
CKITT...
Kenzo tiba-tiba menginjak rem mobil, Raina yang dari tadi terdiam pun terkejut karena Kenzo tiba-tiba berhenti di pinggir jalan. Raina bingung karena tujuan mereka masih lumayan jauh tapi Kenzo malah berhenti di pinggir jalan.
"Ayo turun". Ajak Kenzo yang sudah turun dan membuka pintu mobil untuk Raina.
"Katanya mau nonton, kok berhenti? ".
" Sudah yok turun dulu.. ".
Raina pun turun mengikuti Kenzo, Kenzo membimbing tangan Raina, sedikit sungkan Raina membiarkan gengaman Kenzo. Kenzo mengajak Raina menyeberang jalan. Kenzo membawa Raina ke kawasan taman.
Setelah sampai Raina kaget melihat banyak pedagang kaki lima berjualan di taman pinggir jalan itu. Kenzo melepaskan genggam - nya dan menuju salah satu tukang bakso. Mereka sudah seperti tampak akrab, mungkin Kenzo sudah langganan di tempat itu.
"Rain mari sini.. ". Teriak Kenzo pada Raina yang sibuk melihat warna malam di kota itu.
Raina berjalan mendekati Kenzo yang sudah melepaskan sebuah kursi pelastik yang saling menyatu kemudian meletakan di pinggir tukang bakso tersebut.
"Ayo duduk,kita makan bakso dulu".
Raina pun duduk tepat di samping Kenzo.
Raina menatap aneh, Kenzo yang kelihatan seperti lelaki yang perfect yang mungkin tidak akan sudi untuk makan di pinggiran seperti itu malah terlihat familiar di tempat itu.
"Hey kok bengong, kau mau bakso urat atau telor? ". Tanya Kenzo," Di sini yang paling enak tuh bakso uratnya, kau mau coba? ".
Raina mengangguk," Boleh, aku mau coba ".
" Pak bakso urat dua ya".
"Oke mas, yang biasa ya? ". Saut pedagang itu.
Raina terus menatap sekitar taman, melihat penampakan kota yang sudah lumayan lama ia tinggalkan karena kuliah di luar negeri. Ada banyak sekali pedagang yang berjualan, ada bakso, siomay, martabak, kerak telor dan berbagai macam penjual makanan.
Raina sempat berpikir apakah mereka para pedagang itu di perbolehkan berjualan di taman kota atau mereka nekat berjualan meski satpolpp akan datang untuk mengatur mereka supaya tidak berdagang di taman ini. Dan yang lebih lucu lagi seorang perwira polisi seperti Kenzo malah datang menikmati makan di tempat ini.
Raina menatap Kenzo yang antusias menunggu pesanannya datang. Di pikirnya mungkin Kenzo tak seburuk dan seangkuh kelihatannya mungkin memang perawakan seorang anggota perwira terkesan gagah, diam serta seram.
"Ini mas pesananya". Mas - mas tukang bakso menyodorkan dua mangkuk bakso ke pada Kenzo.
"Terimakasih pak".
"Cantik pacarnya mas". Puji Tukang bakso itu pada Raina yang berada di samping Kenzo yang sibuk melihat keadaan sekelilingnya karena itu hal yang baru baginya. Biasanya dia hanya makan di tempat yang setidaknya memiliki gedung sendiri.
"Ah bapak bisa saja". Kenzo tersipu malu karena si bapak mengira Raina pacarnya. Tukang bakso pun berlalu.
"Rain.. ".
"Rain..!!! "
Raina terkaget setelah Kenzo memanggil namanya lebih kencang.
" Eh udah jadi ya, maaf aku sibuk merhatiin tempat ini ". Raina malu kemudian mengambil bakso yang di pesannya dari tangan Kenzo.
" Dasar kau ini, ayo makan".
__ADS_1
Raina dan Kenzo menikmati Bakso dengan lahap. Hingga tanpa sisa di mangkuknya.
"Gimana enak kan? ".
" Iya enak banget, uratnya kerenyes dan kenyal banget ya". Raina antusias menjawab pertanyaan Kenzo.
" Oh ya? Jadi kau suka? ".
Raina mengangguk Kenzo tersenyum lebar akhirnya bisa membuat Raina senang.
"Lain kali aku ajak lagi kau makan di sini, dan disini juga murah banget".
"Oh ya? Siap kalau gitu, enak banget soalnya, terimakasih ya". Ujar Raina seraya tersenyum.
