Brave Heart

Brave Heart
Yohan & Buku diary 3


__ADS_3

Hari-hari sekolah Yohan pun kembali, betapa senang hatinya begitu bertemu teman-teman sekelasnya begitu juga sebaliknya.


"Yohan...kamu masuk sekolah juga akhirnya, betah banget kamu di RS" ledek teman-teman ganknya itu.


"Iya nih..Yohan walaupun sakit tetap banyak fans setia yang datang lho" celetuk salah-satu teman yang ikut mengerumuni Yohan.


"Hehehe...nasib orang ganteng bro" seru Yohan jenaka sambil terkekeh pelan.


"Dasar...enaknya ya, mentang-mentang ganteng terus tebar pesona!" sewot yang lainnya bersamaan.

__ADS_1


"Memang...wajah ganteng tuh anugerah, lha wajah kayak lo itu baru namanya musibah" celetuk jahil teman Yohan sambil menunjuk wajah Bimo yang cupu & berjerawat.


"Eh...guys, ga bole menghina wajah orang..baik atau buruk wajah kita tetap sama-sama ciptaan Tuhan yang harus dihargai" ujar Yohan menasehati temannya itu.


"Sorry Bimo...aku tadi hanya bercanda kok" ujar Rio menyesal, setelah ditegur oleh Yohan. "ga papa Ryo...aku ga marah kok" seru Bimo maklum. tiba-tiba jam istirahat pun berbunyi, saat Yohan & ganknya hendak ke kantin, Chloe seniornya itu datang pun menghampiri Yohan dan berkata ingin berbicara berdua dengannya. Setelah tiba sebuah taman belakang kantin tiba-tiba Chloe nebak Yohan.


"Makasih sudah suka sama aku, tapi maaf ya kak Chloe..Yohan masih belum mau pacaran dulu, mau fokus sama sekolah..jadi bole ga kita berteman aja?" ujarnya sopan & jujur. Melihat Chloe yang hendak menangis spontan Yohan menepuk pundaknya lembut. Lalu Yohan pun pergi menuju kantin menemui ganknya itu. Banyak pertanyaan datang menginterogasi Yohan, begitu juga halnya dengan Chloe tapi mereka berdua memilih diam seribu bahasa.


Tak hanya Chloe yang coba nebak Yohan, dan ingin jadi pacarnya namun semuanya bernasib sama seperti Chloe. Dan akhirnya para gadis pun menyerah & memilih menjadi teman dekat Yohan di sekolah.

__ADS_1


Suatu hari, ibu Yohan jatuh sakit sehingga tidak dapat bekerja seperti sedia kala. Ibu Yohan pun dirawat di RS selama sebulan karena uang tabungan sudah mulai menipis, Yohan bingung & khawatir karena ibunya perlu banyak biaya jika jadi operasi. Hingga akhirnya malam itu Yohan yang ga tahu harus berbuat apa, membuka buku diarynya itu untuk sekedar curhat.


"Ibu masuk RS dan harus dirawat satu bulan kelihatannya penyakit ibuku cukup serius karena perlu dioperasi secepatnya. Tabungan menipis, masih 17 tahun & masih sma..siapa yang mau kasih kerjaan ke aku ya?" tulisnya dengan perasaan sedih. Lalu Yohan pun pergi tidur karena sudah lelah. lagi-lagi sebuah kabar baik pun datang menghampiri Yohan, ayah teman dekatnya bersedia menerima Yohan sebagai asisten koki disebuah rumah makan dengan gaji yang lumayan besar untuk anak sma yang masih hijau seperti dirinya. Tak henti-hentinya Yohan berterima-kasih pada bosnya itu saat beliau bantu melunasi biaya RS diawal dia bekerja, dan Yohan pun berjanji akan segera melunasi uang tersebut. Yohan sangat rajin & sangat cepat belajar hal baru bahkan dia sampai rela kerja lembur agar bisa cepat melunasi uang bosnya itu.


8 bulan kemudian, Yohan diangkat sebagai koki oleh gurunya tersebut sebelum beliau resign dari rumah makan, dan gurunya kini menjadi kepala koki di sebuah Hotel berbintang. Jadi akhirnya Yohan pun menjadi koki paling muda disana. sedikit demi sedikit hutang uang pada bosnya bisa Yohan lunasi.


Saat sekali lagi ibu Yohan masuk RS dan harus operasi minggu depan, sekali lagi hasil tulisan tangannya dalam buku diary membawa keajaiban. Seorang tamu rumah makan yang adalah seorang CEO sebuah agensi model menawarkan kerja sama dengan Yohan sebagai koki model diacara kuliner dengan bayaran yang cukup untuk biaya operasi & biaya perawatan ibunya selama RS, bahkan mereka bersedia membayar dimuka sehingga Yohan pun akhirnya setuju menandatangi kontrak dengan agensi model tersebut.


Yohan sangat bersyukur pada Tuhan, akhirnya ibunya pulih walau belum benar-benar sembuh yang terpenting mereka berkumpul bersama lagi.

__ADS_1


__ADS_2