Brave Heart

Brave Heart
Yohan si anak "ajaib" 1


__ADS_3

Bulan September adalah masa-masa ujian bagi mahasiswa, karena pasti banyak tugas yang harus dikumpulkan sebelum ujian dimulai. Yohan & ganknya sudah bersahabat kembali seperti sedia kala. Persahabatan mereka jadi semakin erat sejak kejadian itu, kelima sahabatnya jadi semakin kagum & segan dengan karisma yang dimiliki Yohan. Setelah mereka mendengar bahwa Yohan adalah satu-satunya penerima beasiswa full selama kuliah, dan dia juga berhasil lolos seleksi tesis untuk menjadi asisten dosen alias "asdos" tahun depan. Yohan yang selalu berpenampilan "low profile" tersebut ternyata ber-IQ 135. Dia selalu sibuk dengan rutinitas sebagai mahasiswa teladan namun ternyata dia juga adalah seorang model remaja terkenal di Jakarta. Kelima sahabatnya itu tak pernah menyangka bahwa walaupun orang desa tapi popularitasnya sudah menyamai selebritis bahkan seorang idol manapun.


"Yo, gile lo! ga nyangka selama ini kita berteman dengan seorang model terkenal!" seru temen seganknya itu dengan nada bangga dan tak percaya.


"Ah..biasa aja, aku tetaplah aku, ga ada bedanya dengan kalian. Semua itu hanya faktor luck aja kok, aku yakin kalian bisa sepertiku bahkan lebih hebat lagi kelak" ujar Yohan dengan rendah hati.


"Aku juga pernah ikutan jadi model dikotaku" celetuk Dimas, Dion, Rian & Jerry lirih bersamaan.

__ADS_1


"Terus gimana ceritanya Yo, kok kamu bisa terjun di dunia modeling, mulai kapan?" seru Angga tak mau kalah.


"Dulu aku hanya siswa sma biasa yang hidup sederhana di desa, namun karena sesuatu hal yang aku alami dikeluargaku, akhirnya aku pun mulai belajar sambil bekerja sebagai koki disebuah rumah makan. Hingga suatu hari ada sebuah pemilik agensi beserta manajernya itu kebetulan sedang makan ditempat aku bekerja, karena merasa puas dengan hidangan yang aku buat mereka meminta bertemu denganku" ujar Yohan bercerita kenangannya dulu semasa sma di pulau samber gelap tersebut.


"Terus Setelah bertemu & melihat wajah tampanmu itu mereka pasti langsung menawarkanmu untuk menjadi model, betul kan?" tebak mereka lagi-lagi bersamaan. Yohan pun hanya mengangguk sebagai jawabannya.


"Eh..berarti kamu jago masak Yo? kapan nih kami diundang makan sama chef Yohan" celetuk mereka bersamaan lagi.

__ADS_1


"Ngawur, aku cuma koki kecil dari desa bukan chef besar kayak di TV. Bole aja, kalau kalian ingin merasakan masakanku, dengan senang hati akan aku layani" serunya lagi sambil tersenyum.


"Ok..kebetulan bulan depan aku dan Dimas ultah, gimana pas hari itu kamu jadi koki special kami?" seru Dion memberi saran, dan serempak yang lainnya mengangguk tanda setuju, melihat mereka kompak begitu mau tak mau Yohan pun mengacungkan ibu jarinya sebagai tanda setuju.


"Btw, acara ultahnya ntar dimana nih?" ujar Yohan bertanya.


"Aku sih terserah, tapi Dion bilang kita mau diajak berkunjung ke Bali sih" jawab Dimas spontan, lalu Dion pun menambahkan, "Yup, ntar pas ultahku kalian aq undang ke Bali kan secara ultah kami cuma selisih sehari juga jadi kita rayain disana aja sekalian, ok ga?" serunya semangat, lalu mereka serempak menjawab dengan antusias, "Ok sip, asyik liburan". Mereka pun lalu tertawa dengan gembira.

__ADS_1


__ADS_2