
Brian menyadari bahwa Virna telah jatuh hati padanya ketika dia mulai menginjak masa SMA. Segala tindakan konyol serta nekat yang sering kali dia lakukan akhir-akhir ini hanya demi untuk menarik perhatian darinya.
Sudah banyak cara yang Brian sudah lakukan, menjaga jarak, bersikap cuek & dingin, jarang membalas telpon serta pesannya, menolak setiap hadiah bahkan menolak ajakannya ke pesta ultah kakak senior di SMA itu. Dan karena hal itu maka Virna sampai nekat pergi Clubbing pakai baju sexy pula. Hampir saja Brian kena serangan jantung saat tidak berhasil menemukan sosok Virna, terlebih lagi saat dia melihat pakaian yang dipakainya membuat Brian sejenak lupa kalau dia masih gadis belia berusia 17 tahun baru jalan 18 tahun 2 bulan yang lalu.
Memang benar kata pepatah, bahwa masa pertumbuhan fisik antara pria & wanita itu berbeda, fisik wanita lebih cepat tumbuh dewasa dibandingkan fisik pria saat kanak-kanak. Rasanya seperti baru kemarin dia melihat Virna kecil yang lugu & imut, namun sekarang dia berubah jadi gadis ayu nan sexy.
Brian yang berusia 23 tahun jalan 24 nanti, 2 bulan lagi. Dia sadar bahwa gejolak mudanya masih fresh & aktif seperti pemuda pada umumnya yang seumuran. Hanya bedanya dia jauh lebih dewasa dibandingkan pemuda yang lainnya, dia mulai kariernya sejak umur 20 tahun sejak lulus dari kuliah Diploma 3.
__ADS_1
Brian yang sebenarnya adalah anak orang kaya memilih hidup mandiri tanpa dukungan finansial dari orangtuanya yaitu keluarga Dewangga. Karena Brian sejak awal tidak tertarik meneruskan bisnis papanya yang bergerak di bidang Perbankan, sehingga pertengkaran antara ayah-anak kerap terjadi, sampai akhirnya sejak Brian pun pergi dari rumahnya, dia kuliah sambil bekerja part-time, sampai akhirnya Brian bertemu dengan Pak Johan Limantara, seorang CEO yang memiliki agensi modeling yang baru dirintisnya kala itu. Awalnya Brian menolak tawaran untuk bergabung karena dia buta tentang dunia modeling tersebut.
Baru saat Brian lulus dari kuliah & hendak mencari kerja, dia bertemu lagi dengan pak Johan si CEO tersebut. Hingga akhirnya Brian setuju untuk mencobanya sekali namun bukan sebagai Manajer kala itu, tapi sebagai Fotografer karena kebetulan Fotografer yang lama baru saja resign. Karena posisinya sesuai dengan passion Brian maka jadilah dia seorang Fotografer selama 1,5 tahun baru diangkat sebagai Manajer tetap setelah mereka bertemu Yohan yang sebagai koki di pulau Samber Gelap tersebut. Jadi bisa dibilang bahwa Yohan adalah klien serta sahabat pertamanya, mereka berdua seperti ditakdirkan satu sama lain.
Kesan pertama Brian melihat Yohan adalah kagum bercampur dengan simpati melihat perjuangannya yang gigih dalam mencari nafkah di usianya yang baru 16 tahun kala itu. Yohan selalu berusaha ceria & tegar dimana pun dia berada, mampu membuat orang di sekitar merasa segan & hormat padanya.
Brian bersama CEO nya pun ikut senang mendengar kabar bahwa Yohan bersedia bergabung di modeling serta akan pindah segera ke Jakarta. Akhirnya pak Johan yang dibantu Brian selaku Manajer Yohan, segera menyiapkan segala akomodasi serta tempat tinggal untuk Yohan sekeluarga. Saat sedang mencari rumah itulah, kebetulan juga Villa keluarga Brian yang di Puncak_Bogor dijual. Pak Johan yang tahu bahwa Brian putra dari Tito Dewangga sempat menyuruh Brian untuk pulang menjenguk ibunya yang sedang sakit, karena ibunya begitu merindukan Brian putranya yang hilang tanpa kabar selama 5 tahun lebih.
__ADS_1
Brian sempat merasa dilema & juga frustasi selama seminggu lebih, dia sejujurnya juga rindu untuk bertemu mama serta kakak perempuan nya Dewina namun Brian belum siap jika harus bertemu muka dengan papanya itu. Hingga akhirnya Virna, Yohan & ibunya memberi saran serta dukungan untuk berani melangkah & hadapi hal apapun itu dengan hati tulus-ikhlas. Dan benar sejak Brian berani bertemu keluarganya, ternyata apa yang dia takutkan dengan papanya tidak terjadi, bahkan beliau orang pertama yang memeluk Brian dengan erat sambil meneteskan air mata bahagia.
Walaupun kesalah pahaman sudah berlalu, namun tidak lantas membuat Brian pulang & tinggal dengan keluarganya. Brian dengan mantap berkata bahwa dia bahagia dengan hidup mandiri yang dia jalani hingga kini. Keluarganya pun akhirnya dengan berat hati menyetujui keputusan Brian tersebut, asalkan dia akan rajin untuk pulang ke rumah serta menginap sesekali pas hari besar Nasional.
Sejak hubungan kekeluargaannya pulih, Brian pun mengenalkan Pak Johan bosnya itu, juga Yohan serta keluarganya kepada keluarga Dewangga. Ayah, ibu serta Dewina kakaknya menyambut mereka semua dengan hangat, mereka bahkan mengucapkan banyak terima kasih karena telah menjaga Brian selama ini.
Ibu & Dewina bahkan akrab dengan Indira ibunya serta Yohan & Virna, mereka juga memuji secara terang-terangan tentang gen rupawan kedua anak Indira tersebut.
__ADS_1
Bahkan ibu Brian serta Dewina sempat menjodohkan Virna dengan Brian yang masih betah menjomblo tersebut, padahal mereka tahu kalau usia mereka terpaut 6 tahun. Virna baru berusia 16 tahun kala itu masih siswi SMA namun karena bentuk tubuhnya bagus serta paras yang ayu membuat dia terlihat seperti seorang mahasiswi bukan anak SMA.