Blue Of Love

Blue Of Love
Kenangan masalalu IX(Apa itu cinta?)


__ADS_3

Di pagi hari yang indah dengan langit biru bak samudra, matahari menyelinap masuk menyingsing menyinari wajah gadis yang sedang tertidur pulas.Ia pun terbangun saat sinar surya menyentuh mukanya.


"Aku dimana? Ah kepala ku sudah membaik rasanya". Gadis itu terhenyak dari tidurnya, ia pun duduk di atas ranjangnya, ia merasakan tubuhnya segar kembali sakit kepala yang ia rasakan hilang, semua lebam di tubuhnya sudah perlahan memudar. Ia melangkah pelan dengan sedikit mengumpulkan fokus ke arah jendela kamar itu, ia membuka jendela hingga matahari masuk bebas ke dalam ruangan tersebut. Ia tersenyum manis, menarik nafas dalam menikmati pagi yang indah saat itu.


Terdengar suara geresekan dari arah belakang dengan cepat gadis itu melihat ke arah suara berisik itu berasal. Ia melangkah mendekati suara yang berasal dari sofa betapa kaget nya ia melihat Danu tertidur pulas di sofa, tampak Danu gelisah karena sinar matahari menyapa wajahnya.


"Kau rupanya di sini? Tidur di sini ? ". Senyum gadis itu melihat wajah Danu yang tampak kelelahan, " Kau sudah menjaga ku berapa hari ini bukan? Kau pasti sangat kelelahan, aku sebenarnya kesal dan marah mengapa kau harus baik padaku,aku bingung harus bersikap apa padamu! ". Lirih gadis itu berjongkok seraya menatap wajah Danu yang gelisah karena sinar mentari pagi. Gadis itu berusaha menutupi sinar matahari itu dengan telapak tangannya hingga Danu tidak gelisah lagi, gadis itu tersenyum lalu membukakan lagi tangannya kembali, Danu gelisah kembali karena sinar matahari itu, berulang-ulang gadis itu melakukan hal yang sama, ia menatap dalam wajah Danu yang terlihat tampan karena sinar mentari. Gadis itu tersenyum tipis lalu bangkit berdiri hendak meninggalkan Danu yang tertidur.


Tiba-tiba tangan Danu meraih tangan sang gadis hingga gadis cantik itu terhempas jatuh di dada bidang Danu. " Jangan pergi! Tetaplah seperti ini terus, aku nyaman seperti ini, wangi tubuh mu harum sekali". Mata gadis itu terbelalak besar. Dengan cepat Danu mengikat gadis itu di pelukanya. Gadis itu berusaha berontak melepaskan lingkaran tangan Danu.


"Kau sialan lepaskan aku!! Apa-apaan kau ini! ". Rutuk gadis itu masih berusaha membrontak.


" Tenanglah, biarkan aku memeluk mu, biarkan aku merasakan kenyamanan ini". Ucap Danu yang membuat gadis itu terdiam tak berontak di pelukanya,"Aku tidak tahu sejak kapan aku selalu ingin bersamamu, aku suka melihat mu, aku senang bahkan aku selalu memikirkan mu". Ucap Danu mengeratkan pelukkannya.


Gadis itu hanya terbelalak kaget mendengar ucapan pria yang sedang mendekapnya itu, ia bak tersihir mendengarnya, gadis itu juga tak memungkiri dirinya juga sangat nyaman berada di pelukan lelaki ini. Ia hanya terdiam dengan nafas menderuh.


"Kau tahu? Aku tidak pernah mengerti apa itu cinta? Bahkan bisa di bilang aku tidak tahu apa itu cinta? Tapi sejak aku melihatmu aku merasakan desiran aneh di dadaku, pandangan matamu kala itu membuat ku keluh aku hampir gila terus-terusan memikirkan mu,saat kau menangis hatiku teriris perih, aku ingin sekali melihat tawamu! Aku mohon kau jangan pergi izinkan aku bersama mu menjaga mu, entah apakah ini sudah bisa di sebut cinta atau apa yang pasti aku senang berada di sisi mu, sungguh lucu aku merasakan desiran aneh ini pada gadis yang bahkan tak ku tahui namanya". Ucap Danu seraya mengelus rambut gadis itu,"Mengapa kau hanya diam..?". Tanya Danu heran.


"Bisakah kau melepaskan pelukan mu?! Nafas ku sesak karenanya, aku a-akan jawab semua pertanyaan dari mu". Tukas gadis itu dengan suara pelan.


"Eh.. Baiklah, aku lupa karena terlalu menikmati posisi ini". Ucap Danu dengan terkekeh kecil.


Gadis itu bangkit dari pelukan Danu dan duduk, dengan cepat ia merapikan rambut panjangnya. Ia terlihat manis dengan raut wajahnya yang malu.

__ADS_1


"Namaku Laisa". Ucap gadis bernama Laisa itu,"Mmmm sejujurnya aku tidak begitu mengerti apa yang namanya cinta, tapi kata temanku cinta itu seperti desiran yang mengalir deras, jantung berdetag kencang, dan rasa bahagia saat melihat orang itu, kau tahu aku sebenarnya sudah merasakan desiran dan rasa nyaman pertama kali saat bersama Rudi, aku sangat senang ketika melihat senyumnya, dia baik sekali padaku sampai akhirnya semua berakhir saat aku di culik oleh orang-orang mu". Laisa menjadi terisak menangis saat mengenang penderitaan yang telah dialami dirinya selama ini.


Melihat Laisa menangis membuat Danu kembali memeluk tubuh gadis itu. "Maafkan aku dan teman-teman ku, aku mohon berilah aku kesempatan menebus semua dan biarkan aku menjaga mu, izinkan aku menjadi pelindungmu! entah apa namanya yang aku rasakan ini, aku sangat ingin menjaga mu bahkan memberikan hidup ku untuk mu". Lirih Danu seraya memeluk hangat Laisa.


