
"Vir...sini biar aku pakaikan jas ku, udaranya dingin ntar kamu sakit"ucapnya lembut & penuh perhatian. Virna pun dengan senang hati menerima perhatian & kebaikan Brian itu.
"Thanks...aku seneng deh, kalau kamu bersikap romantis kayak gini, jadi makin sayang"ucapnya mesra & spontan. Brian pun sampai bersemu merah mendengar ucapan mesranya itu.
"Kamu ya...sengaja ya kan, ngomong gitu sambil menatap manja...kayak puppy yang pengin dibelai aja...bikin gemes!!!"serunya jenaka sambil membelai rambut Virna dengan lembut lalu mencubit gemes pipinya.
"Aauww...sakit...iihh, kak Brian jahat...masa aku disamain ama puppy sih, enak aja!!!" serunya kesal & geram. Lalu membalas mencubiti perut Brian yang rata namun berotot tersebut. Brian awalnya hanya tertawa karena geli yang dirasakannya namun saat Virna merasa ditertawain oleh Brian, dia pun berubah memukul dada Brian dengan sungguhan.
"Aauww.... Vir, kok jadi mukul sungguhan sih? dadaku jadi sakit banget kan?"serunya nyaring sambil pura-pura menahan sakit. Spontan Virna pun kaget & ketakutan melihat reaksi Brian yang kesakitan tersebut.
"Sorry...sorry...sakit ya, dimana kak? sini coba Virna liat"ujarnya panik lalu dia buru-buru menyentuh serta membelai lembut dada Brian yang barusan dipukul olehnya tadi. Spontan Brian memegang tangan Virna & menahannya sesaat.
"Hei...jangan pegang-pegang dada cowok sembarangan, bahaya tau!!!"serunya nyaring karena sedikit shock menyadari reaksi tubuhnya sendiri saat disentuh oleh tangan Virna barusan. Virna pun menatap Brian dengan matanya polos & lugu pertanda bingung melihat tatapannya itu Brian pun menelan ludah dengan susah payah lalu memalingkan wajah karena malu.
__ADS_1
"Kak...kok buang muka sih, marah ya ama Virna? Sorry...jangan ngambek donk, please?" ujarnya membujuk manja sambil memasang wajah imut yang memelas pada Brian.
Melihat wajah imut yang memelas Virna tersebut spontan Brian pun luluh & goyah juga pertahanannya, kemudian dia segera memegang kedua pipi Virna lalu mendekati wajahnya, sesaat Brian menunggu penolakan darinya namun Virna justru menutup kedua matanya itu dengan pasrah, akhirnya Brian pun mencium bibir tebal nan sexy milik Virna tersebut dengan lembut & perlahan. Ketika secara insting Virna membuka sedikit bibirnya itu, Brian pun memperdalam ciuman & spontan dibalas oleh Virna, ciuman mereka pun berubah jadi sangat intens & berani.
Tanpa sengaja, Yohan & Tania yang sedang asyik berjalan-jalan di taman tempat mereka berdua yang tengah asyik memadu kasih & bermesraan tersebut, tak sengaja melihat adegan mereka. Spontan mereka berdua pun menutup mata karena merasa malu dan risih saat tidak sengaja melihat romantisme pasangan lain. Namun saat Yohan menyadari 2 sosok muda-mudi yang tengah bermesraan tersebut, tanpa sadar emosi Yohan pun tersulut, dengan langkah sangat cepat dia pun menghampiri tempat mereka berdua.
"Virna....Kak Brian.... Apa-apaan ini, apa kalian sudah gila, hah!!!"teriaknya murka sambil menarik bahu Brian dengan keras hingga dia pun terjatuh ke rumput taman. Spontan Brian & Virna pun kaget & ketakutan melihat wajah Yohan yang merah karena marah. Tania yang khawatir kalau Yohan tambah emosi lalu memukul Brian segera menarik tangannya itu hingga tubuhnya berbalik menatap mata Tania sesaat.
"Babe...please, jangan bujuk aku atau coba halangi aku lagi ok!!!"ujarnya geram & kesal. Kemudian Brian pun berdiri diantara Yohan & Tania dengan sikap gentlemen.
"Yohan... tolong jangan marahi Tania & juga Virna ok, mereka gak salah...ini semua salahku, jadi jika kamu tidak terima karena dibohongi oleh kami..kamu boleh pukul aku" ucapnya lugas & tegas sambil menatap lurus kearah mata Yohan yang masih marah tersebut. Lalu Virna pun berjalan kesisi Brian ikut serta menghadapi kakaknya itu.
"Kak...kamu tau betul kalau aku paling benci kebohongan..begitu juga kamu Virna, apa yang aku lihat barusan membuat aku sangat kecewa, asal kalian tau!!!"ujarnya dingin dengan tatapan menusuk bak pedang yang siap membunuh musuh.
__ADS_1
"Kak Yohan...Maafkan Virna, tapi kami..." serunya gugup & ragu-ragu. Kemudian Virna pun tak kuasa menahan air matanya itu.
"Kami saling mencintai....Aku menyadarinya belum lama ini, jadi kami belum pacaran secara resmi"ujarnya menjelaskan dengan tegas. Lalu Brian pun memeluk pundak Virna serta mengusap air matanya itu perlahan.
"Hahh...Apa aku gak salah dengar? Kalian belum jadian tapi sudah berani mencium adikku, ini gila...benar-benar gila!!!"teriaknya marah. Spontan Yohan mencengkram kerah kemeja Brian dengan kuat sambil menatap murka padanya beberapa menit.
"Kak...jika kamu bukanlah orang yang aku sayang & hormati, detik ini juga sudah kuhajar wajah tampanmu ini hingga babak belur, kau tau!!!"serunya kasar & marah.
"Apa yang sedang kau lakukan saat ini adalah tindakan seorang pengecut, dan aku benar-benar kecewa padamu kak...beraninya kau permainkan hati adikku, Hahhh!!!"serunya lagi.
"Yohan...Maafkan aku, aku pantas untuk dihajar karena bertindak sebagai pengecut, tapi aku benar-benar serius mencintai Virna, hanya saja aku belum memikirkan hubungan kami kelak di masa depan"ucapnya jujur & sedih. Mendengar ucapan Brian tersebut spontan mereka bertiga merasa shock & benar-benar kecewa karenanya.
"Baiklah...Sudah cukup, jadi mulai detik ini aku melarang kalian untuk bertemu & berhubungan, kalian dengar!!!"ucapnya keras & tegas. Lalu Yohan segera membuang jas Brian tersebut & menarik tangan Virna pergi dari sana diikuti oleh Tania dibelakangnya. Tinggal lah Brian seorang diri di taman itu, tanpa sadar air matanya menetes deras dikedua pipinya tersebut selama 5 menit. Dia menyadari kebodohannya namun tak mampu berbuat apa-apa untuk saat ini.
__ADS_1