
Raina tersenyum bahagia di dalam perjalanan pulangnya karena bahagia saat bersama orang-orang yang selalu mensyukuri nikmat kehidupan di dunia. Tawa anak-anak yang polos dan lugu itu masih terngiang di telinganya dan sesaat kemudian Raina merasa malu saat teringat tadi Regi mendorongnya yang sedang duduk di ayunan. Seketika Raina menepis bayangan tersebut.
"Pa, Rain pulang". Ujar Raina saat memasuki rumahnya.
"Dari mana saja? Kok baru pulang! Tadi kan udah janji sama Papa, Raina akan pulang tepat waktu?! Sekarang ini sudah jam berapa hah! Sekarang kau segera mandi, keluarga Kenzo akan datang malam ini, kau harus kelihatan cantik! Jangan sampai kecewain Papa lagi seperti waktu itu". Tegas Broto pada Raina yang baru saja pulang.
Raina hanya menatap sang Papa, lalu kemudian pergi ke lantai atas menuju kamarnya. Subroto hanya menatap Raina yang berlalu tanpa suara.
"Anak pukang bukannya di sambut malah marah - marah ". Rutuk Raina seraya menghempaskan tubuhnya sebentar ke kasur empuknya.
" Ya tuhannn..! ". Teriak Raina sesaat setelah mengigat malam ini dia akan di lamar Kenzo lagi. Dengan malas Raina bangkit dari kasurnya dan masuk ke kamar mandi.
Hari pun sudah malam, Raina yang telah usai mandi dan sudah bersiap-siap dengan cantik turun dari kamarnya menuju meja tamu menunggu kedatangan keluar Kenzo dengan malas. Sedangkan Subroto Papanya dengan semangat menanti kedatangan sang besan.
Tak lama kemudian keluarga Kenzo pun telah sampai ke rumah keluarga Raina.
"Selamat datang, Om, Tante.. ". Sapa Raina pada kedua orang tua Kenzo yang baru saja tiba.
Mereka pun cepika cepiki seperti biasanya, Raina berusaha sebisa mungkin untuk menutup kesedihannya dengan selalu tersenyum.
Subroto berpelukan Erat dengan Bramantyo, dan menepuk pundak Kenzo dengan bangga.
"Mari duduk, Om, Tante.. "
" Iya sayang, duh kamu kelihatan cantik sekali malam ini ". Ujar Dina dengan mencubit pipi Raina.
" Terimakasih tante, tante juga tidak kalah cantik ". Puji balik Raina pada Dina. Raina menggunakan dress berwarna merah.
" Eits padahal kemaren udah di bilangin loh jangan panggil Tante lagi, tapi Mami".
"Eh iya Mami maaf".
Semua orang tertawa melihat Raina yang masih gelagapan memanggil Dina dengan sebutan Mami.Kenzo hanya tersenyum melihat kedua orang yang dia sayangi saling memuji dan asik bercanda tersebut.
__ADS_1
" Inspektur, sebelumnya saya dan Rain meminta maaf kepada keluarga Inspektur, atas apa yang telah terjadi waktu itu". Ujar Subroto membuka pembicaraan.
"Iya Broto, mungkin Rain waktu itu masih gelisah, sekarang kita biarkan anak kita yang bicara ". Sahut Bramantyo,seraya melirik Kenzo.
" Rain, izinkan saya mengulang kata-kata saya waktu itu, Raina maukah kau menikah dengan ku? ". Ucap Kenzo kembali dengan tatapan penuh harapan dan kepastian pada Raina.
Raina hanya diam dan sejenak menarik nafas panjang lalu menghembuskannya, Raina pun mengangguk setuju. Melihat Raina menerima lamarannya Kenzo tersenyum lebar, bahagia dan menatap Daddy dan Maminya yang juga terharu karena lamaran anaknya di terima. Tak lupa Subroto teramat senang akhirnya Raina bisa menerima Kenzo. Raut wajah semua orang di dalam rumah tersebut terlihat bahagia kecuali Raina yang sedikit bermuram dengan senyum kecut yang terpaksa berusaha di tutupi supaya tidak merusak momen tersebut.
"Terimakasih Rain sudah mau menerima lamaran ku". Kenzo mendekat dan menarik tangan Raina lalu mencium tangan Raina kemudian mengeluarkan cincin berlian biru dan memasangkanya ke jari manis Raina.
