
Dia pria yang menyelamatkanku tadi.
Gumam Amira di dalam hatinya saat melihat Broto datang. Dia tersenyum manis saat melihat sosok Broto.
"Kau sudah sadar syukurlah, kalau begitu ayo biar kami mengantarmu pulang ". Ujar Broto dengan senyum menawan.
" Ya sudah biar aku yang bawa mobil ". Ben tersenyum manis.
" Biar saya saja yang menyetir". Ucap Broto ke arah Ben yang membalas dengan anggukan.
Broto, Ben, dan Amira pun menaiki mobil, dan melajukan mobil meninggalkan hutan.
"Nona rumah nona dimana? ". Tanya Broto dengan lembut.
" Nama saya Amira". Amira menimpali senyuman ke arah Broto,"Oh ya rumah saya ada di sana, mungkin 30 menitan dari sini". Jelas amira pada Broto.
"Nama yang imut". Ucap broto, mendengar itu Amira mengangguk pelan dengan muka memerah.
Setelah 30 menit melakukan perjalanan mereka pun telah sampai di dekat rumah Amira.
" Itu rumah saya, udah mau dekat ". Tunjuk Amira ke arah rumah besar dengan cat berwarna biru itu. Amira ternyata adalah anak dari seorang jenderal polisi ." Oh ya nama mu siapa? ".
Tanyanya pada Broto yang belum sempat mengenalkan dirinya.
" Namaku Broto". Jawab Broto tersenyum dengan gadis itu,"Amira saya harap kau tidak menceritakan semua kejadian yang kau alami tadi ". Tukas Broto kepada Amira yang di balas anggukan oleh Amira.
" Iya aku tidak akan bercerita apapun tentang kejadian hari ini ". Gadis itu menjawab dengan suara lembutnya," Yey kita sudah sampai ". Seru Amira antusias.
Merekapun telah sampai di depan rumah Amira,Broto turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Amira.
Amira pun turun dari mobil itu.
" Kalian tidak mau mampir dulu, aku akan buatkan teh hijau untuk kalian, teh hijau ku enak loh". Amira menawarkan kepada Ben dan Broto untuk mampir dulu karena ia pun ingin berterima kasih pada mereka. Terlihat Ben hanya tersenyum.
__ADS_1
"Ah tidak perlu kami juga akan segera pulang, terimakasih tawaranya.Lain kali jangan ambil jalan yang sepi ". Ucap Broto kepada Amira yang di balas senyum oleh Amira," Kami pulang dulu Amira". Broto menaiki mobil.
"Tu-tuggu Broto". Broto pun menarik kembali kakinya yang hendak menginjak pedal gas.
CUP!
Amira mencium pipi kanan Broto sehingga muka Broto menjadi merah padam karena malu, jantungnya berdegup kencang untuk pertama kalinya, matanya membulat besar.
Sedangkan Ben hanya tercengang setelah apa yang barusan ia lihat Amira mencium pipi Broto di hadapannya, entah kenapa dadanya menjadi sesak, seketika ia menahan dadanya yang seperti sedang di obrak-abrik.
"Terimakasih kau telah menyelamatkanku dari orang-orang jahat tadi, tanpa kamu mungkin aku sudah tewas di tangan mereka". Ujar Amira kepada Broto yang masih terdiam tak menyangka menerima kecupan darinya, Benyamin malah makin terkejut nafas nya menghempas kasar berulang-ulang ia menahan sesuatu yang besar di dadanya seperti uap yang hendak ingin keluar dari luapan air panas.
"Tapi Amira bukan aku..".Broto berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi bahwa bukan dia yang datang menyelamatkan dirinya melainkan Benyamin.
"Amiiraaaa ayoo pulang! Ayah mu sudah menunggumu!". Teriak ibu Amira yang memotong pembicaraan yang hendak di jelaskan Broto.
"Iyaa ibu, sebentar, Aku pulang dulu ya bye Broto, Bye Ben, semoga kita bisa bertemu lagi".Amira tersenyum ia pun pergi masuk kedalam rumah.
Ben menatap nanar kepergian Amira, ia merasakan kesesakan di dada tatkala mendengar dan melihat apa yang di lakukan gadis yang baru ia temui itu, apakah ia marah karena gadis itu salah menyangka atau apakah yang ia rasakan adalah perasaan yang di sebut cemburu?. Sedangkan Broto masih menyesali pembicaraannya yang belum terselesaikan ia ingin menjelaskan bahwa Amira telah salah mengira dirinya sebagai penolongnya, tetapi ia tidak memungkiri bahwa dirinya merasakan hal yang sangat membuatnya bahagia, jantungnya berdebar-debar saat membayangkan gadis cantik tadi menciumnya, apakah ia pantas menerima semua itu sedangkan yang seharusnya menerima ucapan dan ciuman tadi adalah Ben, atau ini yang dinamakan cinta? Apakah cinta bisa datang secepat itu?.
**
Hari demi hari Ben dan Broto terus menghampiri Amira, Mereka sering menghabiskan waktu bersama terus, lama- kelamaan munculah benih-benih asmara di antara mereka. Ben dan Broto mulai menyukai sosok Amira yang lembut, baik serta periang itu seolah Amira terus membawa energi positif kepada mereka berdua, walaupun mereka tahu bahwa Amira adalah anak seorang perwira tinggi di kepolisian.
