Brave Heart

Brave Heart
I'm Jealous 1


__ADS_3

Saat Brian melihat Virna turun tangga memakai gaun pink nan elegan dan sedikit vulgar menurut Brian, tiba-tiba dia terpesona sampai termangu bak orang bodo melihat gaun pink itu sangat sexy & juga begitu pas membalut tubuh Virna, namun tetap bisa menampilkan kesan anggun dari paras ayu nya itu. Saat melihat Gilang yang terlihat tampan dalam balutan jasnya tersebut, lagi-lagi hati Brian seperti gatal & kesal tanpa sebab. Dewina yang melihat wajah Brian yang kesal itu pun senang lalu kemudian semakin memanasi hati Brian agar bertindak impulsif.


Virna yang tidak terbiasa memakai high heels 7cm pun terpeleset saat turun dari tangga & hampir jatuh tersungkur, saat Brian berlari hendak menangkap tubuh Virna, sekali lagi dia kalah cepat dari Gilang. Melihat tangan Gilang memeluk pinggang Virna cukup lama dari yang sewajarnya serta melihat tatapan kagum Gilang pada Virna tersebut, akhirnya membuat kesabaran Brian pun hilang, dan dengan sigap dia pun melepaskan tangan Gilang dengan kasar lalu menggendong Virna bak bridal menuju kamar pribadinya di lantai 2 tersebut. Tindakan impulsif Brian membuat semua orang yang menyaksikan bengong & juga sangat terkejut.


Ketika mereka berdua tiba di dalam kamar Brian, dia pun dengan sangat hati-hati menurunkan Virna di kasur. Lalu Brian pun segera membuka sepatu high heels itu dengan pelan kemudian Virna pun merintih.

__ADS_1


"Auww...kak Brian sakit, kakiku kayaknya terkilir deh" ujarnya lirih sambil menahan rasa sakit. Lalu pelan-pelan Brian mengecek mata kaki Virna dan ternyata benar ada sedikit bengkak disana.


"Makanya kalau gak biasa pakai high heels, jangan maksain diri. Kalau kakimu tadi patah gimana, huh!!" serunya penuh emosi.


Segera Brian membuka pintu kamar, lalu segera kak Dewina, kak Satria, Gilang serta kedua orangtua Brian masuk satu per satu untuk melihat kondisi Virna tersebut. Melihat muka mereka yang bersemu merah mereka semua pun curiga jangan-jangan ada hal seru yang terjadi barusan. Namun Brian bisa segera bersikap cuek & cool seperti biasa, sedangkan Virna masih belum pulih dari sakit hati karena penolakan halus yang ditunjukkan Brian saat kejadian penting barusan.

__ADS_1


Karenanya Virna yang masih merasa marah, akhirnya membalas sakit hatinya pada Brian dengan meminta bantuan kak Tania untuk menggagalkan semua cewek genit yang berpotensi untuk menjadi teman kencan Brian di wedding serta jadi pasangan candle light dinner di ultahnya Brian tersebut. Jika Virna tidak bisa memiliki Brian di hari special nya itu maka jangan harap cewek manapun bisa memiliki keberuntungan itu, batin Virna.


Hari pernikahan pun datang, Gilang & Virna pun melakukan tugas mereka sebagai pengiring pengantin dari awal hingga resepsi. Brian yang ditunggu-tunggu pun akhirnya datang juga, di sisinya ada seorang gadis asing yang bergelayut mesra di lengan Brian. Virna pun jadi panas hati saat ingat bahwa gadis itu adalah kolega Brian beda agensi yang sudah lama 'pdkt' pada Brian tapi tidak pernah ditanggapi olehnya kala itu.


Spontan Virna pun membalas dengan bersikap manja & mesra pada Gilang terang-terangan di depan Brian. Gilang yang memang sudah jatuh cinta pada Virna merespon tanpa curiga sedikit pun kalau dia hanya diperalat olehnya. Saat tindakan Gilang mulai makin berani, bahkan tangannya juga sangat aktif membelai kulit Virna yang terbuka tersebut membuat Virna merinding ketakutan serta merasa jijik dibuatnya. Namun berusaha dia tahan agar berhasil memancing emosi Brian yang dia tahu sejak tadi mengamati gerak-geriknya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2