Brave Heart

Brave Heart
Sang Maskot yang alim 1


__ADS_3

Sejak awal MaBa di Universitas Pelita Harapan atau disingkat dengan " UPH College" di Tangerang _ Banten, hingga sekarang ini Yohan selalu menjalankan rutinitasnya antara kampus dan modeling secara seimbang, namun imbasnya dia sering tertidur di kelas saat kuliah bahkan ditempat kerja pun juga begitu. Yohan akhir-akhir ini merasa sangat lelah karena dia harus kuliah sambil kerja kemudian malam hari harus pulang ke rumah kontrakannya yang jaraknya sangat jauh. Tiap hari dia harus rela pergi-pulang antara rumah- kampus yaitu dari puncak_Bogor menuju ke Tangerang_Banten jaraknya sekitar 109,8 km dengan naik bis, maklum Yohan tidak punya motor apalagi mobil pribadi seperti teman-teman kampusnya itu. Dan jika dia harus praktek lapangan lalu ada jadwal pemotretan malamnya, Yohan dengan terpaksa harus menginap di rumah kak Brian manajernya itu. Namun dia selalu rajin menelpon ibu & adiknya itu hanya sekedar menanyakan kabar serta mengecek keadaan mereka aman & baik-baik saja selama dia tinggalkan. Virna saat ini sudah sma kelas 10 di SMA Santa Ursula_Jakarta Pusat. Sedangkan Virna harus menempuh jarak sekitar 68,8 km tiap harinya. Hingga akhirnya Yohan & ibunya merasa tidak tega jika Virna harus pp dari JakPus ke Puncak_Bogor lalu mereka sepakat memasukkan dia ke asrama putri disekolahnya itu. Dua minggu sekali pas weekend atau liburan sekolah barulah Virna pulang ke Bogor. Alasan kenapa memilih tinggal di Puncak_Bogor adalah semata-mata demi pemulihan kesehatan ibunya. Rumah tersebut merupakan milik keluarga kak Brian namun sudah lama tidak ditinggalin lagi, sehingga Yohan beserta keluarganya bole tinggal disana. Awalnya pihak agensi membeli rumah itu dan memberikan pada mereka secara gratis namun Yohan menolaknya, dia ingin berusaha mencicil biaya rumah tersebut hingga kelak menjadi miliknya pribadi dari hasil kerja keras itu. Kemudian kak Brian lagi-lagi menawarkan sepeda motor ninja miliknya kepada Yohan, sesuai sifat Yohan yang sangat tegas soal antara bisnis dengan persaudaraan yang haruslah terpisah, maka Brian pun setuju kalau motor ninja itu Yohan cicil 1,5 juta/bulan selama 10 kali. Namun Yohan berhasil melunasi biaya cicilannya dalam waktu 6 bulan saja, jadi sekarang dia tidak perlu gonta-ganti bis jika ingin kemana-mana.


Satu tahun pun telah berlalu tak terasa Yohan kini sudah menjadi senior tingkat dua. Tahun ajaran baru ini Yohan terpilih menjadi mentor atau kakak pembimbing untuk para juniornya, begitu juga halnya dengan kelima sahabatnya itu. Mahasiswa baru tahun ini 75% didominasi oleh kaum hawa dan sisanya 25% adalah kaum adam. kalau tahun lalu saat Yohan MaBa adalah 70% kaum adam dan 30% kaum hawa. Karena begitu banyak gadis-gadis cantik sebagai junior di UPH College membuat gank "Six Maskot" antusias berperan serta dalam ospek, namun tidak bagi Yohan karena dia merasa enggan jika harus tampil dimuka umum selain urusan pekerjaan atau kegiatan kampus yang benar-benar penting. Dan benar dugaannya, saat dia tampil dipodium untuk memberi kata sambutan para gadis junior bahkan senior pun dikampus itu bersorak-sorai dengan hebohnya. Spontan Yohan menjadi sangat malu hingga mukanya merah padam mendengar celetuk-celetuk yang silih berganti tersebut. Kelima sahabatnya yang berada dibawah podium yang berbaris bersama dengan para senior yang lain hanya tersenyum melihat sifat pemalu Yohan yang kambuh saat mendapati sorotan & perhatian yang berlebihan dari para gadis. Sehingga Yohan pun mendapat julukan "cowok alim" dari senior & teman-teman seangkatannya. Dan bahkan teman seganknya juga memberi dia julukan "cowok virgin" karena dia ketahuan belum pernah dekat dengan cewek apalagi pacaran dengan cewek. Namun Yohan tetap cuek & fine-fine aja ngejomblo.


__ADS_2