Brave Heart

Brave Heart
Momen special Yohan


__ADS_3

Tepat seminggu, Dion akhirnya balik juga ke Tangerang dan berkuliah kembali. Dia yang mendengar kalau Yohan telah berhasil terpilih sebagai 'Asdos' tersebut. Dion secara pribadi mengucap selamat lewat chatting ke ponsel Yohan, tapi ponsel itu kebetulan tertinggal di rumah manajernya 'kak Brian' waktu Yohan menginap terakhir kalinya. Lalu Brian segera memberitahukan Dion kalau ponsel Yohan ada bersamanya saat ini & mereka sudah lama tidak bertemu lagi karena Yohan ijin cuti perihal urusan kuliah, sehingga keesokan harinya Dion pun menemui Yohan untuk mengucapkan selamat padanya & memberikan gift kecil yang sengaja dia persiapkan jauh sebelumnya, juga sambil mengantarkan oleh-oleh dari Bali buat teman seganknya tersebut.


"Bro..selamat ya sudah berhasil jadi 'Asdos' & sekalian aku mau minta maaf soal sikap ku yang 'childishly' tempo hari, Yo..ini diterima ya gift dari aku"ucapnya tulus & lirih. Kemudian dia pun memberikan ole-oleh yang dibawanya kepada teman seganknya dan membaginya sama rata tanpa terkecuali.


Weekend ini Yohan memutuskan untuk pulang ke Bogor mengendarai motor ninja 'merah' nya tersebut. Dia sudah sangat rindu untuk bertemu Ibunya & Virna. Yohan ingin menyampaikan sebuah kabar baik sekaligus merayakan ultahnya ke-21 besok bersama keluarganya. Mendengar Yohan mau pulang, ibu pun memasak banyak makanan kesukaan putranya itu. Dan di hari ultahnya Yohan mereka pun sepakat akan makan malam diluar, yang sudah direservasi oleh kak Brian pagi hari yaitu di 'Nicole's Kitchen & Lounge' sebagai hadiah special untuk Yohan. Tepat di hari ultahnya malam itu kak Brian datang bersama tamu special yaitu teman segank Yohan & juga Tania. Betapa terkejut hati Yohan saat tiba-tiba melihat Tania & Teman Seganknya itu muncul membawa kue ultah sambil bernyanyi lagu 'Happy B'day' diiringi alunan piano dari kak Brian. Hari ini benar-benar merupakan ulang tahun terbaik bagi Yohan. Dia juga memperoleh banyak gift dari orang tercinta beserta teman-teman kampusnya itu. Yohan sangat bahagia & bersyukur pada Tuhan.


Sesampainya di rumah Yohan & keluarganya beserta kak Brian yang akhirnya setuju menginap tersebut merasa lelah dan sangat kenyang sehingga mereka semua memilih langsung masuk ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat. Sedangkan teman-temannya seperti Dimas, Jerry, Rian, Angga, Dion & Tania akhirnya memutuskan untuk menginap semalam karena mereka semua merasa sangat lelah. Mereka pun menyewa Villa di dekat Resto tersebut.


Di dalam kamar Yohan & Tania...


Saat Yohan masuk kamar, segera dia meletakkan semua hadiah tersebut di atas meja belajarnya itu. Dia pun pergi mandi air hangat agar badannya yang pegal bisa sedikit relax, 10 menit kemudian Yohan memakai piyama favoritenya itu. Disisi lain, di kamar Tania..Setelah masuk kamar, Tania pun yang merasa gerah & letih memutuskan untuk mandi air hangat selama 15 menit, saat selesai mandi Tania pun merasa relax. Dia pun memakai kaos putih & celana pendek yang dibawa dalam tas untuk jaga-jaga. Saat hendak tidur tiba-tiba ponselnya berbunyi, si penelpon adalah Dion, dia menanyakan keadaan Tania serta bertanya apa yang dibutuhkan, saat dia menjawab kalau dia lelah & mengantuk, Dion pun akhirnya segera mengucapkan selamat tidur pada Tania lalu menutup telpon tersebut. Tak lama kemudian chatt dari Yohan muncul di layar ponsel Tania. Dia bertanya apa sudah tidur, saat Tania menjawab belum, Yohan pun bertanya lagi pada Tania, apa bole dia video call sebentar lalu Tania pun menjawab bole, saat ponselnya berbunyi jantung Tania mendadak 'deg..deg' kan. Dia segera menjawab 'video call' dari Yohan tersebut.


"Hai...Tania, bener nih aku ga ganggu jam tidurmu?"ujarnya ragu-ragu.


"Ga lha...aku baru selesai mandi tadi"serunya lirih lalu tersenyum dan Yohan pun juga balas tersenyum di seberang telpon.


"Thanks ya Tania, sudah sudi datang ke ultahku & juga gift 'special' dari kamu untuk aku, tapi jam itu terlalu mahal buatku, Tan" ucapnya tulus.


"Jangan lihat dari harganya donk Yo, tapi lihat lah nilai ketulusan si pemberi hadiah. Dan aku mau kamu harus memakainya tiap hari, titik!" ucapnya tegas & lugas.Yohan pun tertawa lirih karenanya.


"Iya deh, aku janji akan pakai jam tiap hari, puas nona manis"ujarnya menggoda spontan pipi Tania bersemu merah seketika, melihat hal itu Yohan pun tambah senang menggoda Tania dengan ucapan itu.

