Blue Of Love

Blue Of Love
Kenangan masa lalu II (Danu yang malang)


__ADS_3

Om Ditto adalah mafia besar di Indonesia, dia memiliki banyak bisnis haram terutama bisnis narkoba. Om Ditto juga berjibaku di dunia hitam internasional bisnisnya melaju pesat walau resiko yang di dapat juga cukup besar.Om Ditto selalu merekrut orang-orang terlantar untuk di jadikanya anak buah alasannya karena orang-orang seperti itu akan selalu mematuhi dan menuruti semua titahnya serta karena mereka tak memiliki pegangan hidup mereka yang selalu di kucilkan, di hina, di jauhi sampai ada yang menganggap mereka hanyalah sampah oleh karena itu mereka yang di rangkul akan memiliki kesetiaan yang besar kepada Om Ditto,dan juga karena itu mereka akan merasa bahwa cuma Om Ditto lah keluarga yang mereka miliki serta menjadi orang terpenting di hidup mereka. Bagaimana tidak Om Ditto datang kepada mereka bak seorang dewa penolong ketidakberdayaan akan nasib buruk mereka berkat uluran tangan Om Ditto yang tepat di kala mereka kelaparan, kedinginan mencari tempat berteduh dan Om Ditto datang sebagai penyelamat mengadopsi mereka mendidik mereka menjadi mafia serta bisa jadi penerus dirinya kelak. Mafia tongkat naga itulah nama kelompok yang di pimpin oleh Om Ditto.


Saat ini Om Ditto sangat tertarik sekali dengan ketiga anak yang sedang di bawanya ini dia yakin salah satu di antara mereka akan menjadi penerus bisnisnya kelak.


**


Hari demi hari Om Ditto melatih anak-anak buahnya yang ia temukan ada yang dulunya adalah tukang koran, pengamen, pengemis, pencuri, pencopet anak jalanan serta anak yang kabur dari rumah pun di asuh oleh Om Ditto.


Terlihat dengan serius Danu, Broto, dan Ben berlatih dengan gigih. Setiap anak yang di rekrut Om Ditto akan di didik ilmu bela diri, bahkan ada yang sampe di kuliahkan untuk belajar dan nanti mengerti bisnis kemudian mereka akan di tuntun untuk menjadi pebisnis handal dan hebat oleh Om Ditto tentu saja untuk bisnis haramnya. Bisnis haram juga membutuhkan kecakapan dan keakuratan dalam mengambil peluang bukan?bahkan bisnis haram ini juga membutuhkan orang yang pintar berbahasa asing karena bisnis Om Ditto juga sudah mendunia.


"Kau luruskan tinju mu itu Broto jangan lemah seperti wanita!". Celah Om Ditto pada Broto yang berlatih bela diri dan pertahanan. Bela diri yang di ajarkan adalah karate.


"Kau memang seperti wanita, persis sekali, kau tak cocok berlatih keras seperti kami, lihat kelak nanti aku akan jadi seperti Om Ditto bisa punya banyak mobil dan bisa makan sepuasnya". Ledek Ben dengan tawa kecil darinya serta mengucapkan cita-citanya. Akhirnya ia memiliki impian setelah sekian lama mimpinya tak berani dia bayangkan.


"Cih sialan kau". Broto berdecak kesal ke arah Ben yang juga berlatih namun ia berlatih dengan meninju punch mith/path yang di pegang oleh Danu.


"Sudah Ben kau selalu saja menggoda Broto. Apakah kau bisa sehari saja tidak menggodanya? ". Tukas Danu dengan sedikit tawa tatkala melihat Broto yang cemberut di ledek oleh Ben, " Tapi ada benarnya juga yang kau katakan Ben,Broto memang seperti wanita saja. Lembek dan lemah". Seru Danu yang ternyata juga berniat untuk meledek Broto. Gelak tawa Ben dan Danu pecah.


"Hey sialan kalian berdua!!! ". Gerutu Broto kepada teman-temannya itu.


Dari kejauhan Om Ditto tersenyum melihat tingkah lucu dan polos khas anak-anak dari mereka.


