
Siang itu Raina telah sibuk berdandan dengan setelan menggunakan mini dress berwarna putih. Dirinya terlihat anggun dan juga cute. Setelah melakukan ritual kecantikannya Raina pun turun dengan langkah yang sebenarnya malas tuk melangkah ke tempat perjamuan makan siang serta acara pertunangannya dengan Kenzo.
" Kau terlihat sangat cantik sayang, ya sudah ayo kita berangkat ". Subroto memuji Raina dengan seulas senyum bahagia karena ini adalah hari besar bagi anaknya itu. Raina hanya tersenyum lalu mengikuti Papanya itu keluar menuju mobil.
Seperti biasa di perjalanan Raina lebih suka berdiam tanpa suara. Ia selalu asik dengan kebisuan yang memiliki seribu arti dan tanya itu. Broto megajaknya berbicara pun terkadang cuma di balas hanya dengan anggukan, gelengan kepala, atau bahkan terdiam tanpa respon.
Subroto sudah terbiasa dengan sikap Raina yang seperti itu. Ia cuma tersenyum sekilas saat anaknya sedang tidak mood untuk berbicara,walau kadang hati kecilnya ingin sekali bercengkrama dengan Raina.
**
Sementara itu Kenzo dan keluarganya sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Raina dan Subroto. Mereka sengaja menyewa restaurant mewah di kota itu. Tetapi ia tak melarang jika ada pengunjung datang ke restaurant itu, meskipun sudah ia sewa. Ia sekalian berniat membagi kebahagiaan pada pengunjung yang datang sehingga mereka bisa menikmati makanan dengan geratis.
Kenzo mengenakan pakaian kemeja berwarna silver, dengan rambut tersisir rapi dengan model slicked back undercut. Kenzo terlihat berwibawah juga mempesona.
Kenzo duduk dengan gugup menunggu kedatangan Raina. Ia sering kali merapikan kerah kemejanya supaya terlihat rapi juga berusaha menutupi kegugupannya itu. Tidak di pungkiri Kenzo merasakan perasaan gelisah yang dalam dirinya takut Raina menolaknya nanti, karena mereka kenal tidak terlalu lama.
Raina kau mau menerima ku menjadi suami mu..
"Ahh ".
Raina aku mencintaimu, maukah kau menjadi istri ku? ..
Kenzo menghapalkan dialog untuk melamar Raina. Ia bergumam di dalam hatinya sendiri. Ia terlihat kaku, Inspektur Bram tersenyum melihat Kenzo yang gugup itu.
"Nah, Ken itu sepertinya Raina sudah datang, mari kita sambut". Ujar Bram mengganggu konsentrasi Kenzo saat itu.
Kenzo segera merapikan diri dan menghembus nafas dengan lembut, ia melangkah mendekati Raina dan Subroto yang baru tiba itu.
"Hallo Om, Daddy dan Mami udah nungguin di situ ". Sapa Kenzo dengan menunjukkan tempat duduk mereka.
Subroto tersenyum bahagia melihat penyambutan Kenzo yang ramah itu. Sedangkan Raina senyum manis seadanya. Hatinya agak sedih jika hari ini adalah hari terakhir dirinya menjadi seorang single. Karena nanti dirinya akan menikah dengan Kenzo kelak setelah pertunangan ini.
"Hallo Rain, kamu kelihatan cantik sekali ". Kenzo memuji Raina dengan seulas senyum indah dengan gigi gingsul itu.
" Terimakasih.. ".
__ADS_1
"Om, Rain mari..". Ucap Kenzo lembut mengarahkan Raina dan Papanya ke meja mereka.
Broto langsung berpelukan dengan Bram, mereka terlihat bahagia hari ini karena mereka akan segera menjadi besan.
Raina menyalami Inspektur Bram dan istrinya Dina.
"Rain.. Ya ampun cantik sekali, dulu tante ketemu kau saat kau umur 3 tahun loh , itu saat Papa mu membawa kau ke acara ulang tahun Om Bram, sekarang makin cantik ya ". Sapa Mami Kenzo saat bertemu kembali dengan Raina yang sekarang sudah dewasa itu. Ia mencium pipi kanan dan kiri Raina.
" Terimakasih kasih tante, tante juga cantik".
"Jangan panggil tante lagi, panggil Mami aja ya sayang ". Ujar Dina tersenyum seraya mengelus pipi Raina dengan lembut.
" Iya tan.. Eh mami ". Raina masih tidak terbiasa memanggil dengan sebutan itu, tetapi Raina merasa senang dengan perlakuan Dina yang lembut keibuan itu, membuat Raina teringat akan sosok Mama yang tak pernah ia temui karena sudah pergi meninggalkan dirinya selamanya sesaat setelah melahirkannya kedunia.
"Eh ayoo duduk sayang ". Seru Dina pada Raina yang termenung , sontak Raina tersenyum lalu duduk di dekat Papanya.
