
Setibanya Hans & Indira di rumah keluarga Maheza, kedua orangtua Indira sempat kaget & heran kenapa mereka bisa datang bersama-sama. Namun Hans disambut dengan hangat bahkan ikut makan malam bersama mereka. Setelah selesai, mereka berdua pun duduk bercengkrama di ruang keluarga sambil main catur, sedangkan ibu & Indira sibuk merapikan meja makan dan mencuci semua peralatan masak & peralatan makan mereka tadi, kemudian Indira mengantarkan kopi, teh & sedikit buah-buahan ke ruang keluarga. Lalu ibunya menarik tangan Indira menuju kamar anaknya itu, di dalam kamar Indira mulai di interogasi mengenai kemunculan Hans yang tiba-tiba serta barang-barang temuan ibunya di kamar ini siang tadi.
"Sayang..apa hubunganmu dengan nak Hans?apa arti semua benda-benda ini nak?" ujarnya spontan & tegas.
"Kami pacaran bu, baru 2 bulan..pacaran jarak jauh jadi kami sengaja tidak memberitahu siapa-siapa dulu saat ini. Ibu, kalau soal benda-benda ini adalah murni hadiah iseng teman-teman Indy pas ultah..ada apa bu?" ujarnya menjelaskan dengan lirih sambil menyilangkan kedua jarinya dibelakang punggung, tanda kalau dia telah berbohong.
__ADS_1
"Indira..siapa yang mengajari kamu berbohong, hah? jawab ibu dengan jujur, apa kamu hamil?" bentak ibunya dengan suara nyaring lalu tangannya reflek menampar pipi Indira cukup keras. Hingga ayah & Hans segera datang ke kamar Indira, melihat istrinya marah sampai memukul anaknya itu spontan ayah menarik tangan ibu lalu dia memeluk Indira yang sedang menangis lalu membawa dia keluar kamar diikuti oleh Hans dari belakang.
"Nak Hans..maaf lho, ibunya Indira biasanya tidak pernah marah apalagi sampai memukul anaknya seperti itu" ujarnya ayah bingung bercampur malu. Tiba-tiba ibunya sudah berada disana juga lalu berkata pada Hans, "Nak Hans.. tolong jawab dengan jujur, apa benar kalian pacaran?" ujarnya tegas.
"Iya benar bu, saya juga baru saja melamarnya tadi siang di kampus" jawabnya jujur & mantap.
__ADS_1
"Ya benar bu..karena itu saya datang hari ini untuk minta restu dari kalian" jawabnya jujur & tegas pula. Spontan ayah Indira menampar pipi Hans dengan keras hingga dia hampir saja jatuh. Ibu & Indira pun sampai kaget dibuatnya. Ayah benar-benar sangat marah.
"Kurang ajar...berani benar kamu menghamili anak gadisku, hah! sudah bosan hidup!" ujarnya kalap & sangat marah. Melihat ayahnya hendak memukul Hans lagi, segera saja Indira menghalanginya namun Hans berbalik melindungi Indira dengan tubuhnya lagi. Melihat hal tersebut ayah & ibunya Indira pun sadar bahwa nak Hans serius terhadap putrinya itu, hingga akhirnya mereka pun merestui pernikahan tersebut.
Seminggu kemudian, Hans & Indira terbang ke Bandung untuk bertemu orangtua Hans. Namun sayang usaha mereka meminta restu gagal bahkan Hans diancam oleh ayahnya kalau tidak segera putus dengan Indira maka dia akan dicoret dari warisan ayahnya itu. Akhirnya dengan tekad yang bulat dia tetap memilih Indira sebagai pasangan hidupnya & ibu bagi anak-anaknya kelak. Dan karena pilihannya itu Hans pun diusir dari rumah keluarga Wibowo.
__ADS_1
Dua hari kemudian mereka terbang kembali ke Kotabaru dan setelah menceritakan semuanya pada orangtua Indira, dia memohon pada mereka untuk segera menikahkan mereka walau tanpa restu dari orangtua Hans.
Walau pada awalnya mereka menikah tanpa cinta namun mereka berhasil membina keluarga kecil mereka selalu hidup rukun & bahagia. Dan semenjak Yohan lahir serta berada ditengah-tengah mereka, tanpa sadar cinta itu pun mulai bertumbuh dihati mereka berdua. Hingga akhirnya lahirlah Virna buah cinta mereka. Namun sayangnya kedua orangtua Indira meninggal dunia karena kecelakaan mobil. Dan 2 tahun kemudian ayah Hans juga meninggal dunia karena serangan jantung. Hans sempat datang bersama keluarganya untuk penghormatan terakhir namun mereka diusir dengan kasar oleh keluarga dari ayahnya itu. Setelah beberapa tahun berlalu, Hans pun mendapat kabar kalau ibunya sakit keras. Sehingga mereka sekeluarga datang berkunjung ke Bandung sekali lagi dan baru tahu kalau perusahaan ayahnya bangkrut akibat ulah adik-adiknya yang tidak bertanggung-jawab.