Banyak sekali anak-anak kurang beruntung


Seperti kalian. Tenang saja aku akan selalu menjadi tempat untuk berlabuh dan membantu orang - orang seperti kalian untuk bisa menjadi orang yang berhasil walau jalan yang ku beri berduri. Bukankah semuanya mulus karena uang bukan?.


***


Sementara itu Danu duduk di bawah pohon rindang ia terlihat sedang menatap kertas kecil di tanganya. Senyumnya tergurat getir berapa kali ia mengusap kertas yang ia pegang.


"Dor". Teriak Ben membuat Danu terkaget-kaget.


"Sialan kau! Bisa tidak sekali saja kau tidak mengganggu orang lain!".Rutuk Danu dia berdiri dan memukul kepala Ben dengan telapak tanganya.

__ADS_1


Ben tampak melindungi kepalanya dengan tanganya yang menutupi,berusaha menghalangi timpukan tangan Danu yang kesal karenanya."A-ampun.. ampun, kau keras sekali memukul ku, hentikan!".


"Kau pantas mendapatkanya! ".


" Ah hentikan ku mohon, kepala ku bisa peyang kau buat tahu! ". Rengek Ben memelas dengan masih fokus melindungi kepalanya.


Mendengar rengekan Ben membuat Danu tertawa gemas kepada sahabatnya yang terkenal iseng dan jahil itu. Broto hanya tersenyum melihat tingkah lucu dua sahabatnya itu.


Tiba-tiba mata Broto menangkap kertas putih yang tergeletak terjatuh di tanah. Tampaknya itu adalah kertas yang di perhatikan oleh Danu tadi, lalu Broto melangkah dan memungut kertas itu di baliknya kertas itu yang ternyata adalah sebuah foto. Mata Broto membulat besar saat melihat gambar itu. Terlihat dua anak kecil satu perempuan dan satu lelaki dengan kedua orang tua,foto yang memperlihatkan satu keluarga kecil yang harmonis. Mata Broto menyipit ia memperhatikan dengan seksama foto anak lelaki berbaju hijau itu kelihatannya mirip sekali dengan Danu.


"Apakah ini Danu?".Gumam kecil dari Broto.


Tiba-tiba saja foto yang sedang ia perhatikan di rebut oleh Ben.


"Wah ini potret keluarga mu?".Tanya Ben seraya memperhatikan foto itu,sesekali ia melirik Broto dan kembali melirik gambar yang di pegangnya, "Hei bocah laki-laki ini bukan kau?,sungguh tidak mirip sekali, ini kelihatan lucu sedang kau, sungguh? Ah tuhan juga tahu rupa mu". Seru Ben dengan ledekan candaan seraya membandingkan Broto dengan bocah seumur tiga tahun di foto itu.


Broto hanya diam matanya menatap Danu yang sedang mengigit bibir bawahnya dengan kepala menunduk gelisah ia nampak mencari sesuatu yang hilang.


"Sepertinya ini.. ".


"Tunggu kenapa kau merampasnya aku belum selesai melihatnya". Ben berdecak kesal tatkala foto itu di rampas Danu.


"Jangan ganggu barang-barangku!". Tegas Danu.Segera ia menyimpan dan berjalan cepat meninggalkan Ben dan Broto yang menatap nanar.


"Lihat apa yang sudah kau perbuat?". Broto melotot ke arah Ben yang pecicilan. Yang hanya di balas angkatan kedua bahu dengan telapak tangan bergerak-gerak pertanda tidak tahu apa yang sedang terjadi, "Mari kita ikuti saja dia".


"Ya sudah ayo ". Jawab Ben,mereka berdua pun berjalan mengikuti Danu yang sudah berada di kamar mereka. Danu sekamar dengan Ben sedangkan Broto sekamar dengan anak yang lain. Dalam satu kamar berisi dua orang anak.


Danu gelisah ia duduk dengan menggigit jari tangannya sedangkan tangannya yang satu menggenggam erat foto miliknya.


"Ada apa dengan mu Dan. Maafkan kami kalau telah menyinggung mu".


"Benar kami tidak sengaja melihatnya, karena tadi aku tak sengaja menemukanya terkapar,mungkin jatuh karena kau kaget oleh Ben". Jelas Broto yang menatap Danu yang sedikit pun tak melihat mereka.

__ADS_1


"Benar aku dan.."


