Brave Heart

Brave Heart
'First Date'


__ADS_3

Minggu siang itu Yohan & Tania kembali Tangerang, mengendarai mobil BMW milik Tania. Selama perjalanan mereka saling berpegangan tangan. Saat melewati tempat rekreasi mereka memutuskan untuk mampir untuk sekedar jalan-jalan, berfoto selfie, serta makan siang di warung lesehan. Hari ini merupakan 'First Date' mereka berdua setelah resmi menjadi sepasang kekasih. Sepanjang jalan yang mereka lalui tersebut mereka selalu jadi pusat perhatian orang banyak sambil berbisik-bisik & ada juga yang bahkan tertawa pelan melihat kearah Yohan. Akhirnya Yohan yang merasa risih jadi tontonan dan pusat perhatian memilih segera pergi dari tempat rekreasi tersebut. Saat sampai di dalam mobil barulah Yohan ingat akan 'Video viral' yang memalukan bagi Yohan. Tania yang sejak tadi melihat orang banyak yang melihat Yohan sambil mengecek ponsel mereka membuat dia pun penasaran.


Saat membuka situs 'YT' dan melihat caption unik yang tertulis disana, Tania segera menyetelnya baru sebentar menonton, Yohan buru-buru menyambar ponsel Tania tersebut. Mereka pun saling berebut ponsel, hingga akhirnya Tania melakukan trik curang dengan tiba-tiba mengecup bibir Yohan dan saat Yohan lengah Tania pun berhasil merebut ponselnya itu, lalu melanjutkan tontonannya tadi. Selama menonton Tania tertawa cekikikan melihat Yohan yang pingsan tiba-tiba, karena dia tidak tahu bahwa hal itu disebabkan oleh 'phobia darah' yang diderita Yohan sejak kecil. Lalu Tania sesekali melirik Yohan saat melihatnya kesal bercampur sedih, segera saja Tania menutup situs tersebut.


"Ada apa sih, kamu kesal ya karena aku ketawain kamu ya? sorry ya..aku salah" ujarnya menyesal lalu memegang dagu Yohan agar menatap mata Tania.


"Bukan kamu sudah tahu, kamu sengaja ya?"ucapnya sedih.


"Hah tahu apaan? aku ini justru baru lihat sekarang gara-gara penasaran ama tuh orang-orang pada lihat kamu terus lihat ponsel.. swear deh!!"ucapnya jujur.


"Terus kamu datang kemarin gara-gara berita di TV ya, Tan?" ujarnya lirih lalu Tania mengangguk sebagai jawabannya.


"Kalau kamu bersedia cerita, aku siap mendengarkan kok"ucapnya tulus.


"Ini sangat memalukan..sama halnya dengan 'phobia kucing' yang aku punya, Tan" ujarnya lirih dan sedih.


"Wait, Yo...Jangan bilang kalau kamu 'phobia darah' !!"serunya tak percaya. Lalu Yohan pun mengangguk sebagai jawabannya.


"Kok sama...aku juga punya 'phobia darah' akibat ayah tiriku yang kejam sejak aku kecil" ujarnya lirih & sedih.


"Ssttt...kita ga perlu membuka luka lama yang pedih itu lagi, janji!!"ujarnya lugas lalu mereka pun saling mengaitkan jari keliling kemudian mereka berpelukan saling menguatkan.

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan riang sambil mendengarkan alunan musik dari CD savage garden berjudul 'I Knew I Loved You' setiap lirik lagu tersebut begitu pas & mengena dihati mereka berdua yang tengah jatuh cinta, lalu mereka pun ikut bersenandung sambil bergandengan tangan.


Yohan pun tiba di asramanya diantar oleh Tania, mereka pun mengucapkan salam perpisahan namun berkali-kali berbalik lagi sampai lima kali, baru saat Yohan mengecup bibir Tania lembut serta puncak kepalanya itu barulah Tania rela untuk berpisah. Yohan menunggu hingga mobil BMW Tania hilang dari pandangan barulah dia masuk ke dalam asrama tersebut.


