" Jadi gini aku nggak sengaja menabrak dia waktu di bandara, jadi dia terjatuh lalu pitanya tersangkut di kerah bajuku aku mau berbalik buat balikin tapi sudah tak sempat".
"Wahh bagus dong Gi ". Celetuk Keysha.
" Bagus? Maksudnya apa Key? ". Tanya heran Regi, lalu mengambil rokok yang masih di pegang Keysha ia pun mematikan rokok tersebut.
" Ya bagus Gi, kau bisa dekatin dia dengan alasan pita biru ini, ya alasan kau ingin mengembalikan pita ini padanya. Bagaimana bagus tidak?". Ujar Keysha bersemangat.
"Hemm boleh juga, tapi apa akan berhasil? ".
"Kau ini yang penting kita coba dulu, nanti kita bicarakan juga sama Rico, okey". Ucap Keysha bersemangat dan mengusap kepala Regi dengan gemas. Regi hanya tersenyum melihat Keysha bersemangat seperti itu.
"Bantu aku benda kecil ". Ucap Regi pada pita yang sedang dia pegang dan tatap itu.
***
Kenzo dan Rain pun masuk ke dalam mobil, di perjalanan Raina hanya diam membisu tak ada niat untuk berbicara atau sekedar menatap Kenzo yang tengah menyetir itu,mungkin Raina masih berduka atas kepergian Roby.
__ADS_1
Kenzo melirik ke arah Raina yang diam tak bergeming itu, matanya kosong menatap ke arah jalan.
"Bagaimana kuliah mu? ". Ucap Kenzo memecahkan keheneningan.
" Baik-baik aja, tugas juga lumayan banyak tapi masih bisa di kerjakan dengan baik, toh dosennya juga nice sekali ". Ujar Raina, menatap Kenzo sekilas.
" Kapan bakal ke Inggris lagi? ".
" Masih lama, sekitar tiga minggu lagi ". Jelas Raina sedikit malas.
Mata Raina lalu menatap ke arah spion mobil tak sengaja ia melihat seperti sebuah mobil mengikuti mereka, bergegas ia memeriksa dengan melihat ke arah belakang memastikan penglihatannya dan benar sebuah mobil mengikuti mereka.
"Kenapa Rain? ". Tanya Kenzo heran melihat Raina seketika gelisah dan terus memperhatikan arah belakang.
" Itu sepertinya ada yang mengikuti ". Ucap Raina dengan sedikit gelisah.
Kenzo pun melihat dari arah spion dan benar apa yang di katakan Raina mereka memang sedang di ikuti. Kenzo pun melajukan mobilnya dengan cepat begitu juga mobil di belakang itu tak ingin kalah.
Drrrtt.. Drrtt..
Suara ponsel Raina berbunyi, Raina pun membuka ponselnya dan sebuah pesan masuk dari Papanya. Seketika wajah Raina menjadi merah padam.
"Kenapa Rain, siapa yang menhubungi mu?". Tanya Kenzo dengan masih fokus menyetir.
"Itu yang ikutin kita adalah orang-orang Papa ku, sorry udah bikin panik ". Raina merasa malu hingga mukanya memerah.
" Ya ampun, hahah ya sudah tidak apa ". Tukas Kenzo seraya terkekeh kecil.
Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan santai lagi, tak ada lagi rasa was-was yang sempat mereka rasakan barusan. Subroto mungkin tidak ingin anak satu-satunya kenapa-kenapa jadi dia sudah sedikit menampakkan anak buah terang-terangan untuk menjadi bodyguard puterinya.
"Nah Rain kita udah mau sampai ". Ucap Kenzo seraya masuk kepersimpangan, dan tak berapa lama memakirkan mobilnya. Begitu juga para bodyguard mereka berhenti dan mengikuti Kenzo dan Raina yang telah keluar dari mobil. Kenzo agak sedikit terganggu waktu berduaan dengan Raina jadi sedikit rusak dengan kehadiran bodyguard yang teryata berjumlah 4 orang tersebut.
.
.
.
.
__ADS_1
. Bersambung..
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa like, komen, dan subrek/tekan tombol love 😌💕.