Blue Of Love

Blue Of Love
Kenangan masalalu X(Amarah )


__ADS_3

Sudah lebih dari satu minggu Benyamin menyendiri di tempat yang tak pernah di ketahui oleh siapapun kecuali dirinya, di sana ia meluapkan segala kekecewaannya. Ia telah berusaha menerima penolakan cinta oleh Amira tapi hatinya masih saja terbakar amarah yang besar.


Aku tidak bisa seperti ini, Aku yang seharusnya kau cintai Amira bukan dia! Aku.. Aku..Aku!!


"Ahhhhrrrrrggg sialan kau Broto". Ben berteriak kencang seraya memukul-mukul dinding ruangan itu hingga tangannya mengeluarkan darah.


Ben terduduk lama, ia kesal dan lelah dengan semua perasaan campur aduk saat ini yang ia rasakan. Ingin sekali dia mengikhlaskan pujaan hatinya untuk sahabatnya namun perasaannya menolak mentah-mentah niat melepaskan Amira. Ben mengusap kasar raut wajahnya dengan bergegas ia berdiri dan mengambil jaket di sampingnya. Benyamin melangkah cepat keluar dari mansion pribadi yang ia temukan dan ia perbaiki hingga begitu bersih dan elegan.


**


"Ini makanan mu, cepatlah makan supaya kau cepat menceritakan apa yang kau lakukan selama beberapa waktu kemaren". Ucap Broto sembari meletakkan nasi bungkus yang ia beli dari luar.


"Uhh kau memang tahu sekali kesukaan ku". Danu merasa senang saat menerima nasi bungkus itu saat di bukanya berisikan lauk dadar telur yang merupakan lauk kesukaanya, " Mari makan.. ".


Broto tersenyum melihat Danu makan dengan lahap, Ia tidak ikut makan karena perutnya sudah kenyang, sebelum Danu datang Broto susah makan di warung nasi langganannya.


" Kenapa kau tak makan?". Tanya Danu dengan mulut penuh makanan.


" Ish telan dulu baru bicara! Aku sudah kenyang, tadi sudah makan di sana sebelum kau kemari ".


Danu hanya mengangguk, dengan lahap ia kembali menyantap makanannya.


~


Benyamin bergegas masuk ke dalam mansion itu, ia mencari Broto di kamarnya namun tidak ada. Kemudian dia berjalan dengan cepat mencari di tempat biasa ia dan Broto nongkrong.


~


" Ehrrgg.. Ahh segarnya, enak sekali perut kenyang seperti ini ". Ucap Danu seraya bersendawa pertanda kenyang. Ia meletakkan botol air mineral yang habis ia teguk setelah menyelesaikan makannya.


" Kau sudah makan ayo segera ceritakan semua ". Tukas Broto seraya menyalakan korek api untuk menyalakan rokok di mulutnya.


Danu sedikit bergeming lalu tersenyum simpul." Aku sebenarnya.. ".


BRAK!

__ADS_1


Suara pintu yang sudah tidak terpasang di tempatnya terjatuh saat seseorang sengaja mendorong menjatuhkan benda itu.


Danu yang belum selesai bercerita itu kemudian terkejut dan menatap ke arah suara berisik itu. Sedangkan Broto menatap dengan nanar saat melihat sosok Ben berdiri dengan muka merah padam.


"Ben? Ya ampun ku kira siapa kau sudah pulang? ". Broto bangkit berdiri mencoba menghampiri Benyamin.


Melihat Benyamin yang sudah pulang Danu tersenyum, ini waktu yang tepat untuk menceritakan kabar bahagianya.


Sorot mata Ben begitu tajam menatap Broto yang hendak mendekatinya, dengan cepat Ben mendengus kesal dan setengah berlari mendekati Broto.


BUGH..


Ben memukul Broto hingga mengeluarkan darah di bibirnya. Broto hanya terkejut dan melotot ke arah Ben, ia bingung dengan apa yang di lakukan sahabatnya itu. Danu berdiri terkejut menyaksikan Ben memukuli Broto yang sedikit pun tak membalas.


"Kau a-apa yang kau lakukan Ben?!". Ujar Broto dengan masih menerima pukulan demi pukulan di wajahnya oleh Ben, Broto hanya menatap heran,"Ben apa-apaan kau?Apa salah ku, berhentilah kita bisa bicarakan baik-baik!!". Lirih Broto dengan mendorong tubuh Ben hingga terpundur. Ia mengusap bibirnya yang berdarah. Matanya menatap Ben yang terpundur dengan wajah beringas.


"Stop Ben kau ini kenapa..?!". Teriak Danu sembari menahan tubuh Ben yang berusaha kembali mendekati Broto," Tenanglah ada apa ini?". Tanya Danu heran.


"Ahh minggir Dan! Biarakan aku menghabisi si brengs*k ini! ". Ben berdecak kesal dan melepaskan diri dari Danu yang menahan dirinya.