__ADS_1


"Duh..pipinya merah banget kayak strawberry jadi pengin gigit deh"celetuknya gemes.


"Apaan sih...mau main gigit pipi aku, Yohan nakal ya!" ujarnya pura-pura kesal lalu memanyunkan bibirnya itu ke Yohan.


"Wah kalau tuh bibir di moyongin kayak gitu pasti sengaja minta di 'kiss' ya"ujarnya nakal.


"Iihh ngaco...sapa juga mau di 'kiss' kamu..wee..."serunya geli sambil menjulurkan lidahnya mengejek Yohan.


"Bener nih ga mau di 'kiss' aku? fine..ntar jangan nyesel lho ya!!"celetuknya lirih. Lagi-lagi pipi Tania pun semakin merah karena malu hingga menutup wajahnya dengan satu tangan sedangkan tangan yang lain tetap memegang ponsel dengan erat.


"Duh..jadi makin gemes deh sama kamu!" celetuknya lagi lirih lalu tertawa pelan.


"Udah ah..jangan godain aku, napa..dasar jahil !!"serunya kesal.


"Tania yang cantik & imut sudah punya pacar belum?"ujarnya menggoda lagi spontan jantung Tania berdegup kencang, 'masa Yohan mau nebak dia malam ini' batin Tania.


"Lho kok diem sih..ooo, pasti masih jomblo ya, mau ga aku cariin pacar?"ujarnya lirih.


"Asal janji dulu..mulai sekarang Tania panggil aku 'koko' gimana?" ujarnya lagi lirih.


"Hah...emang harus ya panggil 'koko' segala.. ogah ah..Dion aja ga pernah aku panggil gitu. toh kita bukan kakak-adik"ujarnya menolak.

__ADS_1


"Ga sama donk aku dengan Dion..ok, gimana kalau panggil 'oppa' aja, mau kan?"ujarnya dengan imut. Tania spontan tertawa geli.


"Oppa?? iidihh..emang situ orang Korea?? ogah ah..geli tahu!!"celetuknya jenaka.


"Ya udah, terserah kamu deh..capek ngomong sama kamu!!"ujarnya kesal lalu ngambek.


"Cie..ngambek nih ye, ntar gantengnya luntur terus jadi keriput lho"celetuknya jahil.


"Bodo amat..mau ganteng kek..mau jelek kek toh kamu tetap suka kan ama aku" balasnya jahil juga.


"Ga janji lha yao..mending aku cari 'cogan' di kampus lha"ujarnya jahil lalu Yohan pun spontan cemburu.


"Beneran kamu ada naksir cowok kampus, serius? fakultas mana, namanya siapa Tan?" ujarnya penasaran.


"Iidihh..kepo..mau tahu saja atau mau tahu banget? kasih tahu gak ya?!" serunya jahil.


"Tania..serius nih, bercanda melulu..kalau penasaran gini bisa kebawa mimpi lho, Tan..emang ntar kamu mau tanggung-jawab?" ujarnya gelisah sekaligus kesal.


"Ya bagus donk..semoga mimpi indah..jangan mimpiin aku lho, aku sudah ada yang punya..Good night Yohan"ujarnya lirih. Lalu dia buru-buru menutup sambungan telponnya. Yohan pun jadi bengong sesaat, kemudian karena belum terlalu mengantuk, serta mendengar ucapan Tania soal naksir 'cogan' di kampus barusan membuat pikirannya itu jadi gelisah tak karuan. Akhirnya Yohan memutuskan mengalihkan pikirannya sejenak dengan membuka gift yang dia letakkan di atas meja belajar.


Satu-persatu Yohan mulai membuka gift tersebut sambil membaca pesan kecil dari si pemberi 'kado' tersebut. Pertama adalah hadiah dari Virna membeli sebuah gift sebuah sepatu lari 'Nike' dari uang tabungannya. Kedua hadiah dari ibunya, ibu membeli gift sebuah celana jeans 'Wrangler' warna biru dongker. Lalu membuka kotak gift dari Tania tempo hari yang dia tolak awalnya, gift itu merupakan sebuah arloji 'SEIKO' yang sangat elegan & mewah. Lalu dia pun membuka gift dari teman seganknya itu..Gift dari Dimas yaitu sebuah kemeja 'H&M' warna navy, gift dari Jerry yaitu sebuah dasi + manset, gift dari Dion yaitu sebuah pena classic 'mewah'..gift dari Rian yaitu sebuah Hem 'printing' lengan pendek warna hitam dan yang terakhir gift dari Angga yaitu dompet kulit 'crocodile' warna coklat mahoni.

__ADS_1


Setelah selesai membuka semua gift serta membuang kertas kado bekas tersebut ke tong sampah, Yohan pun menguap tanda mulai mengantuk & juga lelah. Akhirnya Yohan pun memutuskan untuk tidur nyenyak malam ini, dan sepanjang malam itu dia bermimpi tentang Tania jadian dengan seorang cowok namun wajahnya samar-samar..dia melihat wajah Tania yang bahagia bersama cowok tersebut, dan meninggalkan Yohan sendiri..tanpa sadar Yohan pun mengigau memanggil-manggil nama Tania. Yohan baru sadar keesokan paginya, saat Virna adiknya memanggil sambil mengoyang-goyangkan tubuhnya dengan kuat.


__ADS_2