
10 hari telah berlalu, Yohan yang sudah mulai merasa bosan dengan suasana RS. Dia jadi sangat rindu masakan ibunya serta rindu dengan sekolahnya. Hampir setiap kali dokter & suster berkunjung, Yohan selalu saja menanyakan kapan dia sudah bole pulang. Namun dokter & suster hanya tersenyum sebagai jawaban. Entah sudah berapa besar biaya perawatannya selama ini, yang artinya bertambah lagi hutang keluarganya. Seperti biasa nenek datang berkunjung walau cuma sebentar, dan lagi-lagi si nenek pergi tanpa pamit padanya. Saat malam hari, sebelum tidur Yohan berkeluh kesah pada buku diarynya itu tentang segala kekhawatirannya.
"Sudah 10 hari aku ada di RS, pasti sangat besar biayanya..bertambah lagi deh hutang keluargaku. Gimana caranya aku bisa bantu ibu melunasi biaya ini?" tulis Yohan.
__ADS_1
"Seandainya saja ada uang jatuh dari langit untukku, jadi aku bisa bayar tagihan RS saat aku keluar dari sini..In your dream, Yohan!" tulisnya lagi sambil menghayal. Sampai-Sampai Yohan pun bermimpi melihat banyak uang jatuh dari langit & mendarat ditangannya itu, tanpa sadar dia tersenyum sendiri dalam tidurnya.
Saat Hans berkunjung malam itu, dia melihat Yohan yang sedang bermimpi indah sambil tersenyum gembira..
__ADS_1
Dua hari kemudian Yohan diperbolehkan untuk pulang, dan saat mereka hendak menanyakan tagihan RS selama Yohan dirawat, pihak RS bilang semuanya sudah dibayar lunas oleh sebuah rekening tanpa nama yang langsung ditransfer ke rekening RS kemarin, begitu mereka bilang. Baik Yohan & ibunya bingung siapa orang yang telah begitu baik serta bersedia menolong keluarganya selama ini.
Tentang kabar Hans yang selingkuh dengan cinta pertamanya 'hanya rekayasa semata', dia sengaja bertemu dengan 'Windy' mantan kekasihnya itu karena dia butuh bantuannya. Suami Windy baru saja meninggal setahun yang lalu karena sakit keras. Kala itu Windy bersedia menikahi seorang duda kaya beranak satu tersebut karena orangtua Windy menipu rekan bisnisnya pak Yamato 'si duda' karena ayahnya diancam akan dibunuh jika tidak segera melunasi hutang tersebut. Lalu orangtua Windy mengenalkan pak Yamato kepada putrinya itu dengan harapan Windy bisa membujuk rekan bisnisnya itu. Jarak usia mereka terpaut 10 tahun, karena seringnya bertemu lambat-laun pak Yamato pun terpikat & jatuh cinta pada Windy. Anak tirinya Tania Yamato masih berusia 5 tahun saat mereka menikah. Berkat Windy lah, Tania yang sejak kecil mengalami siksaan & trauma dari ayahnya itu, berangsur-angsur mulai mau membuka diri & belajar mencintai Windy sebagai ibunya. Setiap kali ayah Tania melihat wajah putrinya itu, Yamato selalu dengan sengaja melampiaskan kemarahan & kebenciannya itu tanpa ampun. Bahkan tak jarang ayahnya mengutukinya sebagai 'anak pembawa sial', dan berharap kalau dia ikut mati saja dengan ibunya yang 'Seorang pelacur' berulang-ulang kali. Betapa sakit hati Windy melihat Tania kecil begitu menderita sehingga sekuat tenaga dia berusaha melindunginya dari kesadisan suaminya itu. Karenanya Windy berjanji untuk tidak pernah 'hamil' anak dari pria sadis seperti Yamato.
__ADS_1
Setiap kali suaminya itu menyentuhnya, dia merasa enggan & sangat jijik, tapi dia selalu berhasil 'menggaulinya' karena menggunakan Tania sebagai ancaman. Setelah 'mahkotanya' direnggut paksa oleh Yamato, seringkali tiba-tiba Windy teringat pada Hans kekasihnya itu. Namun sejak menikahi Yamato, dia terpaksa ikut suaminya itu tinggal di Jepang dan juga Canada tempat kelahiran mantan istrinya begitu juga Tania. Namun sejak Tania berusia 8 tahun rumah kediaman serta perusahaan yang ada di Canada dijual oleh Yamato. Sehingga mereka pun menetap di Jepang. Saat Tania genap berusia 15 tahun, kejadian naas hampir saja menimpanya. Sepulang sekolah Tania tiba-tiba diculik sekolompok pemuda dan dibawa ke sebuah gedung tua untuk diperkosa. Untung saja Tania sempat mengirim pesan singkat pada ibunya kalau dia diculik, sehingga Windy segera melacak lokasi ponsel Tania melalui gps. Dan Tania berhasil diselamatkan oleh pihak polisi dengan keadaan sehat & utuh. Satu bulan kemudian barulah Windy tahu siapa otak dari penculikan Tania yang tak lain adalah Yamato sendiri. Dan karena rasa penasaran, Windy diam-diam melakukan tes DNA antara Yamato & Tania, saat hasilnya keluar terjawablah sudah bahwa Tania bukanlah darah daging Yamato. Baru beberapa bulan kemudian saat Yamato kembali merencanakan aksi jahatnya itu, Windy pun menunjukkan hasil tes DNA tersebut pada Tania lalu meminta dia untuk percaya padanya & mengikuti semua rencananya untuk membawa kabur Tania kembali ke Indonesia dengan selamat, apapun harga yang harus Windy bayar nantinya. Dia tetap bertekad membuat Yamato membayar semua dosa-dosanya itu.