
Tahun ini Yohan genap berusia 20 tahun, dia juga akan memulai kehidupan sebagai seorang mahasiswa di Jakarta. Sejak pindah rumah dan menetap di ibukota, banyak hal yang dia rasa sangat asing dan baru. Kehidupan Yohan yang dulunya tenang & damai di desa kini harus berubah drastis dengan kehidupan yang ada di ibukota yang serba cepat & modern, sungguh bukanlah hal yang mudah untuk mengubah habit serta gaya hidup seorang yang awalnya hanyalah seorang pemuda desa yang hidup sederhana yang kemudian hijrah ke Jakarta untuk menuntut ilmu.
Setibanya dikampus, Yohan mengikuti setiap kegiatan sebagai mahasiswa baru seperti yang lainnya. Selama mengikuti ospek itulah Yohan mulai mengenal banyak teman baru seangkatannya di jurusan kedokteran. Bahkan banyak juga teman-teman yang berasal dari luar pulau namun mereka rata-rata adalah anak orang kaya. Awalnya Yohan minder bergaul dengan mereka tapi setelah mulai dekat ternyata mereka adalah temen-teman yang baik.
"Yohan, sini gabung ditim kita yuk" ajak Dimas yang berasal dari Bandung.
"Iya, kebetulan kelompok kita kurang satu orang nih" seru Rian dari Surabaya.
__ADS_1
"Eh..bener saya bole gabung disini?" ujar Yohan ragu-ragu.
"Bole donk, secara kamu kan maskot dikampus kita..masa mau dianggurin gitu aja" celetuk Jerry dari Jogja.
"Maskot? maksudnya apaannya ya?" tanya Yohan bingung dengan wajah lugunya.
"Iya elah..kamu orang dari mana bro, kok maskot aja gak tau sih" celetuk Galang dari Jakarta. Sehingga temen satu tim pun ikut tertawa mendengarnya, namun Yohan dengan polosnya menjawab "Aku dari desa, jadi maklum ga tau istilah maskot" ujar Yohan jujur, mendengar jawabannya yang polos itu semakin kencang mereka tertawa.
__ADS_1
"Desa pulau samber gelap_Kotabaru di Banjarmasin" ujar Yohan menjelaskan.
"Itu pulau atau desa, han? kok mananya samber gelap gitu pasti serem ya tempatnya?" celoteh Dion dari Bali itu penasaran. "itu desa sekaligus pulau, Di. Namanya memang pulau samber gelap tapi ga serem kok justru tempatnya sangat indah lho" ujar Yohan dengan bangga.
"Eh..tapi kok wajahmu bening gitu, ga kayak orang dari desa sih?" celetuk Angga heran. Namun Yohan hanya membalas dengan senyuman. "Wait..guys, beneran lho pulau samber gelap itu tempat wisata yang bagus banget!" seru Jerry tiba-tiba sambil menunjukkan hasil temuannya di ponsel miliknya itu. Mereka semua kemudian asyik membaca info beserta foto-foto yang tertera disana. "Trus han, kamu itu asli orang sana donk?" tanya Dimas ikut penasaran.
"Bukan sih..ceritanya panjang, ntar kalian pada bosan dengerinnya" ujar Yohan sedikit ragu karena jika dia menceritakan asal-usulnya maka otomatis hal itu akan ada sangkut pautnya dengan ayahnya. Yohan masih belum siap untuk lebih terbuka pada orang lain selain keluarganya sendiri. Melihat sikap Yohan yang enggan dan diam saja seketika, akhirnya Dimas pun maklum lalu dia menepuk bahu Yohan sambil berkata, "Relax bro, kalau kamu belum siap or ini ada kaitannya dengan masa lalumu yang pahit so ga usah dipaksain juga, kami maklum kok" tuturnya bijak lalu temen-temen yang lain pun mengangguk mengiyakan sambil ikut menepuk bahu Yohan.
__ADS_1
"Makasih ya bro, kalian sudah meringankan sedikit bebanku dan mau berteman dengan ku yang hanya orang desa ini" ujar Yohan lirih dengan nada terharu.
Sejak itu mereka berenam menjadi sangat akrab & kompak, mereka pun membentuk sebuah gank "Six Maskot" dan ketuanya sudah pasti adalah Yohan si maskot itu sendiri. Hingga kemana pun mereka pergi selalu jadi pusat perhatian para gadis dari senior sampai junior dikampus, pada ngefans dengan Yohan & ganknya itu.