Blue Of Love

Blue Of Love
HangOut


__ADS_3

Inspektur Bram berjalan dengan langkah cepat, Subroto menyusul kemudian mereka masuk ke ruangan Inspektur Bram.


"Inspektur, apa yang di katakan oleh Akbp-Adi itu benar ".


" Apa?!". Teriak Inspektur mengema di ruangannya, "Jelaskan apa yang kau bicarakan ini Kombes Broto!". Bentak Inspektur Bram.


"Ini memang salah saya Inspektur, saya tidak menghabisinya". Ucap Subroto tertunduk.


Brak..


Inspektur Bram menghempaskan tangannya pada meja kerjanya.


"Kau sudah gila ya! Kau tidak tahu apa yang kau lakukan ini jika semua orang tahu bahwa kau melepaskan tersangka kau bisa kehilangan promosi mu!!!kau sudah tidak waras!!". Inspektur Bram meradang dengan kecerobohan Broto.


"Inspektur dengarkan dulu saya".


"Broto ini tidak hanya kau yang akan kehilangan promosi mu, tapi juga lencana ku yang akan terancam di batalkan, kau tahu aku butuh waktu bertahun-tahun untuk mendapatkannya,kau tahu aku mendapatkannya dengan cepat karena kita berhasil memberantas salah satu mafia besar di Indonesia ini! ".


"Cukup Inspektur! Semua itu sekarang tidak penting sekarang keluarga kita dalam bahaya! Saya tahu bahwa mafia tongkat naga itu sangat kuat dan berbahaya!".


"Sekarang kau tidak hanya membahayakan pekerjaan kita, tapi juga keluarga kita". Ucap Bramantyo terduduk lesu.


"Maafkan saya Inspektur tapi saya akan berusaha membasminya".


Bramantyo menarik nafas panjang kemudian menghempaskannya dengan kasar.


"Baiklah saya percayakan semuanya pada mu! Tapi jika kau gagal kau akan kehilangan semuanya, jabatan mu akan turun bahkan kau bisa jadi di pecat!".


"Siap Inspektur! ". Subroto menghormat pada Inspektur Bramantyo.


Inspektur Bramantyo pun bangkit dari tempat duduknya diapun keluar dari ruangan tersebut.


Apa mungkin kata-kata Ben itu benar, aku akan segera menyelesaikannya!


Broto pun menyusul Bramantyo keluar dari ruangan tersebut.


**


Di malam hari, Raina duduk di depan tv menonton acara di tv. Subroto yang baru saja keluar dari kamar langsung meletakkan kacamata kerjanya, ia pun menghempaskan pantatnya di sofa tepat di samping Raina.


"Hey, lagi ngapain nih ".


"Nonton aja Pa.."


"Tadi siang selama papa tidak di rumah Rain ngapain aja? ".


Raina menelan salivanya, kemudian menghadapkan wajahnya ke arah Papanya.


" Tadi di rumah aja Pa, ngak ngapa-ngapain. Papa sendiri bagaimana kerjaannya? ". Raina berbohong.

__ADS_1


" Ya begitulah, semoga kasus kakak kamu cepat terselesaikan". Jelas Broto seraya merangkul Raina.


"Pa,Raina ngak nyangka kakak udah ngak ada". Lirih Raina seraya menyandarkan kepalanya di pundak sang Papa.


"Raina yang kuat ya, kakak dan juga Mama mu sudah bahagia di syurga, jadi Raina sama Papa tidak boleh bersedih seperti ini, kita berdua harus terus bahagia supaya mereka bahagia liat kita dari atas sana".


Raina mengangguk lalu memeluk sang Papa, Subroto pun mengelus lembut puncak kepala Raina. Dan tiba-tiba telepon Raina berbunyi Raina dengan semangat membukanya dan ternyata itu dari Kenzo.


"Siapa sayang? ". Tanya Broto penasaran.


" Kenzo Pa.. ".


" Ya sudah sana ke atas ngobrol sama Kenzo".


Raina pun mengiyakan lalu pergi ke kamarnya, sebenarnya yang di harapkan bukanlah Kenzo tetapi dia harus tetap menjawab telepon dari Kenzo.


~


Keesokan harinya seperti biasa Raina bangun pagi dan ikut Papanya sarapan pagi.


"Loh Papa, mau kemana lagi? Udah rapi banget, rapat lagi ya? ". Tanya Raina seraya memakan roti di piringnya.


" Iya sayang, Papa ada pertemuan lagi, kau tunggu di rumah saja ya, jangan kemana - mana kecuali sama Kenzo".


