Brave Heart

Brave Heart
'My First Kiss'


__ADS_3

Saat mereka hanya tinggal berdua saja, Virna segera menyerahkan kado berupa syal & sweater couple yang dirajutnya sendiri. Sejak tadi Brian bingung dari mana datangnya tas belanja besar itu, yang tiba-tiba saja muncul sekarang. Melihat hasil rajutan Virna yang rapi & sangat pas dipakai Brian membuat hatinya terharu, apalagi saat Virna pun memakai syal & sweater yang serupa hanya beda warna tersebut, hatinya tambah terharu.


"Wow...syal & sweater couple nih!? Thanks ya Vir, kadonya bagus & hangat"ucapnya tulus.


"Syukurlah ternyata pas banget, seneng deh liat kak Brian yang tampan tersenyum lagi" ujarnya girang dan mata sendunya.


"Duh...kalo kamu liat aku dengan mata sendumu itu, bisa-bisa aku hilang ken.." ujarnya lirih namun terputus karena tiba-tiba Virna mengecup bibir Brian sekilas.


"Happy B'day ke-24 tahun kak Brian, I wish u.." ujarnya lirih, kini giliran Brian yang mencium bibir Virna dengan lembut dan cukup lama kali ini. Saat mereka berdua kehabisan nafas barulah ciuman tersebut berhenti.


Mereka saling bertatapan mesra sambil berpelukan sambil memandang kembang api di atas langit gelap bertabur bintang, yang sejak tadi menghias & berpedar namun tidak mereka liat karena sibuk berciuman.


"Kak Brian...Tadi itu 'My First Kiss' lho"ujarnya lirih dan malu-malu.

__ADS_1


"Lho First Kiss kita tadi bukannya tadi ya saat..."ujarnya jahil namun segera saja Virna membungkam mulut Brian dengan tangannya itu. Lalu menatap sebal kearahnya.


"Kan bener...yang ini baru namanya 'Second Kiss' donk Vir.."ujarnya lagi dengan jenaka.


"Bodo...pokoknya ini baru namanya 'First Kiss' kita yang sah, titik!!"serunya geram & kesal.


"Iidih...sah?? kayak penghulu aja deh kamu, Vir"serunya geli lalu mengacak rambutnya dengan gemas.


"Lho kok gitu... terserah aku donk, kan ini bibir gua bukan bibir lo, gak perlu pamit, wee... "serunya jahil sambil menjulurkan lidahnya kearah Virna.


"Gak...gak bole, bibir kak Brian hanya punya Virna, gak bole selingkuh!!"serunya histeris.


Tiba-tiba Brian mendekat dan segera berbisik ditelinga Virna tersebut.

__ADS_1


"Hati-hati lho Vir...kamu ini bicara hal vulgar seperti itu, aku ini lelaki dewasa lho. Jangan bermain api!!"ujarnya lirih namun serius.


"Apa aku berbuat salah lagi, kak??"serunya ragu-ragu lalu menatap dengan mata sendu.


"Ya...sangat salah, karena kamu sudah membangunkan singa yang lagi tidur, girl" ujarnya lugas & tegas lalu segera mencubit hidung Virna yang mungil & mancung hingga merah karena rasa gemas.


"Auww...sakit tau...main cubit aja emang aku anak kecil!!"serunya histeris karena kesakitan.


"Yuk...buruan kita pulang, dah larut malam ntar ibu & Yohan khawatir lagi"ujarnya lirih.


Kemudian mereka berdua pun turun dari 'Rooftop' tersebut menuju lantai lobby Hotel, setelah resepsionis membantu memanggil taxi untuk mereka, tak lama taxi pun datang.


Mereka pun pulang dalam kesunyian dan mereka hanyut dalam pikirannya masing-masing hingga tiba di depan rumah. Segera mereka berdua pun masuk ke rumah, dan untunglah mereka berdua sudah tertidur pulas sehingga mereka terhindar dari interogasi untuk sesaat. Walaupun besok pagi saat mereka sarapan, pasti mereka berdua gak bisa menghindar dari interogasi.

__ADS_1


__ADS_2