Brave Heart

Brave Heart
He's Gone


__ADS_3

3 bulan kemudian semenjak pertengkaran mereka di kampus, Brian seperti menghilang ditelan bumi. Baik Yohan maupun Virna tidak pernah lagi chat, telpon apalagi ketemu. Virna pun tidak berani menentang ucapan kakaknya tempo hari, karena tiap gerak-geriknya sekarang selalu dipantau Yohan serta kak Tania. Hampir tiap hari Virna harus berangkat & pulang kampus bersama. Dan berkat selalu ditemani & dihibur oleh kak Tania, hati Virna yang sedih & sakit berangsur-angsur pulih.


Bulan Juli pertengahan, CEO agensi model tempat Yohan, Tania & Virna bekerja menelpon dan CEO itu memberitahukan Yohan bahwa Brian mengundurkan diri dari agensi minggu lalu. Saat mendengar alasan resign Brian karena masalah personal & pribadi, Yohan pun segera merasa sedih & bersalah karenanya. Saat Yohan mencoba menghubungi nomer Brian, nomer tersebut diluar service area jawab operator telpon berulang kali hingga seminggu jawabannya selalu sama.


Akhirnya Yohan bercerita pada Tania perihal Brian yang resign dari agensi & yang selalu susah untuk dihubungi. Saat Tania bertanya apakah Virna sudah dengar kabar ini, Yohan hanya menggeleng sedih.


"Babe...tempo hari aku dapat kabar dari CEO, kalau kak Brian resign dari agensi bulan juli kemarin & dia juga susah dihubungi hingga sekarang" ucapnya lirih & sedih.


"Hahh...serius?! kok bisa kak Brian resign mendadak gitu, pake gak bilang-bilang lagi?" serunya kaget & tak percaya dengan berita itu

__ADS_1


"Terus apa Virna juga sudah tahu berita ini?" ujarnya lagi lirih. Lalu Yohan pun segera menggeleng sedih.


"Aku sendiri masih bingung & tak percaya kalau kak Brian sampai memutuskan untuk resign karena pertengkaran kami waktu yang lalu, babe"ujarnya lirih & sedih.


"Masa sih..bukannya kalian sudah seperti saudara, dan lagi itu juga baru pertama kali, ya khan?"ujarnya lirih & ragu-ragu.


"Ya...itu adalah yang pertama & sekarang aku menyesalinya, babe. Keluarga ku banyak hutang budi pada kak Brian, berkat dia, aku bisa ada di sini & jadi seperti sekarang ini" ucapnya tulus & sedih.


"Jujur waktu itu aku marah & kecewa pada mereka berdua tapi aku tidak pernah sedikit pun membenci kak Brian, aku hanya tidak bisa menerima dua orang yang paling penting bagiku berani berbohong padaku"ujarnya jujur. Yohan pun lalu menatap mata Tania dengan sedih, segera dipeluknya tubuh Yohan dengan rasa sayang.

__ADS_1


"Aku percaya padamu, Honey...hatimu yang murni & jujur itulah yang membuat aku jatuh cinta. Dan aku juga tau sebenarnya kamu belum siap menerima kenyataan bahwa dia mencintai Virna & kelak menjadi adik iparmu, bener khan?"ucapnya bijak & tepat sasaran, mendengar ucapan Tania barusan Yohan pun menatap shock untuk sesaat lalu dia pun menganggukkan kepalanya.


"Aku benar-benar ingin mereka berdua bahagia seperti kita, tapi saat dia bilang belum bisa memutuskan untuk serius pacaran dengan Virna, aku sebagai kakak & juga pria merasa marah karena sikap pengecut & rasa bimbangnya itu"ucapnya jujur sambil memegang tangan Tania.


"Ya aku tau...tapi kamu seharusnya tidak memisahkan mereka, kan mereka baru 'pdkt', coba kalau kamu ada diposisi kak Brian, apa yang akan kamu perbuat?"ujarnya bijak lagi.


"Aku memang bodo...ucapanku justru malah menyakiti hati orang yang paling aku sayangi, sekarang aku juga membuat adikku patah hati."ujarnya menyesal & sedih.


"Lalu sekarang yang terpenting adalah kita harus mencari tahu keberadaan kak Brian sebelum kita sampai berita buruk ini ke Virna" ujarnya lirih & bijak.

__ADS_1


"Sebenarnya kak Brian punya keluarga di Bandung tapi aku tidak terlalu dekat dengan kak Dewina, Virna lah yang sangat akrab dengan ibu & kakaknya itu"ujarnya lirih.


"Kalau begitu, sepertinya kita harus menceritakan perihal kak Brian dahulu agar Virna bisa mencari info pada keluarganya itu, setuju Honey?"ujarnya spontan lalu Yohan pun hanya bisa mengangguk setuju atas saran Tania barusan.


__ADS_2