Raina mengangguk malas, lagi pula dia tak ada acara untuk keluar rumah, apa lagi dirinya malas kalau keluar rumah dan jalan sama Kenzo walaupun calon suaminya. Rasanya Raina ingin teriak saat menyadari dirinya sudah di terikat bersama Kenzo.


Ponsel Raina berbunyi dengan malas Raina membuka handphonenya tersebut dan ada pesan dari Regi. Raina langsung terkesiap dan membukanya.


Begitulah isi pesan Regi, Raina menjadi heran siapakah orang yang ingin dikenalkanya padanya. Tapi tak menapikan dirinya merasa bahagia menerima pesan singkat tersebut. Raina melihat jam di dinding rumahnya sudah menunjukkan pukul 11:00 siang, dengan cepat Raina mandi dan bersiap-siap untuk bertemu Regi.


Setelah mempercantik diri, Raina bersiap-siap untuk keluar. Ia melihat para pengawal di rumahnya duduk santai di temani kopi.


"Nona.. ".


" Pak saya mau keluar, tapi bapak semua tidak usah repot-repot mengikuti ku".


"Maaf nona, kemarin kita sudah membiarkan nona pergi tanpa pengawasan kita, sekarang biarkan kami mengawal nona". Bujuk salah satu anggota polisi yang menjadi pengawal atas perintah Kombes Broto tersebut.


"Tapi pak sayakan cuma mau ke depan gerbang doang, masa tidak boleh? ".


" Kalau begitu biar saya menemani". Ujar polisi itu memaksa.


"Stop pak! Kalau anda maju satu langkah lagi, saya tidak mau makan dan itu gara-gara anda! Bapak tahu sendiri kan akibatnya! ".


" Baik nona tapi jangan terlalu lama". Polisi itu mengizinkan Raina dengan terpaksa.


Raina mengangguk lalu pergi keluar gerbang dan dilihatnya Regi sudah menunggunya di luar sana.


"Hey, udah lama ya? ".

__ADS_1


" Nggak , ayo naik". Ucap Regi pada Raina, Raina pun naik sepeda motor Regi dengan perlahan. Merekapun pergi menggunakan sepeda motor.


"Pak bilangin Papa saya pergi dulu..". Teriak Raina pada para polisi yang menjaganya.


Para polisi itu kaget dan berusaha mengejar namun sudah kehilangan jejak Raina.


"Aduh kelepasannnn ". Keluh salah seorang polisi tersebut dengan menepuk jidatnya.


" Pak bagaimana ini?". Tanya temannya yang lain.


"Kita telepon Kombes Broto saja". Ujar polisi itu.


"Jangan-jangan! Kombes sedang rapat, sebaiknya kita telepon Kenzo saja". Halau salah satu temannya. Kemudian mereka pun menghubungi Kenzo dan tak lama kemudian Kenzo datang.


"Ada apa kalian bingung?".


"Raina pergi dengan lelaki lain, dan sepertinya itu seorang berandalan kelihatannya".


"Kok bisa?! ". Bentak Kenzo.


" Nona Raina menipu kami, biar kami mencari nona Raina sekarang juga ".


" Tidak usah pak, biar saya saja yang mencarinya ".


" Baiklah Ken,kabarin saja kalau ada apa-apa".


Laki-laki itu pasti orang yang sama pada waktu itu, ada hubungan apa Raina dengannya. Saya tidak akan mencari Raina, saya akan bilang pada Om bahwa Raina di bawa lari oleh seorang berandalan. Orang itu sudah terlalu dekat dengan Raina saatnya untuk menyingkirkannya.


Gumam Kenzo di dalam hatinya bersiasat untuk mengadu domba Regi dan Broto supaya nanti Regi akan di tuduh membawa lari Raina. Kenzo pun berlalu dan pergi seolah - olah hendak mencari Raina.


"Gi.. Kita mau kemana? ". Teriak Raina di atas motor yang melaju.


" Lihat saja nanti, kau akan menyukainya".


"Oh ya Gi, siapa orang yang mau kau kenalkan padaku? ". Kembali Raina berteriak agar Regi mendengar dengan jelas.


" Liat aja nanti.."


"Apaa?.. ".


" LIAT SAJA NANTI ". Regi berteriak lebih kencang, sontak Raina dan Regi tertawa karena mereka berdua saling berteriak satu sama lain saat di atas motor.


.


.


.


. Bersambung..

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca, jangan lupa, like, komen, dan tekan tombol love 😌💕.


__ADS_2