"Ssst sudah aku tidak apa - apa ". Ucap Danu memotong ucapan Ben, " Sebenarnya aku hanya malu sama kalian dan merasa tidak enak ". Danu menatap sayu ke arah Broto dan Ben yang berjalan duduk di kasur milik Ben, " Aku merasa tidak enak dengan kalian karena aku bukan orang seperti kalian anak terlantar, maaf maksud ku aku setidaknya masih punya orang tua". Ucap Danu membuat mata kepala Ben dan Broto terbelalak.


Bukankah Danu orang yang bernasib sama seperti mereka? yatim piatu sehingga Om Ditto juga mengadopsinya?Pikir Broto dan Ben.


Melihat muka kedua sahabatnya heran apa yang sedang dia sampaikan Danu pun kembali bercerita.


"Ayah dan ibu ku adalah pekerja buruh yang mendapat upah 15 ribu sehari artinya ayah dan ibu bisa menghasilkan 30 ribu sehari, gaji mereka akan di bayar pada hari sabtu berjumlah 150 ribu. Dengan uang sedikit itu keluarga kami cukup untuk makan setiap hari. Pada akhirnya ibu ku hamil anak kedua sejak itu sedikit tanggungan hidup keluarga kami bakal bertambah hingga saat waktu kelahiran adik tiba, oh ya adik ku dia seorang perempuan yang cantik. Sejak itu tanggungan keluarga ku menjadi besar dengan uang 150 mana cukup untuk memberi kami semua makan. Kala itu umurku 3 tahun dan adikku 2 tahun, ekonomi keluarga kami semakin terhimpit belum lagi biaya persalinan ibu kemaren belum di lunasi membuat ayah ku banting tulang, ibu ku tak dapat membantu apa-apa pasca melahirkan sampai sekarang karena sibuk menjaga adik dan aku. Uang ayah pun sangat tidak cukup untuk makan kami kadang ayah ibuk berpuasa mengalaskan lapar yang di derita yang penting aku dan adikku bisa makan. Ketika umur ku 10 tahun aku terpaksa berhenti sekolah dan membantu ayah ibu berkerja, di umur ku yang seharusnya menginjak bangku kelas 4 sekolah dasar harus berjuang mencari sesuap nasi di jalanan. Aku kerjakan semua yang ku bisa hingga pulang membawa upah atau uang hasil keringat ku". Danu menghela nafas matanya mulai berkaca-kaca.Broto dan Ben mendekati Danu seraya memijit pelan pundak Danu. Danu melempar senyum getir pertanda ia masih belum selesai cerita.


"Apa yang aku terima? Bukanya pelukan bangga karena aku membantu atau setidaknya sebuah senyuman dari ibu. Ibu setiap hari mengomel karena adik ku sering menangis karena mungkin dia lapar. Ibu ku menamparku tak jarang ia memukul ku karena aku di anggap tak berguna bermain terus, ia berpikir uang yang ku dapat juga hasil mencuri. Ibu akan mengomel sampai ayah pulang hingga aku kembali di pukuli karena aku di kira membuat onar dan memancing keributan ibu. Tak hanya itu mereka menjadi berantem karena saling menyalahkan dengan keadaan. Begitulah seterusnya hingga akhirnya aku pergi kabur dari rumah dan kemudian bertemu Om Ditto aku tidak tahu dengan nasib keluarga ku sekarang setidaknya tanggungan mereka berkurang bukan?".Danu menyeka air mata yang membasahi pipinya.


Melihat sahabatnya bersedih Broto dan Ben menenangkan Danu .


"Kau jangan sedih ada aku dan Ben terus bersama mu". Senyum Broto seraya mengusap puncak kepala Danu.


"Ya benar kau jangan Risau ada aku dan Broto ". Timpal Ben dengan senyum manisnya.


Danu tersenyum mengangguk dan merangkul kedua sahabatnya itu.


Aku harap kalian bahagia maafkan aku memilih di sini. Jangan khawatir aku sudah memiliki keluarga baru.


.


.


.


. Bersambung..


Episode kali ini lumayan panjang 😀


Maaf kalau ada kesalahan kata dan banyak typo tersebar maklum saya hanyalah penulis baru yang menemukan wadah untuk hobinya

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan subrek(love) 😌


__ADS_2