Brave Heart

Brave Heart
First Dance with you 2


__ADS_3

"Tuan putri ijinkan saya berdansa bersama mu malam ini?"ucapnya lirih & santun lalu Brian segera mengulurkan tangannya dengan sikap badannya sedikit membungkuk.


"Dengan senang hati, my prince"ucapnya riang kemudian ikut membungkuk lalu segera menerima uluran tangan Brian tersebut.


Spontan Brian memeluk pinggang Virna lembut dengan tangan kanan sedang tangan kirinya menggenggam tangan Virna. Mereka melakukan 'step dance' pertama dengan natural & anggun. Mereka berdua mungkin sudah puluhan kali berdansa seperti ini saat acara pesta atau acara ultah, namun malam ini dansa kali terasa berbeda & special bagi mereka berdua karena hati mereka memiliki percikan chemistry 'cinta' di dalamnya yang mulai terjalin disaat moment 'First Kiss' tersebut. Baik Brian & Virna tidak bisa lagi berpura-pura sebagai kakak-adik sepupu seperti biasanya. Namun saat ini hanya Tania yang menyadari & mengetahui perasaan mereka, Brian & Virna juga belum siap untuk membagi rahasia hati milik mereka baik pada Yohan atau pun ibu Virna sendiri.


Disatu sisi, ternyata Yohan yang kelihatannya sedang asyik berdansa bersama Tania tersebut pun tak luput memperhatikan gerak-gerik Virna saat menolak semua fans cowok tersebut hingga akhirnya dia pun berdansa dengan pria bertopeng itu, yang dia yakin adalah sosok kak Brian. Saat melihat pandangan mata & bahasa tubuh mereka berdua tersebut, Yohan seakan-akan melihat cermin dirinya saat mulai jatuh hati pada Tania pertama kali. Dan saat Tania menyadari bahwa fokus Yohan sedikit teralihkan ketempat lain, dia segera mengecup pipinya manja hingga akhirnya Yohan pun segera memandang wajah Tania dengan lembut.


"Babe..ada apa kok, cium-cium sih? ini tempat umum lho, malu ah" ujarnya lirih dengan nada riang lalu mencubit puncak hidung Tania.


"Biarin...toh yang aku cium pacar aku sendiri, kalau ada yang sirik mang gue pikirin, weekk.." celetuknya jenaka sambil menjulurkan lidah.

__ADS_1


"Lagi liatin cewek cantik lain ya, awas ya kali berani genit!!"lanjutnya galak sambil mencubit kecil pinggang Yohan yang ramping tersebut.


"Aauww...Tan...sakit babe, kamu tuh ya cemburu buta melulu, you are mine always and forever...trust me babe!!"ucapnya mesra. Kemudian sesaat Yohan melihat sekelilingnya lalu tiba-tiba dengan cepat dia mengecup lembut bibir merah muda Tania yang mungil.


"Nah...sekarang siapa nih yang curi-curi ciuman di muka umum lagi?"celetuknya riang.


"Tan...jangan bicara kenceng-kenceng ntar ada yang denger babe...malu kan?"ujarnya lirih sambil berusaha menutup bibir Tania dengan tangannya itu.


"Babe...kamu sengaja mengundang kak Brian jadi tamu special ya, kok gak bilang ke aku sih?"ujarnya serius sambil menatap mata Tania lembut menunggu jawabannya itu.


"Kenapa Honey...mang gak bole ya, aku undang kak Brian? Aku kan cuma pengin mereka berdua bahagia seperti kita"ujarnya lirih & spontan, tiba-tiba Tania tersadar kalau dia sudah kelepasan bicara tentang mereka.

__ADS_1


"Apa maksud ucapan mu barusan, Tan? Apa yang sedang kalian sembunyikan dari ku?" ujarnya serius dengan nada sedikit curiga.


"Maafkan aku Honey...jangan marah donk, please?! Aku harap kamu mau sabar menunggu pengakuan dari mereka ok?" ujarnya lirih dengan nada membujuk. Lama mereka berdua hanya saling menatap.


"Sudah aku duga...pasti mereka yang menyuruhmu untuk tutup mulut, ya kan?" serunya geram lalu tiba-tiba Yohan pun berjalan menuju kearah Brian & Virna yang tengah asyik berdansa tersebut. Namun dengan sigap Tania menarik tangan Yohan lalu berbalik menuju pintu keluar gedung kampus dengan langkah cepat.


"Tan...Tania... Apa-apaan sih kamu, kenapa kita harus buru-buru keluar, hah!!"serunya nyaring tanpa sadar, lalu saat melihat air mata Tania hampir jatuh dikedua sudut matanya itu spontan Yohan pun segera memeluk tubuhnya dengan lembut sebagai tanda permintaan maafnya sambil mengusap air mata tersebut agar tidak menetes.


Sejenak mereka berdua saling berpelukan dalam diam di sudut taman. Yohan pun berusaha meredam emosinya agar dia tidak membuat Tania ketakutan lagi seperti tadi. Mereka berdua pun akhirnya duduk diatas rumput hijau yang terpotong dengan rapi & terawat tersebut sambil menikmati bintang malam dilangit gelap nan cerah malam itu.


15 menit kemudian, Brian & Virna pun tampak berjalan keluar gedung menuju taman sambil bergandengan tangan mesra. Mereka berdua berjalan kearah timur taman bunga yang juga terdapat kolam ikan buatan jauh dari tempat Yohan & Tania duduk saat itu. Malam ini cuacanya cerah namun cukup dingin sehingga Brian spontan memakaikan jasnya itu ke pundak Virna karena gaunnya agak terbuka & agar dia tidak kedinginan nantinya.

__ADS_1


__ADS_2