Tubuh Ben mendorong Broto hingga terlentang. Ben menindih tubuh Broto yang berada di bawahnya. Mata Danu terbelalak besar apa yang sudah terjadi? Pikirnya.


Berkali-kali Benyamin memukuli Broto yang tak ada perlawanan sama sekali. Namun tatapan Broto mensiratkan pandangan bersalah dan menerima semua amukan dari Ben.


Mungkin ini karena Amira, lakukan Ben aku pantas mendapatkannya.


Broto memejamkan matanya menerima semua pukulan keras dari Ben, mukanya babak belur. Danu yang berusaha melerai Ben namun tak kuasa, tenaga Ben begitu kuat di rasakannya.


"AHHHHRRRRRGGG...!!! Amira menyukai mu! Itu semua gara-gara kau yang jadi sok pahlawan! Padahal itu aku yang menolongnya". Teriak Ben menggoncangkan tubuh Broto yang lemah di bawahnya.


"Tenang Ben hentikan! Cukup Ben! ". Danu mencoba menahan Ben yang menggoyangkan tubuh Broto, terlihat Broto memuntahkan darah dari mulutnya.


Benyamin tak perduli himbauan Danu, ia kembali mengamuki Broto dengan Brutal. Kesadarannya seakan menghilang karena Amarah. Ben melirik balok kayu yang terkapar di tempat itu, Ben bangkit mengambil balok itu.


Melihat Ben sudah mulai menggila membuat Danu berlari di ke arahnya. Namun dengan cepat Ben menendang Danu hingga terlentang. Mata Danu membelalak besar. Ben tersenyum menyeringai ke arah Broto yang masih terlentang, Broto menatap sayu dengan senyuman getir.

__ADS_1


"Bennn! Sadarlah ku mohon! Broto ayo bangun! ".


BUGH..


Benyamin memukul lantai di samping Broto. Nafas Broto menghempas berat, ia terbatuk-batuk mengeluarkan darah dari mulutnya. Ben terduduk dengan kaki terlipat kebelakang,ia terisak menangis di samping Broto. Dengan cepat Danu bangkit dan membawa Broto keluar untuk mendapatkan pertolongan. Ia menatap nanar dengan gelengan kepala tak menyangka ke arah Ben.


Apa yang sudah aku lakukan! Kenapa aku begitu bodoh seperti ini!


Benyamin menangis menatap tangannya yang penuh bercak darah dari sahabatnya.


"Maafkan aku Broto, aku bodoh sekali berbuat seperti ini pada mu, maafkan aku".


Benyamin pun pingsan di tempat, kemudian beberapa temannya datang atas perintah Danu untuk melihat keadaan Ben, mereka pun menggotong tubuh Ben.


Danu terdiam sembari membersihkan luka wajah Broto dengan alkohol. Ia menatap sedih dengan keadaan yang terjadi, Danu pun mengurungkan niat menceritakan semua tentang dirinya dan Laisa serta kabar pernikahannya.


**


Sekitar pukul 01.20 malam Broto terbangun dari tidurnya, ia merasakan sakit dan nyeri luar biasa di tubuhnya kemudian perlahan ia bangkit. Dilihatnya Danu sudah tidak ada di kamarnya, karena semalam Danu ke kamarnya dan Ben untuk memeriksa keadaan Ben. Broto melangkah perlahan ia memakai jaket tanpa baju lagi. Ia celingak celinguk memperhatikan keadaan di luar, ia melangkah memasuki kamar Danu dan Ben, ia perlahan membuka pintu kamar itu, Ben terlihat tidur pulas sedangkan Danu tidur terlungkup di ranjangnya sepertinya dia sempat gelisah hingga mendapatkan posisi tidur yang nyaman. Broto tersenyum getir air mata merebak mengalir saat melihat kedua orang yang ia sayangi terutama ketika melihat Ben, ia sadar Ben sangat kecewa akan perasaanya yang kandas. Broto keluar perlahan dari kamar itu.


Sejak malam itu Broto pergi meninggalkan pekerjaan haramnya, meninggalkan sahabatnya serta meninggalkan Om Ditto tanpa sepengetahuan semua orang.


Maafkan aku Ben aku juga tidak dapat membohongi rasaku pada Amira. Aku akan menjaga dirinya Ben kau jangan khawatir. Sekali lagi maafkan aku ini.


Semua orang kaget atas perginya Broto, Ben dan Danu terkaget-kaget, terutama Om Ditto yang baru saja pulang dari Australia, ia terlihat menahan Amarah namun dirinya tampak begitu tetap tenang. Om Ditto berusaha menghalangi semua bawahanya yang berusaha mencari Broto, karena dia tahu bahwa mereka akan membantai Broto apabila bertemu. Jauh di dalam hati Om Ditto, Broto akan kembali.


.


.


.


.


.Bersambung..

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan tekan tombol love😌💕


__ADS_2