Brave Heart

Brave Heart
Look at Me 1


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian...semester ini adalah semester baru. Virna adik Yohan memutuskan untuk masuk Universitas yang sama dengan kakaknya itu. Virna juga menerima program beasiswa berprestasi. Sejak dia lulus dari SMA 'Santa Ursula' JakPus tersebut, Virna bekerja magang sebagai model bersama Tania. Virna memang senang berkecimpung dengan dunia model karena dia memiliki aset yang penting sebagai model yaitu tinggi badan 165cm, bertubuh langsing serta wajah oriental. Sehingga saat pertama kali ditawari menjadi model bersama Yohan, dia benar-benar sangat gembira dan Virna sudah jatuh hati dengan modeling. Namun karena Virna masih belia, Yohan tidak ingin dia terlalu fokus pada modelingnya sampai melupakan studinya, akhirnya dengan bantuan kak Brian, kontrak Virna sebagai model tidak diperpanjang lagi. Hampir sebulan lebih adik Yohan tersebut baru bisa merelakan keputusan agensi.


Di masa-masa sedih Virna itulah kak Brian selalu ada untuknya. Dia dengan setia mengantar-jemput Virna setiap kali pergi sekolah serta sekedar menemani ke toko buku ataupun sekedar jalan-jalan. Awalnya Virna menganggap biasa perlakuan & kebaikan hati kak Brian, karena perbedaan usia mereka yang terpaut 6 tahun. Dengan alasan itu, mereka bisa bercanda serta curhat layaknya kakak-adik seperti halnya Yohan dengan Virna. Apalagi Virna selama sekolah selalu dikelilingi oleh banyak teman cowok, bahkan sempat beberapa kali pacaran ala ABG yang masih 'cinta monyet' saja. Sehingga setiap kali Virna & cowoknya itu 'Date' kak Brian lah yang menemani sekaligus menjadi satpam bagi Virna menggantikan Yohan yang sibuk kuliah. Dan hal tersebut juga lah yang sering menjadi penyebab putusnya hubungan 'pacar' dengan para cowok tersebut, selain itu mereka merasa cemburu melihat Virna yang sangat akrab & selalu bermanja-manja pada kak Brian ketimbang ke pacarnya sendiri.


Kak Brian pun juga Sebenarnya tidak pernah sekalipun memandang Virna sebagai 'wanita', karena faktor usia & juga karena dia tidak pernah merasakan perasaan punya adik perempuan, sehingga sikap Virna yang manja & kekanak-kanakan justru membuat Brian merasa senang & merasa dibutuhkan. Sehingga seringkali cowok-cowok yang mengaku 'pacar' Virna tersebut merasa tidak aman bahkan mereka sampai menganggap bahwa dia adalah 'rival cinta'. Baik Brian & Virna yang sudah berusaha menjelaskan perihal hubungan mereka tersebut, dianggap angin lalu oleh mereka. Bahkan setiap kali Virna putus dengan pacarnya, kebanyakan dari mereka mengucapkan, 'Antara pria & wanita mustahil jadi sahabat tanpa ada cinta yang terlibat'. Hingga saat Virna mulai masuk SMA itulah, Brian melihat serta menyadari perubahan fisik & sikapnya yang dari 'anak-anak lugu' menjadi 'gadis muda dewasa'.

__ADS_1


Sehingga Brian memutuskan untuk mulai menjaga jarak bahkan bersikap dingin pada Virna saat mereka bertemu. Dan Virna pun akhirnya menyadari perubahan sikap Brian tersebut. Karena merasa tiba-tiba kehilangan perhatian yang selalu dia dapatkan dari Brian, Virna pun mulai cari-cari perhatiannya Brian. Banyak hal konyol & tak masuk akal selalu Virna lakukan di depan Brian seperti sengaja pergi clubbing diam-diam dengan teman SMA, padahal dia seharusnya punya jadwal pulang ke Bogor. Brian yang datang menjemput ke asrama, mendengar bahwa Virna sudah ijin pulang sejak pukul 4:00 pm tersebut segera menelpon ibunya Virna untuk mengecek keberadaannya itu. Namun saat dia dengar bahwa hingga pukul 7:00pm, Virna belum juga pulang, dia mencoba menelpon ponselnya berkali-kali namun tidak dijawab oleh Virna, dia sengaja tidak menelpon Yohan karena tidak ingin dia khawatir, terlebih lagi tidak ingin Virna dihukum oleh Yohan. Brian memang sudah biasa menutupi kelakuan Virna di sekolah dari Yohan karena atas bujukan & permintaan dari Virna sendiri.


