Brave Heart

Brave Heart
I'm Jealous 2


__ADS_3

Lalu saat Virna ijin untuk pergi ke toilet pada kak Tania & keluarganya itu, ternyata Gilang juga tak berapa lama menyusul ke toilet juga.


Saat Virna keluar dari toilet wanita, tiba-tiba tangannya ditarik oleh Gilang yang ada dibalik dinding di luar toilet wanita tersebut. Gilang pun membawa Virna menuju pintu tangga darurat yang agak jauh dari toilet. Kemudian Gilang segera melancarkan ide mesumnya pada Virna, dia memepet & mengunci tangan Virna serta tubuhnya dengan tubuhnya itu. Virna pun jadi sangat ketakutan setengah mati melihat aksi nekat Gilang tersebut. Dalam hati dia meneriakkan nama Brian & Yohan agar datang menolongnya. Air mata Virna sudah mengalir deras. Saat tangan Gilang menyentuh kulit telanjang kearah bukit dadanya itu, reflek Virna pun menjerit histeris.


Brian yang sejak tadi gelisah & punya firasat buruk pada gelagat Gilang saat pesta tadi, akhirnya menyusul mereka menuju toilet namun saat tahu Gilang tidak ada di toilet berarti dia sekarang sedang bersama Virna. Saat dia hendak berbalik pergi, Brian pun mendengar suara jeritan Virna dari arah pintu tangga darurat. Segera dia berlari kencang menuju pintu tersebut lalu menendang pintu itu dengan sangat keras. Ketika melihat hendak meraba dada Virna, segera Brian pun melayangkan tinju ke wajah Gilang, lalu menghajarnya bak orang kesurupan.


Virna yang masih shock & ketakutan melihat Brian yang sangat emosi segera memeluk tubuh Brian dari belakang. Saat Gilang melihat Brian sedikit lengah, segera berlari keluar dari hotel tersebut dengan wajah penuh luka serta darah.


"Kak Brian...hentikan please..jangan begini, aku takut nanti dia mati, terus kak Brian di penjara, aku...aku..bisa.."ujarnya gugup & sangat shock.


"Bagus kalau aku berhasil membunuh bajingan itu dengan tanganku"ujarnya murka.

__ADS_1


"Jangan, kak Brian gak bole jadi pembunuh gara-gara Virna"serunya histeris sambil terus menangis. Lalu hancur sudah pertahanan Brian, dia pun berbalik dan membalas pelukan Virna sambil ikut menangis.


"Virna...jika saja aku datang telat sedetik aja, bajingan itu pasti sudah meno..."ujarnya gugup dan frustasi membayangkan hal buruk terjadi pada Virna membuat jantungnya sakit bagai ditusuk pedang.


"Maafkan aku kak Brian...semua salahku, tindakan genit ku justru mencelakai aku sendiri. Aku memang bodoh"ucapnya sangat menyesal & masih tetap menangis.


"Aku lah bodoh, Vir...sejak awal aku tahu niat Gilang padamu saat di pesta tapi aku diam saja & membiarkan tangan kotor itu menyentuh mu membuat aku..."ujarnya geram & sangat sedih.


"Jadi kenapa sikap kak Brian justru dingin belakangan ini, aku kira kamu ben.."ujarnya lirih namun bibir Virna sudah dibungkam oleh bibir Brian. Namun segera Brian pun menghentikan ciumannya saat mendapat telpon dari Yohan menanyakan Virna.


Mereka berdua terlihat canggung saat kembali ke pesta tersebut. Saat pesta hendak berakhir kedua pengantin pun turun dari singgana untuk menyalami & mengucapkan terima kasih pada para tamu & kerabat. Lalu ketika pesta pernikahan selesai, Brian yang sempat lupa pada teman wanita itu segera menarik tangannya dan berbisik padanya,

__ADS_1


"Alea...Maafkan aku, sepertinya aku kurang sehat jadi sepertinya dinnernya batal, dan aku juga tidak bisa mengantarkan mu pulang malam ini"ujarnya berbohong.


"Tania bisa kah Alea nebeng di mobilmu, biar Yohan mengantar ibu dengan mobilku, ok?" ujarnya lagi dengan lugas. Kemudian setelah menjelaskan kondisi sakit rekayasanya pada mereka, akhirnya Yohan & Tania pun setuju.


"Cepat sembuh ya, Brian...sampai jumpa hari senin ok"ucapnya lirih dan lembut lalu menyentuh pipi Brian sekilas. Brian pun hanya mengangguk sebagai jawaban.


Virna yang sejak tadi gelisah, mendengar bahwa Brian sakit gara-gara dia merasa bahwa dia harus bertanggung-jawab untuk merawatnya sebagai rasa bersalah. Saat dia minta ijin pada ibunya & Yohan tidak ikut pulang karena khawatir dengan Brian yang sakit, mereka pun akhirnya menyetujui.


Setelah Kedua pengantin beserta anggota keluarga pergi satu per satu, tinggal lah mereka berdua disana tanpa kata. Baru saat ada pelayan menyerahkan sepucuk kertas pada Brian yang bertuliskan pesan tentang candle light dinner di Resto lantai 'Rooftop' yang sudah dipesan oleh kakaknya itu.


Segera mereka berdua berjalan mengikuti pelayan tersebut menuju Rooftop Shangri-La Hotel. Setibanya disana, mereka melihat meja special diterangi oleh cahaya lilin & seikat mawar merah dalam vas bunga, lalu ada bucket anggur putih low alkohol serta seorang pemain biola profesional juga.

__ADS_1


Mereka pun melakukan ritual dinner itu suasana romantis, pemain biola pun memainkan lagu 'Happy B'day' yang mengiringi suara merdu Virna bernyanyi. Lalu saat hidangan utama hingga penutup sudah disajikan pemain biola selalu memainkan lagu-lagu indah, hingga saat Brian meminta Virna untuk berdansa dengannya, biola pun tetap mengalun dengan indahnya. Baru setelah mereka selesai berdansa, pemain biola beserta pelayan pun undur diri.


__ADS_2