Brave Heart

Brave Heart
'Sakau' 3


__ADS_3

Setelah Yohan memeriksa kembali kondisi Virna serta memberi obat penurun panas & radang tenggorokan, lalu dia juga mengecek infus yang hampir habis & dengan cepat Yohan pun segera mengganti dengan infus baru dengan hati-hati agar jangan sampai membangunkan adiknya itu. Hans merasa lega bahwa Yohan adalah seorang dokter yang hebat sehingga Virna bisa ditangani tepat waktu, kalau tidak bisa fatal akibatnya.


Saat Hans hendak pamit pulang, Yohan pun segera meminta ayahnya itu untuk menginap saja malam ini karena bahaya jika menyetir sendirian tengah malam begini.


"Dad...menginaplah malam ini, tidurlah di kamar ku, aku bisa tidur di kamar kak Brian" ujarnya menyarankan lirih.


"Baiklah...Aku sepertinya juga sedikit lelah, selamat malam semua"ucapnya lirih lalu segera mencium pipi Tania & menepuk pundak Yohan sekilas.


Saat Hans tiba di depan Indira, spontan dia pun mencium kening & puncak hidung istrinya itu lembut. Hans dulu memang sering melakukan ritual itu sebelum pergi tidur, namun tindakan spontan Hans itu membuat jantung Indira berdesir karenanya. Lalu Indira segera terburu-buru masuk ke dalam kamarnya tanpa menoleh. Hans yang sudah setengah mengantuk tidak menyadari perbuatannya itu juga segera berjalan masuk ke kamar Yohan untuk tidur.


Melihat insiden 'Good night kiss' tadi, Yohan & Tania pun hanya bisa menahan tawa mereka, saat mereka menghilang dari pandangan barulah mereka berdua tertawa pelan.


"Honey...papa n tante lucu banget deh, kayak ABG gitu gak sih?!"serunya geli.


"Bener..bener...ternyata mereka bisa polos gitu, ayah kayak orang gak berdosa, nyantai banget cium mesra ibu depan kita lagi" ujarnya ikutan geli & tak percaya.

__ADS_1


"Setidaknya papa adalah pria romantis.. Aku jadi iri deh sama tante Indira"ujarnya manja sambil memanyunkan bibirnya itu.


"Mulai deh, nakal kamu ya...sini aku 'kiss' juga deh"ujarnya jenaka lalu segera mengecup bibir mungil Tania serta puncak hidung & pipi chubby itu dengan lembut.


"Thanks ya babe...berkat kamu, hari ini kami bisa berkumpul bersama lagi... I love you" ujarnya lagi tulus lalu mengecup bibir Tania lagi & disambut dengan senang hati oleh Tania.


"I love you too, Honey...always and forever" ujarnya lembut & mesra. Kali ini Tania yang berinisiatif mencium Yohan. Ciuman mereka semakin dalam & semakin berani, sesaat mereka sampai lupa diri, suhu tubuh mereka menjadi panas karena hasrat yang terpedam mereka berdua.


Tanpa sadar tubuh mereka sudah saling berhimpitan di atas sofa ruang keluarga tersebut. Ciuman mereka pun terhenti akibat benda yang jatuh & pecah karena ulah mereka.


Setelah selesai, Yohan pun duduk disisi Tania sambil memeluk erat tubuhnya, Yohan berusaha menahan hasrat dengan sekuat tenaga. Lalu berbisik lembut ditelinga Tania.


"Babe...kamu itu candu bagiku, berada dekatmu aku selalu merasa 'sakau' tau gak?!" ujarnya lirih.


"Sakau'?! Apa artinya tuh Honey?!"serunya penasaran.

__ADS_1


"Sakau itu artinya sakit karena dikau, babe" ujarnya jenaka.


"Hahh...kok bisa sih?! Kamu ngaco khan?!" ujarnya tak percaya lalu mencubit pinggang Yohan dengan gemas.


"Buktinya sudah jelas kan..tiap kali kita 'kissing' pasti deh jadi makin 'hot' coba kalau gak ada halangan kecil tadi...sudah aku makan kamu malam ini, tau gak?!"ujarnya jujur & lirih.


"Hahh...maksudnya 'itu' ya?!"serunya nyaring, segera saja Yohan menutup mulut Tania dengan tangannya itu.


"Ssttt...jangan jerit-jerit, dah malam ntar ada yang bangun. Ya..pokoknya kita harus jaga jarak jika kamu gak pengin begini.. nih" ujarnya jenaka sambil membuat lingkaran di perut Tania yang ramping tersebut.


"Honey...Aku mau kok punya baby dari mu, asal kita resmi menikah dulu"ujarnya jujur.


"Iya babe...tapi tunggu kita lulus dulu ok, sabar ya my love"ucapnya tulus.


"Ok...sekarang kita pergi tidur, sudah larut nih..Good night babe"ujarnya lagi lirih lalu mengecup kening Tania kemudian mereka berdua masuk ke dalam kamar masing-masing. Malam ini Tania tidur bersama Virna, sekalian menjaga kalau-kalau Virna bangun karena haus.

__ADS_1


__ADS_2