Brave Heart

Brave Heart
Pertemuan Pertama 1


__ADS_3

Beberapa tahun berlalu, Hans, Windy dan Tania hidup bahagia bertiga di Indonesia. Mereka memilih tinggal & menetap di pulau Bali yang indah & eksotis tersebut. Walaupun Hans & Windy hidup seatap tapi hubungan mereka tetap sebagai sahabat saja. Tania sudah diadopsi oleh Windy sebagai ibu tunggal, dan Hans sudah Tania anggap sebagai 'ayah baptis' nya sehingga dia sangat menyayangi sama seperti kepada maminya. Sekarang ini Windy bertanggung-jawab untuk menghandle perusahaan dalam negri sedangkan Hans bertanggung-jawab untuk menghandle bisnis di Luar Negeri sehingga dia hanya pulang sepekan sekali atau bahkan setahun sekali jika jadwalnya sangat padat. Namun momen-momen special & penting, Hans pasti akan pulang untuk merayakan bersama-sama. Sedangkan Peter yang paling sibuk karena dia harus selalu siap sedia jika perusahaan Windy atau Hans membutuhkan keahliannya dibidang hukum.


Tania sekarang genap berusia 19 tahun, Ini merupakan awal masa perkuliahan baginya. Dia baru mendaftar kuliah sekarang karena selama 3 tahun tersebut dia harus menjalani terapi 'pasca trauma' bersama seorang psikiater handal, setiap kali konseling Windy dengan setia mendampingi Tania dan memberi support. Jika Hans kebetulan luang, dia pun pasti ikut serta mendampingi. Dia sangat sayang pada Tania karena dia selalu mengingatkan Hans pada 'Virna' putri kesayangannya itu, usia mereka hanya terpaut 2 tahun saja. Setiap kali dia merasakan 'rindu rumah', foto keluarga yang tersimpan di ponselnya itu menjadi pengobat rasa rindu. Dia pun diam-diam menyewa detektif untuk mencari kabar keberadaan mereka bertiga, suatu hari dia tanpa sengaja melihat sebuah iklan produk jas pria disebuah baleho yang menampilkan wajah tampan dan berkharisma 'Yohan' yang sudah dewasa. Mereka memang bagai 'pinang dibelah dua' hanya saja Yohan putranya lebih tampan karena dia juga mewarisi wajah ayu ibunya. Sejak itu dia kembali semua edisi majalah yang ada Yohan di dalamnya, dia juga membeli setiap produk yang dia iklankan, bahkan dia juga berinvestasi dalam agensi model yang menaungi Yohan tersebut. Setelah Hans mengetahui bahwa Yohan berkuliah di Universitas Pelita Harapan 'UPN' -fakultas kedokteran, maka Hans pun membujuk Tania agar setuju berkuliah di 'UPN'. Saat Tania setuju, betapa bahagianya dia karena itu artinya peluang untuk bertemu dengan Yohan saat mengantar Tania ke kampus bisa menjadi alasan yang bagus.

__ADS_1


Seperti rencana Hans, dia pun bersikeras mengantar sendiri Tania ke 'UPN' Tangerang_Banten, padahal dia seharusnya kembali ke NYC besok untuk menghadiri seminar bisnis tapi dia meminta Peter untuk pergi mengantikannya. Tania benar-benar senang karena 'ayah baptis' bersedia meluangkan waktunya hanya demi dirinya. Windy berjanji akan menyusul mereka kesana secepatnya saat urusan kantor bisa ditinggal.


Pesawat yang Hans & Tania tumpangi pun mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta_'CGK'. Sebuah mobil 'BMW Z3' warna biru metalik sudah diparkir diluar bandara oleh supir, saat melihat Hans dia pun menyerahkan kunci mobil padanya, supir itu juga sudah memasukkan koper mereka ke mobil 'Jaguar' hitam milik Hans. Setelah berterima kasih pada supir mereka pun masuk ke mobil 'BMW Z3' milik Tania hadiah ultahnya yang ke-19 tahun. Hans pun mengijinkan Tania yang menyetir menuju Villa 'Fontaineblue' Golf Residence _Tangerang Selatan milik mereka.

__ADS_1


Selama di dalam mobil, pikiran Yohan masih memikirkan tentang ayahnya itu dan banyak hal yang berkecamuk dalam hatinya saat ini. Berbeda dengan Tania, dalam pikirannya itu wajah Yohan yang tampan yang berjalan diatas catwalk serta senyum sumringah Yohan yang muncul setiap kali berfoto selfi tersebut hingga '3 seconds' eye Contact dengan Yohan. Semua ingatan itu membuat jantungnya berdegup kencang lagi. Lain halnya dengan Hans, sepanjang perjalanan pulang tersebut diwajahnya tersungging senyum sumringah yang persis sama dengan senyum Yohan, hatinya begitu bahagia ingin rasanya momen tersebut bisa terjadi setiap hari. 'Yohan & Virna anak kesayangannya ayah, aku rindu kalian' batinnya berseru.


Hari jumat malam, Windy tiba di Villa 'Fontaineblue' Golf Residence. Akhir pekan mereka gunakan sebagai 'family time' yang artinya 'waktu untuk bermalasan-malasan, mereka bertiga bersenda-gurau sambil menoton film baru, memasak serta makan bersama-sama'. Momen penting ini adalah ritual wajib bagi mereka untuk refresing serta menjaga keakraban.

__ADS_1


__ADS_2