Saat itu langsung Raina merasa sudah tidak di hargai sang ayah, karena dirinya harus terikat pada lelaki yang sedikit pun tidak ia cintai, namun Raina menyembunyikan kesedihan itu.
"Tapi saya punya syarat". Keluar kata dari bibir mungil Raina seraya menarik jarinya kembali.
Seketika Kombes Broto menjadi bingung dan kaget terutama Kenzo dan kedua orang tuanya. Mereka juga tidak menyangka ada persyaratan seperti itu.
"Rainn.. ". Tegur Broto berusaha menyadarkan Raina.
" Biarkan Rain untuk berbicara Pa". Raina menatap mata Papanya dengan penuh keinginan. Melihat itu Subroto hendak mengigatkan Raina namun Kenzo terlebih dahulu memotong.
" Ken, sebelum kita melangkah ke jenjang pernikahan, kita berdua masih berstatus berteman bagiku, jadi aku mau ngapain dan berteman dengan siapapun kau tidak ada hak untuk melarang ku! Begitu juga sebaliknya aku pada mu. Setelah kita menikah baru semua kehidupan bahkan jiwa ku milik mu, kau yang akan mengendalikannya". Tegas Raina, dengan tatapan menahan air mata yang hendak jatuh.
"Tidak ada lagi yang lain? Hem kalau cuma itu aku sanggup menerimanya ". Kenzo menyetujui permintaan Raina, Dina dan Bram menatap Kenzo dengan iba karena harus menghadapi sikap Raina yang seperti itu.
Raina dan Kenzo pun resmi bertunangan, Kenzo pun kembali memasangkan cincin di jari manis Raina. Ia pun mencium kening Raina dengan lembut,sedangkan Raina terdiam menahan kekacauan hatinya. Subroto yang sempat ingin marah pada Raina menahan amarahnya saat melihat Kenzo menanggapi Raina dengan lembut dan menyetujui keinginan Raina. Merekapun makan malam, setelah makan malam keluarga Kenzo pamit untuk pulang.
"Sayang, Om sama Mami pamit pulang ya, sebentar lagi kau dan Ken akan jadi suami istri ". Ucap Dina seraya mengecup pipi Raina.
"Iya Mami, hati - hati ya".
"Iya manis, sampai ketemu lagi ". Bramantyo mengelus puncak kepala Raina.
Subroto pun mendekati Bram dan juga Dina mereka tampak mengobrol sebentar di luar. Sedangkan Kenzo masih bersama Raina di ruang tamu rumah Raina.
__ADS_1
" Sebenarnya syarat mu sangat memberatkanku, tapi aku terima semua itu demi kebahagiaan mu". Ujar Kenzo pada Raina yang berdiri di sampingnya tak bergeming tanpa melihatnya sedikit pun.
Kenzo pun keluar setelah Daddy-nya memanggil nya untuk pulang. Ia menatap Raina lamat-lamat lalu kemudian pergi keluar menemui orang tuanya yang sudah berada di mobil. Raina pun mengikuti nya dari belakang.
"Om Kenzo pamit pulang ya".
"Hati-hati nak". Ucap Broto seraya menepuk pundak Kenzo.
"Rain.. ".
" Hati-hati". Timbal Raina.
Kenzo pun memasuki mobil dan melaju keluar, acara pertunangan antara Kenzo dan Raina memang di laksanakan dengan sangat tertutup hanya dua keluarga saja, mereka akan mengundang seluruh keluar besar nanti saat resepsi pernikahan mereka.
Setelah keluarga Inspektur Bramantyo pulang, Broto meminta Raina segera masuk rumah, kemudian Broto marah besar pada Raina karena telah lancang bersikap seperti tadi.
"Raina! Apa-apaan kau ini! Kenapa ada syarat aneh seperti itu?! Kau bikin Papa mulu tahu! Untung Kenzo dengan bijak menerima syarat kekanak-kanakan mu itu! Gak habis pikir Papa dengan mu! ".
" Maafin Raina Pa! ".
Raina menatap Sang Papa lalu kemudian pergi meninggalkan Subroto yang masih emosi dan masuk ke dalam kamar. Melihat itu Broto semakin kesal.
" Anak sekarang susah di bilagin! ". Teriak Broto pada Raina yang mengabaikanya dan lebih memilih ke atas dan masuk ke dalam kamarnya.
.
.
.
.
. Bersambung..
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa, like, komen, dan tekan tombol love😌💕