Mendengar ucapan Danu membuat jantung Laisa berdebar kencang, perasaan aneh yang di rasakan Danu turut ia rasakan, ia berusaha mendoktrin dirinya bahwa Danu bukanlah lelaki yang tepat untuk rasa yang dimilikinya tetapi ia kalah, cinta memang hadir tanpa meminta izin ke pada siapa ia ingin berlabuh.


"Kenapa kau seperti ini?harusnya kau siksa saja aku seperti temanmu yang lain! Kenapa kau harus berbeda! kenapa kau tidak membiarkan aku mengutuk perbuatan kalian padaku kenapa kau berbeda!". Rintih Laisa yang bimbang dengan rasanya,"Kau tahu siapa orang yang berhasil membuat ku berdebar kencang dan merasakan perasaan aneh sama seperti yang kau rasakan! orang itu ialah.. Dirimu". Ucap Laisa dengan lembut ia mendongak menatap manik mata Danu yang berbinar-binar.


Danu terharu mendengar semua ucapan Laisa, ia bertekad untuk menjaga Laisa sepenuh hati ia tidak perduli apa yang dia rasakan itu cinta atau apa yang pasti dia damai bersama gadis yang ia rawat itu. Ia mengeratkan pelukanya.


Sedangkan Laisa tersenyum dengan air mata berderai rasa lara dan luka serta beban selama ini menjadi hilang dan lenyap saat lelaki yang sempat di bencinya menjadi penenangnya, mungkin impian dirinya untuk memiliki sandaran hidup telah terjawab sudah.


Danu dan Laisa memilih hidup bersama, sudah satu minggu mereka bersama layaknya suami istri,Danu pun berniat untuk menikahi Laisa dengan senang hati Laisa menerima lamaranya. Danu belum berniat memberitahu kabar bahagia pernikahannya dengan Laisa kepada Om Ditto, dia takut mereka belum siap menerima kabar baik darinya itu bahkan sahabatnya Broto dan Ben pun tak ia beritahu. Namun Laisa mendesak Danu untuk menceritakan kabar pernikahan mereka kepada Om Ditto dan yang lain. Danu mengangguk setuju dan berniat datang malam ini ke mansion untuk memberitahu kabar bahagianya.


"Sudah lama aku tak melihat Ben dan Danu, kemana mereka? Sesibuk itukah sehingga tiada kabar seperti ini ". Rutuk Broto seraya meneguk bir di tangannya.


Sudah lama Broto tak berjumpa dengan Danu apa lagi Benyamin, ia mendengar cerita dari Amira bahwa Ben sempat menyatakan perasaan pada Amira, namun Amira menolaknya. Broto agak khawatir dengan Benyamin ia takut Ben terluka karenanya,sementara itu Om Ditto sedang berada di Australia untuk pertemuan bisnisnya.


"Cih kau ini kebiasaan membuang kaleng bir sembarangan ". Grutu Danu yang baru saja tiba ia melihat kaleng bir berserakan di lantai.


Mata Broto terkejut saat melihat Danu datang." Sialan dari mana saja kau? Aku kesepian, Ben juga tidak ada! ". Grutu Broto seraya melempar kaleng bir di tangannya ke arah Danu.


"Ah kau berani-beraninya". Danu berdecak kesal saat Broto melempar kaleng minuman ke arahnya dengan sigap ia menghindari lemparan kaleng Broto, segera ia berlari menangkap tubuh Broto mereka pun terjatuh dan bercanda bak anak kecil.

__ADS_1


" Sudah - sudah hentikan, seperti anak kecil saja". Ledek Broto, kemudian mereka pun duduk setelah tadi sempat bergelut, "Kau dari mana saja Dan?,aku juga tidak melihat Ben beberapa minggu yang lalu, aku tanya anak-anak yang lain mereka semua pun tidak tahu".


"Ah kau seperti tidak tahu Ben saja, dia kan sangat terobsesi untuk menjadi penerus Om Ditto, dan aku ada kerjaan juga si..". Ujar Danu dengan muka yang terlihat menyembunyikan sesuatu.


"Kau kenapa senyam-senyum seperti itu, hentikan wajah bodoh mu itu! Seperti orang gila saja!, ceritakan apa yang kau lakukan! ". Ledek Broto saat menangkap wajah manis Danu yang terlihat bodoh baginya. Broto memaklumi Ben yang hilang kabar mungkin memang benar karena sibuk dengan pekerjaannya karena Benyamin memang berambisi menjadi penerus mafia tongkat naga.


"Ah kau ini kepo sekali, oh ya kemana Om Ditto, tadi aku ke ruangannya tapi tak menemukannya ". Ujar Danu berusaha menghindari pertanyaan Broto, ia masih belum siap memberitahukan kabar pernikahannya.


" Cih susah sekali menjawab pertanyaan ku, ceritakan saja apa yang kau lakukan!! Oh ya Om Ditto ke Australia ".


"Ah aku lapar sekali, kau bisa ambilkan aku makanan? Nanti akan aku ceritakan semua sehabis makan". Danu berkilah dan kebetulan ia memang sedang lapar ia berniat menceritakan semua saat setelah makan, kebetulan Om Ditto di Australia jadi dia baru bisa memberi kabar pernikahannya pada Broto.


"Tunggulah disini, aku ambilkan makanan untuk mu, awas kau berbohong setelah makan ceritakan semua". Broto bangkit berlalu meninggalkan Danu.Danu menatap dengan senyuman getir di wajahnya dia takut kabar pernikahannya tak di terima nantinya.


.


.


.


.


. Bersambung..

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan tekan tombol love😌.


__ADS_2