Brave Heart

Brave Heart
Bad News


__ADS_3

Akhirnya tepat saat liburan semester awal, Virna mendapat sepucuk surat lewat pos. Si pengirimnya adalah Brian namun saat melihat alamat pengirim tertulis di Macau, Virna pun kaget dan mendadak sangat penasaran.


Dear Virna,


*Hi...apa kabar? Aku harap kamu sehat & baik-baik selalu. Pertama, maafkan aku yang menghilang tanpa kabar selama ini. Sejak kita berpisah, kak Brian telah banyak berpikir tentang kita. Namun hingga kini aku hanya bisa bilang bahwa aku bersyukur dicintai oleh mu sekian lama & aku berterima kasih karena berkat cinta mu yang tulus itulah yang telah mengisi kekosongan hatiku selama ini. Kau juga lah yang membuka hatiku untuk mengenal apa itu cinta pada pandangan pertama. Konyol rasanya seorang pria 24 tahun dikenalkan pada cinta & ciuman pertama justru dari gadis belia 18 tahun.


Virna sayang...aku dengan tulus selalu berdoa untuk kebahagian mu semata, mengingat perkataan Yohan tentang sikap pengecut ku waktu itu aku benar-benar menyesalinya. Tolong jangan bersedih karena pria seperti ku, karena jika kamu sedih maka hatiku merasakan sakit & hancur. Jadi berjanji lah bahwa kamu akan selalu tersenyum bahagia. Dengan begitu aku pun ikut bahagia bersama.

__ADS_1


Sekarang aku ada jauh di Macau, karena papa ku yang mendadak jatuh sakit sehingga bisnis Hotel di sini tidak ada yang handle. Jadi kemungkinan aku akan menetap beberapa tahun di sini sampai papa pulih.


Virna sayang....Fokuslah pada studimu & always do the best!! Jangan pernah keluar malam apalagi pergi clubbing seperti dulu, bisa mati muda nanti aku, kalau kamu celaka saat pergi sendirian. Janji ya!!.


Satu lagi, tolong jangan tunggu aku, bergaul lah dengan pemuda seusiamu & nikmati masa mudamu di kuliahan selagi bisa, aku minta maaf karena aku tidak bisa membalas cinta mu & berada disisi mu lagi saat kamu butuh aku..jadi lupakan lah aku karena itulah yang terbaik bagi kita berdua. Karena di Macau ini aku sudah dijodohkan oleh putri rekan bisnis papa, dan aku tidak bisa menolaknya karena resiko penyakit jantungnya yang akut bisa kambuh sewaktu-waktu. Aku akan berusaha untuk melupakan momen indah kita secepatnya, dan jika itu tidak adil bagimu maka bencilah aku sekuat tenaga mu. Maki lah aku sesukamu. Asal kamu bisa segera move on dari pria brengsek seperti ku, maka aku tidak perlu merasa bersalah padamu seumur hidupku.


With Love,

__ADS_1


Brian Dewangga*.


Setelah selesai membaca isi surat Brian tersebut, betapa hancur hatinya karena ternyata cintanya kandas sebelum bersemi. Virna merasa seperti tersambar petir di siang bolong. Air matanya tumpah tanpa bisa dibendung lagi. Virna menangis histeris hingga membuat ibunya datang karena khawatir mendengarnya. Saat melihat & membaca surat Brian untuk Virna, tahu lah ibunya itu bahwa putri kesayangannya telah patah hati. Sehingga Indira hanya bisa memeluknya lembut sambil menangis bersama putrinya itu selama setengah jam.


Karena kelelahan habis menangis, akhirnya Virna pun jatuh tertidur. Ibunya segera menyelimuti tubuhnya lalu membersihkan sampah tisu yang berserakan di lantai. Setelah bersih, Indira pun mematikan lampu dan mengantinya dengan lampu tidur yang ada di samping kasur Virna, dia merapikan rambut dan membelai lembut pipinya, lalu mengecup kening Virna dengan sayang. Kemudian keluar dari kamar tersebut.


Petang itu, Indira pun menelpon Yohan karena saat mengecek keadaan Virna & hendak membangunkannya untuk makan malam, Indira pun kaget karena suhu tubuh Virna sangat panas hingga menggigil, saat dicek ternyata sudah mencapai 39°. Segera ibunya itu mengompres dengan alat kompres instant lalu mengganti baju Virna yang basah karena keringat dingin. Kemudian dia pun memasak bubur kesukaan putrinya agar bisa segera minum obatnya.

__ADS_1


__ADS_2