Blue Of Love

Blue Of Love
Plan


__ADS_3

Di sebuah ruangan Mr.Ben merenungkan sesuatu dengan memegang tongkat berkepala naga. Kepalanya mendongak ke atas langit-langit ruangannya.


Ktak..!


Suara tongkat yang di pegang Mr.Ben di hentakan ke lantai mansion itu,terlihat senyuman terukir di wajah Mr.Ben,dia keluar dari ruangan pribadinya.Langkah kakinya berjalan perlahan dan terdengar menggema di mansion miliknya yang juga merupakan markas besar kelompok mafia yang di pimpin olehnya itu.


"Hei kalian kemari". Ujar Mr.Ben kepada bawahannya yang menunduk homat kepada dirinya. Bawahan itupun dengan cepat mendekati sang bos besar dengan kepala masih menunduk hormat.


"Ada apa Mr? Apa yang harus kami lakukan untuk anda? ". Tanya salah satu anak buah.


"Kalian segera beritahu kepada semua teman-teman kalian untuk kumpul di mansion malam ini".Perintah Mr.Ben.


" Baik Mr ".


Kedua orang anak buah Mr.Ben itu berlalu di hadapannya, senyum licik Benyamin terlihat jelas ia pun tertawa kecil.


**


" Regi bagaimana misi kamu hari ini? ". Tanya seseorang pada Regi yang kalah itu tengah duduk santai dengan rokok mengepul di mulutnya.


" Seperti biasa Key".


"Wah pasti lancar kan,sungguh panutan ku". Gurau seorang gadis yang bernama Keysha kepada Regi yang langsung nyengir mendengar celetukan gadis itu.


"Itu kayaknya si Rico". Ujar Keysha menengok ke arah Rico yang perlahan mulai mendekati mereka,"Ada apa Ric tumben kamu jam segini udah mau nongkrong? ". Tanya Keysha pada Rico yang baru saja menghampiri mereka.


" Regi, Key, malam ini kita di suruh ke mansion ada hal yang penting".Ucap Rico.


"Iya nanti saya ke sana ". Jawab Regi seraya mematikan puntung rokok.


"Hemm udah lama gak ada pertemuan penting kayak gini ". Imbuh Keysha.


Regi pun pergi ke markas setelah beberapa menit meneguk minuman kaleng ber-energi.


Ia berjalan santai menuruni gedung tua yang menjadi tempat tongkronganya setiap malam kadang ia pun tertidur di atap gedung tua yang belum selesai di bangun itu. Karena tidak ada tempat yang di sebut "Rumah" bagi anak yatim piatu itu,beruntung dirinya diasuh Mr.Ben yang tak lain juga sahabat karib Danu ayahnya.


Keysha menatap Regi yang menuruni anak tangga gedung itu. Terlihat di matanya pancaran kekaguman pada sosok Regi. Ia pun hendak mau menyusul namun suara Rico terdengar.


"Key malam ini kamu ada kerjaan nggak? Sehabis dari markas?".Tanya Rico.


"Hmm aku ada janji sama Regi". Jawab Keysha berbalik badan ke arah Rico seraya berkata,"Aku soalnya mau nemenin dia ke makam bokapnya Ric".

__ADS_1


"Ah!kau setiap kali ku ajak selalu saja tidak bisa". Dengus Rico.


"Maaf ya Ric ". Key mengigit bibir bawahnya, Rico hanya tersenyum mengangguk, "Kalau gitu aku duluan ya". Ucap Keysha dan berlalu meninggalkan Rico.


Regi kau selalu satu langkah lebih maju dariku.


Batin Rico setelah melihat keysha pergi meninggalkan dirinya. Rico sangat menyukai Keysha namun Keysha lebih menyukai Regi, tetapi Regi tidak pernah peka akan perasaan Keysha padanya,Regi hanya menganggap Keysha hanya sebatas seorang sahabat, seperti halnya Rico yang juga hanya di anggap sahabat oleh Keysha. Walaupun Keysha tahu bahwa Rico menyukainya.


**


Sementara itu di kediaman Raina.Kombes Broto mengadakan acara makan malam bersama Inspektur Bram dan keluarganya.


"Rain ayo turun, Om Bram dan Keluarganya sudah datang". Teriak kecil Broto kepada puterinya yang sejak tadi sibuk berdandan.


"Iya Pa sebentar lagi". Sahut Raina.


Perfect ternyata gaun Mama pas sekali sama Rain.


Raina pun keluar dari kamarnya ia menuruni anak tangga dengan perlahan, Raina nampak anggun bak seorang putri kerajaan. Kenzo menatap perlahan Raina yang menuruni anak tangga, matanya terbelalak kagum melihat kencantikan serta keanggunan gadis yang sedang di tatapinya itu.


"Ken jemput Rain". Pinta Bram kepada anaknya.


"You are so beatiful tonight". Bisik Kenzo terpukau kepada Raina yang hanya membalas dengan senyuman manisnya.