Setelah selesai mandi & makan malam barulah Yohan menelpon Tania karena tiba-tiba dia merasa kangen lagi mendengar suaranya serta melihat wajah imutnya itu. Sehingga Yohan pun memutuskan untuk melakukan video call daripada telponan.


"Hai cantik...lagi apa, dah makan kah?"sapanya lirih lalu Yohan melihat Tania yang menggendong seekor kucing anggora warna putih saat menjawab telponya itu. Melihat reaksi Yohan yang shock tersebut segera saja Tania meletakkan ponselnya di meja lalu dia pun berlari memasukkan si 'Anggora' tersebut ke kandangnya. Lalu mengambil ponselnya lagi.


"Sorry ya babe...aku ga sengaja, lupa sesaat, ntar aku kasih kucingku biar dirawat mami aja"ucapnya spontan.


"Lho kok gitu, ga papa lagi toh cuma lihat bentar doang yang penting kucing itu ga ada di dekat aku aja..aman deh"ujarnya lirih.


"Ga bisa...pacarku 'phobia kucing' jadi aku sudah putusin untuk mengungsikan tuh kucing ama mami, ntar kamu alergi terus aku dijauhi..jablay donk aku!!"ujarnya spontan. Lalu Yohan pun tertawa lirih mendengar celoteh Tania tentang 'jablay' barusan.


"Hello...situ amnesia ya? sapa coba yang sudah curi 'First Kiss' aku yang berharga?" serunya kesal & sewot, Yohan pun tak kuasa tawanya tersebut.


"Tapi kamu suka kan? Idihh..tuh iler pada netes, Tan!!"celetuknya jenaka. Tania spontan menjulurkan lidahnya mengejek Yohan. Dia pun tertawa riang lagi.


"Eh babe...justru aku tuh yang harusnya komplain, yang buka segel aku kan kamu duluan toh?!"celetuknya jenaka.


"Yee...dimana-mana tuh yang rugi cewek bukannya cowok, yang ada malah untung" ujarnya kesal lagi.

__ADS_1


"Hmm..emang sih..eh, Tan..dah jangan bahas 'Kiss' lagi ntar aku mupeng, bahaya babe" ujarnya lirih wajah Yohan tiba-tiba memerah gara-gara teringat 'ciuman panas' di rumahnya kemarin malam. Tania pun menelan ludah & tiba-tiba merasa haus. Kemudian dia pun mengambil minum.


"Babe kamu sudah makan malam belum?" ujarnya lirih lalu Tania menggelengkan kepalanya.


"Lho kok belum, emang ga ada yang masakin apa di rumah mu?"ujarnya bingung.


"Aku tinggal sendiri...bibi Atun datang tiap hari cuma sampai sore doang..kalau mami stay di Bali ngurus perusahaan kakek ku" ujarnya lirih. Hening sejenak.


"Aku kira kamu tinggal sama mami mu dan 'orang itu'?"ucapnya lirih & sedih.


"Orang itu punya nama honey..om Hans..dia ayahmu, orang yang kita berdua sayangi" ucapnya lugas. Yohan pun hanya terdiam.


"Babe...Dengar aku, jangan biarkan kebencian mengkhamiri hati yang lembut & penuh cinta, karena itu sama aja kamu menyakiti dirimu sendiri & menolak kebahagian di depanmu" tuturnya lugas & bijak.


"Ya aku tahu, Tan...beri aku waktu ya babe, demi kamu, aku janji akan belajar untuk mengampuni ayahku"ujarnya lirih.


"Aku percaya kamu pasti bisa...aku akan selalu mendukung mu honey"ucapnya lugas.


"Thanks babe...aku sayang kamu"ujarnya lirih.


"Aku juga sayang kamu honey, sekarang & selamanya"ujarnya tulus.

__ADS_1


"Ya udah..buruan bobo, besok pagi aku telpon tuk bangunin kamu, terus mulai besok aku bawain bekal buat kamu tiap hari..Good night, sweet dream..Love you" ujarnya lembut. begitu pun Tania juga mengatakan kalimat yang sama, lalu mengecup layar ponselnya.


Malam itu mereka berdua tidur dengan nyenyak & hati damai.


__ADS_2