"Ya sudah hari juga udah makin malam, kita pulang yuk". Ajak Kenzo dengan senyum ramah.
"Pulang? Katanya mau nonton? ".
" Lain kali aja, ini udah larut malam takut Papa mu khawatir ".
" Oh okey".
"Pak kita pamit ya..makasih ".
" Okey mas, mbak, jangan lupa balik lagi ".
**
Regi duduk santai di atas gedung tempat yang biasa di jadikan Basecamp olehnya.
"Ah nggak-nggak, ada apa sih dengan saya". Grutu Regi pada dirinya sendiri.
"Hay Gi.. ". Sapa Keysha pada Regi yang asik menyendiri.
" Key.. ". Regi melempar senyum,Keysha pun duduk di samping Regi.
" Gi saya dengar kau sudah mendekati cewe itu".
"Hemm iya, tadi siang juga ketemu sebenarnya tidak sengaja dia melihat ku dan kemudian mengikuti ku".
"Wah, bagus dong makin mulus rencana kita, Mr.Ben bakalan suka dengan kemajuan mu ini". Keysha antusias.
"Ah tidak semudah yang kau pikir tahu! ".
" Tenang saja aku akan ajarkan kau sebuah trik". Keysha berdiri dengan semangat.
"Trik? ". Tanya Regi heran.
" Iya Trik supaya gadis itu makin senang dekat dengan mu". Jelas Keysha.
"Emang trik seperti apa sih? ".
" Ya sudah kau ikuti aku ". Keysha menarik tangan Regi dan membawa Regi ke salah satu tempat yang dia suka.
Setelah sampai ke tempat yang di bawah Keysha, Regi takjub melihat gemerlap malam dari atas gedung tua itu.
__ADS_1
" Wow kau bisa banget ya nemuin tempat sekeren ini". Ucap Regi takjub.
"Ini tempat ku biasa meluangkan resah hati".
"Oh ya, indah banget tahu".
"Ya setidaknya nyaman untuk menyendiri ".
" Jadi kau mau ngajarin Trik apa? ". Tanya Regi.
" Kau tahu tidak, kalau seorang gadis biasanya senang di manjain sama laki-laki, senang di mengerti di jaga di perhatiin".
"Huh kalau itu aku udah tahu, sebenarnya tahu dari beberapa teman cowo dan Rico sih". Regi memotong perkataan Keysha.
"Tapi kau tidak akan tahu caranya menyentuh hati wanita". Ujar Keysha seraya menatap mata Regi.
"Wah kau pintar juga, bagaimana caranya? ".
Keysha tersenyum bangga. Kemudian dia menarik tubuh Regi ke tengah gedung. Regi pun mengikuti Keysha.
" Sentuh hati wanita tidak mudah! ". Bisik Keysha, lalu mendekat dan memeluk tubuh Regi.
" Key ada apa ini? ". Regi bingung dengan Keysha yang tiba-tiba memeluknnya.
"Sudah lakukan, seperti apa yang sedang saya lakukan".
Regi diam lalu mengikuti Keysha, ia membalas pelukan Keysha. Keysha meletakan tangan Regi ke pinggangnya dan tangannya ke pinggang Regi.
"Kamu bayangkan ada alunan musik".
Regi memejamkan matanya dan tak lama setelah itu ia mendengar musik di telinganya. Ia membuka mata lalu tersenyum menatap Keysha . Mereka berdansa di bawah ribuan bintang.
"Key, kau sepertinya ahli dalam menaklukkan hati, tapi aku tidak pernah melihat kau dekat dengan seorang pria ". Ucap Regi dengan masih berdansa dengan Keysha.
Keysha masih menikmati kehangatannya bersama Regi. Ia tampak tidak memperdulikan pertanyaan Regi.
" Key kalau aku boleh tahu siapa laki-laki yang kau sukai? ".
Keysha membuka matanya dan kaget mendengar ucapan Regi seketika ia melepaskan pelukanya. Regi terkaget, Keysha menatap Regi dengan dalam. Dia pikir dengan melakukan semua ini, Regi akan merasakan hal yang sama dengannya yaitu merasakan cinta terhadapnya.
Regi menatap manik mata Keysha yang membulat sempurna. Dengan cepat Keysha membuang wajahnya dan pergi meninggalkan Regi yang bingung karena sikapnya yang berubah tiba-tiba.
.
.
.
.
.
.Bersambung..
Terimakasih sudah membaca jangan lupa like komen dan tekan tombol love 💕😌.
__ADS_1