Brave Heart

Brave Heart
Look at Me 2


__ADS_3

Setahun pun berlalu..Virna sekarang kelas 11 SMA Santa Ursula. Kehidupan di asrama yang membuat Brian jadi jarang bertemu dengan Virna. Namun saat weekend tiba, merupakan hari yang sangat dinanti-nantikan oleh Virna. Karena Brian akan menjemputnya untuk pulang bersama ke Bogor. Namun tiba-tiba Brian menelpon memberi tahu bahwa dia ada pemotretan di luar kota bersama Yohan selama 2 hari ke depan, jadi dia kali tidak bisa menjemputnya. Namun Brian mengutus sopir pengganti dari kantor untuk mengantar Virna ke Bogor Dengan selamat. Betapa sedih hati Virna karena dia tidak bisa bertemu Brian saat weekend. Padahal besok adalah hari ulang tahunnya yang ke-17 tahun.


Namun ternyata Brian & Yohan telah menyiapkan pesta kejutan untuk Virna di sebuah Resto ternama yaitu 'Grand Garden Cafe & Resto' di Kebun Raya_Bogor. Mereka pun mengundang sahabat serta teman dekat Virna, pestanya bertemu 'Kerajaan' sehingga para tamunya wajib memakai kostum bak putri & pangeran malam itu.


Sore harinya, saat Virna sedang menonton acara musik di TV tiba-tiba bel pintu depan berbunyi, ternyata yang datang adalah kurir mengantar box pakaian, sepatu serta aksesories untuknya dari Yohan. Dalam tas tersebut juga ada sebuah kalung dari emas putih dengan liontin berbentuk kunci bertahtakan permata yang berkilauan, serta ada sepucuk surat tulisan tangan dari Brian & Yohan mengucapkan selamat ulang tahun. Kemudian dia membaca pesan tambahan, untuk siap-siap pukul 7pm memakai gaun dengan segala atributnya bersama ibu. Tepat pukul 6:30 pm seorang supir dengan mobil Mercedes Benz warna putih datang menjemput mereka berdua. Virna & Ibu tampil sangat cantik bak 'Putri Raja' malam itu.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan, Virna tak hentinya tersenyum girang dengan hati yang berdebar-debar menantikan kejutan yang disiapkan oleh Brian & Yohan kakaknya itu. Saat tiba di 'Grand Garden Cafe & Resto' di Kebun Raya_Bogor tersebut, tiba-tiba ibunya menutup matanya dengan syal miliknya itu.


Kemudian ibu serta supir tersebut menuntun langkah Virna hingga memasuki area pesta. Setelah tiba lampu dipadamkan diganti oleh cahaya puluhan lilin membuat suasana jadi semakin romantis. Ketika penutup mata Virna dibuka, semua tamu yang hadir memakai kostum yang sama tersebut kemudian dengan serempak menyanyikan lagu 'Happy Birthday', lalu Virna melihat sebuah kue tart berbentuk kastil tersebut didorong masuk oleh Brian & Yohan kakaknya itu. Hati Virna merasa sangat terharu sampai-sampai air matanya pun berlinang tanpa henti.


Banyak mata memandang mereka berdua saat asyik berdansa serta bertanya-tanya siapa gerangan pria misterius yang beruntung tersebut. Teman-teman Virna menebak kalau itu pasti Brian, cowok yang diam-diam sedang di taksir oleh Virna. Namun Ibu serta Yohan akhirnya menyadari sosok pria tersebut lalu dengan lapang dada membiarkan Virna untuk menikmati kebersamaan mereka yang hanya sesaat tersebut, dengan tatapan sedih campur perasaan bahagia sekaligus.

__ADS_1


Saat alunan musik berakhir, Hans segera melepaskan tangannya serta hendak beranjak pergi namun Virna segera memeluk tubuh ayahnya dengan erat sambil menangis bahagia. Tanpa kata mereka pun berpelukan, banyak tamu yang hadir menjadi heboh karena tindakan spontan Virna tersebut, yang lagi-lagi menduga itu adalah Brian. Namun Brian yang berdiri di sudut dekat pemain musik tersebut tak hentinya menatap Virna & pasangan dansanya itu, melihat mereka begitu berani & mesra di muka umum, hati Brian berdesir sesaat lalu dia merasa hatinya kesal & marah tanpa sebab. Namun saat melihat air mata Virna tersebut barulah Brian sadar siapa pria misterius itu, dia adalah ayah Yohan & Virna sekaligus 'Si Investor' rahasia yang selalu mengikuti setiap jadwal serta perkembangan Yohan secara rutin tersebut.


Kemudian saat Brian melihat kearah Yohan & ibunya yang juga sedang menatap lurus kearah mereka berdua tanpa berkedip, serta sesekali ibunya mengelap air mata yang menetes di pipinya itu. Lalu sebuah kecupan di kening & sebuah gift mungil mendarat di tangannya juga. Sesaat dia menatap kearah istri serta Yohan putranya, lalu menundukkan kepalanya sebagai tanda pamitan. Hans pun pergi mengendarai mobil Mercedes Benz putihnya bersama seorang supir. Hari ini Hans benar-benar merasa bahagia karena rasa rindunya selama ini bisa terobati.


Pesta dansa pun tetap berlanjut, giliran kedua yaitu ibunya walau hanya sesaat, kemudian Yohan baru setelah itu giliran Brian berdansa dengan Virna. Kemudian barulah teman-temannya juga mendapat giliran masing-masing untuk berdansa. Setelah Virna merasa sangat lelah, Brian pun segera membawa Virna untuk berjalan-jalan di sekitar kebun tersebut. Kemudian saat Virna terpelesat akibat hak sepatunya yang tinggi & hampir saja jatuh, dengan sigap Brian pun menopang tubuh Virna dengan kedua tangannya itu lalu mereka pun bertatapan. 'Dia sangat cantik bak putri raja sungguhan', batin Brian kagum. Lalu mereka lanjut berjalan pelan sambil bergandengan tangan.

__ADS_1


__ADS_2