Akhirnya Brian coba menghubungi nomer teman dekat Virna yang dia simpan di kontaknya. Saat temannya itu bilang kalau Virna diajak pergi clubbing oleh kakak kelas 11 & kelas 12 merayakan ultah, seketika Brian seperti kena serangan jantung mendadak. Selama 2 jam Brian keliling mencari di tiap tempat clubbing yang terkenal di JakPus seperti X2 Club, Equinox Club serta Immigrant Club, namun hasilnya nihil. Saat Brian mulai merasa putus asa & hilang kesabaran tersebut, tiba-tiba teman Virna yang Brian telpon sebelumnya, menelpon balik dirinya serta memberi info bahwa Virna dan kakak senior ternyata ada di 'Colosseum Club' di Jakarta Barat. Setelah temannya itu share lokasi Club tersebut, Brian segera melajukan mobil SUV hitam dengan kecepatan tinggi. Sepanjang jalan dia berdoa agar Virna baik-baik saja, serta berharap dia juga tidak menyentuh 'Alkohol & barang haram' yang sering dijumpai ditempat Clubbing tersebut.


Tepat pukul 21:30 pm, Brian tiba di 'Colosseum Club', dia segera bergegas masuk lalu mencari-cari sosok Virna tersebut.

__ADS_1


Tak berapa lama, Virna menyusul keluar lalu segera memeluk tubuh Brian dari belakang sambil menangis tersedu-sedu. Karena tak tega Brian pun melunak kemudian dia berbalik lalu memeluk tubuh Virna dengan erat. Mereka pun berpelukan sampai emosi Virna & Brian stabil kembali. Rasa marah serta khawatir yang mendera Brian sepanjang jalan mencari Virna akhirnya berakhir juga. Digantikan dengan perasaan lega melihat doanya tentang kondisi Virna terkabul. Kemudian secara bersamaan mereka pun saling meminta maaf, saat mendengarnya tak ayal mereka juga tertawa bersamaan. Lalu Brian meminta Virna berjanji untuk tidak pernah pergi Clubbing tanpa seijinnya, Virna pun setuju & berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut. Setelah itu mereka pun segera melanjutkan perjalanan pulang menuju Bogor.


Saat mereka tiba di Bogor sudah lewat tengah malam, ibu Virna sudah lama pergi tidur. Dan untungnya mereka punya kunci rumah cadangan sehingga tidak perlu merepotkan ibunya tersebut. Mereka pun masuk ke rumah dengan hati-hati & sepelan mungkin. Saat Virna hendak mengembalikan jas Brian, tiba-tiba rambut tanpa sadar terkait di jas tersebut dengan susah payah Virna coba melepaskan, saat tidak berhasil barulah Brian berinisiatif membantunya. Saat Brian sedang coba melepaskan rambut itu dari jasnya, tanpa sengaja jari Brian bersentuhan dengan kulit Virna yang terbuka, serta baju sexy nya itu sedikit menunjukkan belahan dadanya, membuat tangan Brian berkeringat & susah fokus. Berulang kali Brian menelan ludah dengan susah payah, segala macam emosi berkecamuk di hati serta pikirannya saat ini.


'Kontrol dirimu Brian!! dia itu adik kecil, bukan wanita. Jangan berhasrat padanya!!'teriaknya dalam hati, sambil memaki dirinya dalam hati. Saat rambut Virna berhasil terlepas, sebelum meninggalkan Virna dia pun berpesan, 'Aku tidak ingin melihat kau berpakaian sexy lagi, apalagi berdandan norak yang tidak sesuai umur mu, paham!!'. Lalu Brian segera berjalan cepat menuju kamarnya itu tanpa menoleh kearah Virna sedikit pun. Virna pun masuk kamar dengan hati yang hancur, karena dia membuat Brian marah lagi, bahkan dia juga tidak suka dengan baju serta dandanannya.

__ADS_1


Aku gagal menarik perhatiannya bahkan perubahannya itu justru membuat dia jadi makin benci, batinnya sedih.


__ADS_2