"Mari,silakan duduk ". Broto menyilakan tamunya untuk duduk di kursi meja makan yang di sediakan Broto sedemikian rupa, untuk menyambut tamu yang juga atasannya di kepolisian. Bram, kenzo dan tak lupa Roby ikut duduk di satu meja makan malam itu.


Banyak sekali masakan lauk pauk ala Perancis di atas meja makan, mulai dari Beef burguignon salah satu masakan paling lezat di Perancis, sesuai dengan namanya hidangan ini berbahan dasar daging sapi. Tentunya daging sapi yang digunakan adalah daging yang berkualitas tinggi dan bertekstur lembut hingga hidangan makan penutup, yaitu Creem brule jenis dessert ini terbuat dari campuran susu, buah-buahan, serta vanila yang di masak dalam oven. Rasanya yang manis dan sensasi segar buah-buahan tidak akan membuat kecewa lidah penikmatnya.


"Ayo mari makan". Broto memulai acara dinner malam itu, semuanya sangat menikmati hidangan lezat itu. Di sepanjang makan malam Kenzo hanya sedikit menikmati makan malamnya ia fokus memperhatikan Raina di hadapannya yang asik memotong daging masakan.


"Loh Ken kok kamu diam saja, ayo dong di ajak ngobrol Raina nya ". Tukas Broto yang rupanya memperhatikan Kenzo.


" Iya Om ". Balas Kenzo dengan senyuman.


" Pa aku kok berasa kayak lagi di jodohin gitu ". Ucap Raina dengan sedikit terkekeh seolah bercanda.


" Iya Rain memang benar, kamu dan Kenzo itu di jodohin sama Papa dan Om Bram". Lantang jawaban Broto dengan serius.Membuat senyum Bramantyo dan puteranya Kenzo mengembang. Raina hanya terdiam dia menatap ke arah kakaknya yang sedang makan di depannya.


"Pa zaman sekarang masih main jodoh-jodohan,jadul tahu..". Cela Roby yang masih asik memotong makananya.Mendengar itu membuat Broto dan Bram serta Kenzo nampak canggung.


"Roby bicara apa kamu, jangan ngomong sembarangan di depan Om bram!". Lotot sang papa ke arah Roby.

__ADS_1


"Roby kau sekarang tugas dimana? ". Tanya Inspektur Bram kepada Roby yang seolah menyinggung,membuat garpu di tangan Roby terjatuh hingga suara bising pun terdengar.


Broto langsung menatap Roby ia takut Roby akan emosi mendengar pertanyaan Bram yang sebenarnya hal yang tidak di sukai Roby.


"Saya tidak tugas di manapun kok,lagi pula saya tidak mau jadi polisi kayak anda dan anak anda". Jawab ketus Roby sembari mengelap mulut nya sehabis makan. Masih ada sisa makanan di piringnya.


"Oh begitu? Kau tidak malu apa sama calon adik iparmu yang menjadi Ajun komisaris polisi".Bram membanggakan anaknya itu.


"Cih. Adik ipar? Haha Ya kali kalo si Rain mau sama cowo manja kayak gitu ". Ledek Roby tak mau kalah. Raina sedikit menahan tawa nampak mukanya memerah mendengar ucapan kakaknya itu. Sedangkan Subroto menjadi bingung dengan suasana makan malam yang seolah seperti perang debat.


" Saya tidak manja, saya hanya menjaga sikap saya di depan mertua". Kenzo menimpali jawaban tidak terima atas ucapan Roby kepadanya.


"Mertua? Mimpi saja! Hei Rain nggak usalah kamu sama cowo ini ". Roby ketus dan memandang remeh Kenzo dan Daddynya.


Suasana makan malam jadi bersitegang!.


PAR!!!


" Cukup Roby jaga sopan santun mu". Broto menampar pipi anaknya hingga memerah, mata Raina nanar melihat kejadian itu.


Bram dan Kenzo pun sontak berdiri melihat tindakan yang di ambil Broto.


"Kau kurang ajar sekali Roby, Papa sangat malu dengan ucapan mu yang tak bermoral itu ". Rutuk Broto kepada Roby yang memegang pipi bekas tamparanya.


" Baik Pa, Roby akan pergi selamanya dan tidak akan pernah kembali untuk menginjakan kaki di rumah ini, ini kan yang Papa selama ini inginkan. Papa egois Papa hanya selalu menilai buruknya Roby, dan Roby sangat minta maaf pada yang terhormat Inspektur Broto dan Kenzo, tolong kalian maafkan orang hina ini".Roby pergi berlalu meninggalkan meja makan.


"ROBY MAU KEMANA KAMU!". Teriak Broto kepada Roby yang berlalu keluar dari rumahnya.


"Pa sudah Pa.. Kakak jangan pergi".teriak Raina dengan rintihanya.Terdengar suara motor yang di gas kencang oleh Roby.


.


.


.


.Bersambung..


TERIMAKASIH untuk yang sudah membaca maafkan saya readers saya hanya lah penulis baru tolong di maklumi kalau ada kesalahan kata dan terdapat typo dimana-mana.


Jangan lupa like komen dan subrek untuk notifikasi episode baru😌

__ADS_1


__ADS_2