Keluarga Subroto dan Keluarga Bramantyo mengobrol dengan asik. Membahas tentang sejauh mana kedekatan Raina dan Kenzo, juga menceritakan kesukaan masing-masing kedua anak mereka itu, cerita masa kecil mereka pun tak luput dari obrolan kedua keluarga itu. Sesekali mereka bersenda gurau. Raina hanya diam dan menyimak dengan baik semua obrolan kedua keluarga itu. Sesekali ia menempali obrolan juga menjawab-menjawab semua pertanyaan, sedangkan Kenzo tampak lebih antusias dalam obrolan itu tak lupa ia sesekali mencuri pandang kepada Raina.
" Ken kau beruntung dapatin gadis seperti Raina ". Puji Dina di sela-sela obrolan mereka.
Bramantyo tampak mengambil sebuah gelas lalu berdiri,ia menjauh dari meja yang mereka pesan.
Ting..Ting..Ting..
Suara gelas di ketuk dengan sendok oleh Bramantyo. Sontak para pengunjung yang datang memperhatikannya. Terlihat Kenzo dan Maminya saling melempar senyum bahagia. Subroto jugaa memperhatikan dengan senyum yang terlihat giginya berderet rapi tetapi Raina berbeda dengan ketiga orang itu dirinya merasa sedih juga gelisah, seakan belum siap.
"Para pengunjung hari ini, perkenalkan saya adalah Inspektur Bram, hari ini adalah hari bahagia bagi saya, terutama bagi anak saya Kenzo yang akan bertunangan dengan anak mitra kerja saya sekaligus sahabat saya Kombes Broto, yang memiliki anak yang cantik serta baik,gadis yang juga pintar itu bernama Raina calon istri Kenzo ". Bram mengarahkan tanganya ke arah Raina yang sontak membuat mata para pengunjung saat itu tertuju padanya. Ia tersenyum manis sebisanya untuk menutupi hatinya yang kalut.
" Sekarang dengan di saksikan oleh kalian anak saya akan melamar Raina".
Tepuk tangan serta suara riuh pun terdengar sehingga membuat hati Raina berdebar-debar dengan kencang. Semua orang kala itu menatap mereka dengan tatapan takjub juga terlihat mereka ikut bahagia dengan acara pertunangan yang di hadiri oleh orang-orang yang bahkan tidak tahu siapa mereka.
"Kenzo hampirin Rain dan lamar dia".
Kenzo bergegas berdiri setelah aba-aba dari Bramantyo. Kembali riuh tepuk tangan menyambut dengan keheboan saat Kenzo berdiri dan mendekati Raina seakan-akan mereka sedang menyaksikan sebuah pentas drama.
__ADS_1
Kenzo mengulurkan tangannya. Ia melempar senyum tulus kepada Raina yang duduk namun Raina enggan menyaut uluran tangan Kenzo dengan bantuan Dina Maminya Kenzo yang meraih tangan Raina dan meletakannya ke genggaman tangan Kenzo. Dengan terpaksa Raina berdiri dan melangkah beberapa langkah ke depan.
Semua orang tampak terlihat terkesiap saat Kenzo dan Raina berdekatan. Tak sedikit dari para pengunjung berbisik dengan sesama pengunjung lainnya mengatakan mereka pasangan serasi bak Romeo dan Juliet. Subroto, Bram dan Dina terlihat sangat bahagia menyaksikan Kenzo yang hendak melamar Raina.
Melihat Raina yang tampak gelisah dan gugup membuat Kenzo merasakan perasaan takut Raina menolak. Ia meraih tangan Raina dan menggengamnya. Para pengunjung yang menyaksikan momen manis itu membuat mereka terdiam menikmati.
Raina tersentak kaget terlihat Kenzo menatap matanya dengan dalam. Deruh nafas Kenzo dapat dia rasakan.
" Saya.. Saya adalah pria yang beruntung karena sudah di anugerahi oleh tuhan gadis cantik bernama Raina . Gadis yang saat ini berada di depan mataku. Sejak pertama kali saya melihat dia, hatiku telah jatuh hati padanya. Jadi dengan di saksikan kalian semua. Saya akan melamar Raina ". Ucap Kenzo dengan penuh perasaan, membuat orang yang menyaksikan orang menjadi baper karenanya.
" Rain.. Maukah kau mendampingi hidup ku?".Kenzo berlutut dan membuka sebuah kotak perhiasan yang berisi cincin berlian yang cantik berkilau itu kepada Raina.
Terima..
Terimaa..
Terimaaa..
Suara para pengunjung mendukung Kenzo dan menyarankan Raina untuk segera menerima Kenzo.
" Ya ".
.
.
.
.
.
.
. Bersambung..
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca, jangan lupa like, komen dan tekan tombol love 😌💕.