Suatu ketika Ben datang menemui Amira tanpa sepengetahuan Broto. Ben berniat untuk mengutarakan semua isi hatinya pada Amira. Di pinggir sungai Amira menemui Ben yang duduk menunggu di sana,Amira pun menepuk pundak Ben yang sedang asik melempari sungai dengan batu kerikil di dekatnya.
"Dor". Amira mengagetkan Ben, Ben langsung menatap ke arah Amira yang teramat sangat manis hari itu, "Kau sudah lama menunggu Ben?, maafkan aku datangnya terlambat karena ayahku tadi masih di rumah". Jelas Amira pada Ben yang kemudian menarik tangannya hingga ia terduduk di samping Ben.
"Tidak Apa-apa Mir, maaf sudah merepotkanmu untuk datang menemuiku". Tukas Ben seraya tersenyum hangat. Amira pun membalas senyuman Ben.
"Mmm tumben kau sendirian ke sini?mana Broto? Kenapa dia tidak bersamamu? ". Tanya Amira dengan heran.
" Aku sebenarnya sengaja menemuimu sendiri, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu".Ben sedikit nyengir dan menggaruk kepalanya yang sedang tidak gatal itu.
__ADS_1
"Oh begitu, lalu apa yang ingin kau bicarakan Ben?". Amira menatap Ben, lalu kemudian kembali menatap ke arah sungai.
"Amira,sebenarnya aku menyukai mu". Ucap Ben dengan sedikit ragu,Amira terlihat menatap dirinya dengan muka heran tampak alisnya terangkat,"Maaf aku begitu tiba-tiba, tapi aku benar-benar menyukai mu Amira, kau mau kan menjadi kekasih ku". Ungkap Ben dengan wajah memohonnya.
Amira menarik nafas panjang lalu menghempaskannya dengan perlahan, ia cukup kaget mendengar ucapan dari Ben kepadanya, ia pikir Ben tak memiliki perasaan apapun padanya selama ini, namun ia salah Ben ternyata menyukainya.
"Amira, Bagaimana? Ka-kalau kau masih belum bisa jawab aku kasih waktu untuk menjawabnya nanti ". Benyamin kembali menanyakan jawaban dari Amira yang terdiam. Lalu kemudian Amira melihat ke arahnya dengan senyuman yang membuat hatinya berdetak nyaman.
" Ben kau pria yang baik, tapi maafkan aku Ben aku tidak bisa menerima perasaan mu. Walaupun sekarang aku sudah tahu bahwa kau yang menyelamatkanku, tapi aku tidak bisa mencintai mu karena aku.. ".
" Karena kau mencintai Subroto kan Mir, haha aku sudah tahu Mir! Aku tidak akan bisa mengubah kenyataan ini". Ben menyahut dengan cepat penjelasan Amira, matanya sedikit memerah, tangannya nampak mengenggam erat tanah yang ia duduki.
Amira terlihat gelisah ia menatap sayu ke arah Ben, ia merasakan sakit hati yang Ben rasakan karena wanita itu melihat wajah Ben merah padam menahan sesuatu yang mungkin itu duka hatinya yang retak.
"Ben..Ben kau tidak apa - apa? Maafkan Aku Ben, Ben..?".Amira memegang bahu Ben yang sedang kalut dalam pikirannya.
"Ah iya aku tidak apa-apa. Terimakasih Amira, oh ya a-aku mau pamit pulang dulu". Ben bangkit dan beridiri hendak meninggalkan Amira.
"Ben maafkan aku, hiks". Amira terisak ia tak tega melihat Ben yang menahan kecewa karenanya.Ia menatap senduh ke arah Ben, air matanya mengalir berjatuhan. Kemudian Ben pun berjongkok menghapus air mata Amira, tangannya nampak gemetar tak ada suara yang keluar dari mulut Ben.
"Maafkan aku Ben, ku mohon hiks". Amira kembali menangis karena rasa bersalahnya kepada Ben teramat besar sebab tanpa Ben mungkin dia takkan bisa hidup saat ini. Ben hanya terus menghampus air mata amira yang jatuh. Ia menggelengkan kepalanya untuk Amira berhenti menangis wajah Ben terlihat menahan semua rasa sakit dan kecewa, Amira menggenggam tangan Ben yang menghapus air matanya. Ben menarik nafas dan tersenyum getir kemudian ia bangkit melepaskan gengaman Amira. Ia pun tersenyum getir lalu pergi meninggalkan Amira. Amira menangis menatap kepergian Ben yang kecewa karenanya.
Kau tidak pantas menangisi aku Amira, kau telah memilih dia. Tawa, bahagia serta tangis mu tak pantas lagi ku dengar Amira. Berbahagialah dengan pilihan mu. Biar sakit dan pedih ku, aku telan mentah-mentah.
.
.
.
.
.Bersambung..
__ADS_1
Maafkan saya kalau ada kesalahan kata dan typo bertebaran, saya hanyalah penulis baru yang menemukan wadah untuk hobinya.
Jangan lupa like komen dan tekan lovenya😌