Brave Heart

Brave Heart
Kesalah pahaman 3


__ADS_3

"Bro tempo hari kalian kemana, kok lama banget ngobrolnya?"ujar Dion penasaran.


"Eh, iya nih..aku juga lihat kamu lari ngejar cewek sampai ke 'Rooftop' gedung olahraga tempo hari"ucap Angga menimpali.


"Siapa tuh cewek bro..Tania ya?"ujar Jerry & Rian bersamaan. Namun orang yang ditanya cuek bebek & diam seribu bahasa. "Woi...ditanyain kok malah dicuekin!!"gerutu mereka bersamaan lagi.


"Sudah.. sudah.. ngapain sih pada berisik"ujar Dimas berusaha membantu Yohan.


"Belagu kau Di, emangnya kamu ga penasaran?!"seru Angga mengejek Dimas. Lalu Jerry & Rian pun mengangguk setuju.


"Ooo..jadi tempo hari kamu ke 'rooftop' ama Tania, Yo..terus fansmu ada yang melihat kalian begitu mesra, apa kamu benar begitu?"ucap Dion sedikit kesal. Yohan yang awalnya diam saja langsung terkejut lalu memberikan respon pada Dion.


"Jangan percaya gosip...Kami hanya ngobrol & menyelesaikan kesalah pahaman yang aku perbuat pada Tania, Swear bro!!" ujarnya jujur sambil menggangkat 2 jari tangannya itu.


"By the way, Dion bukannya kamu bilang adek sepupumu itu 'phobia cowok' ya? Dia ga bisa dekat cowok selain kamu ya, lha itu gimana ceritanya kok dia baik-baik saja berduaan ama Yohan, bro?"celetuk Rian bingung sekaligus penasaran.


"Lo itu polos apa bego sih? mana ada cewek yang ga nempel kalau didekati 'Maskot' kita ini, huh?!"sindir Jerry blak-blakan.

__ADS_1


"Atau jangan-jangan si Tania itu lagi 'pdkt' ke Yohan lewat Dion, terus dia jadi naksir deh" ujarnya Dimas tiba-tiba menimpali. Mendengar ucapan Dimas tersebut spontan saja Dion merasa tak terima, lalu dia pun berkata, " Ga mungkin lah Di, Tania tuh 'pdkt' nya sama aku, bukan sama Yohan"ujarnya PD.


"Yakin lo bro?! kalau feelingku sih sama ama Dimas, Doi naksir Yohan bukan sama lo!!" seru Jerry yakin diikuti oleh anggukan kepala dari Angga & Rian bersamaan. Melihat tak seorang pun mendukung Dion, dia pun jadi bertambah jengkel pada temannya itu kemudian dia pun berkata lagi, " Kalian lihat saja..akan aku buktikan kalau kalian salah!!" ujarnya berapi-api lalu pergi keluar dari kelas. Kelima temannya itu pun sampai bengong melihat sikap Dion yang aneh tersebut.


Hampir seminggu, Dion sengaja menghindar dari teman seganknya itu. Dan selama itu pula dia rajin menjemput & mengantar Tania kemana pun, setiap jam makan siang Dion juga selalu memonopoli Tania untuk dirinya sendiri. Saat Tania bertanya kenapa Yohan tidak makan siang bersama Dion selalu berkata kalau Yohan sibuk & tidak ingin diganggu. Awalnya Tania percaya saja pada semua ucapan Dion, pada kenyataannya Yohan memang sangat sibuk dengan riset & makalah yang akan dia ajukan sebagai syarat menjadi Asdos semester depan yaitu sebulan lagi tepatnya, sehingga dia juga jarang hang-out bareng ganknya itu. Rutinitasnya tiap hari yaitu Kelas - Lab - Perpus - Asrama. Yohan bahkan sengaja off sejenak dari dunia modelingnya itu supaya tetap fokus & cepat selesai. Keempat temannya itu hanya bisa memberikan support kepada Yohan, dengan membelikan makanan & vitamin yang cukup banyak untuknya karena mereka tahu Yohan kalau sudah terlalu fokus, sering lupa makan & kurang istirahat tapi dia tetap rajin mandi & berolahraga ditengah kesibukannya itu. 'Maklum wajah & tubuhnya itu adalah aset perusahaan jadi dia harus menjaganya dengan baik agar staminanya tetap fit & bugar, tentunya dengan menjaga pola makan yang sehat'.


Satu bulan pun tiba, ini juga sebagai tanda memasuki awal semester. Yohan & teman seganknya kini merupakan mahasiswa kedokteran tingkat 3, setahun lagi mereka lulus dan bisa memulih melanjutkan ke jenjang S2 'Paska Sarjana / Magister' kecil memilih profesi dokter yang diinginkan secara khusus. Ini juga awal diumumkan hasil tes seleksi menjadi 'Asdos'. dan ternyata kerja kerasnya menuai hasil yang baik, Yohan lolos terpilih menjadi 'Asdos' dengan peringkat pertama. Banyak orang seperti; Rektor, Dekan, Dosen pembimbing, para mahasiswa baik yang satu fakultas hingga yang berbeda fakultas pun memberi ucapan selamat pada Yohan bahkan Tania pun yang mendengar dari teman dekatnya, yang merupakan fans Yohan datang secara pribadi untuk mengucapkan selamat juga. Dion pada saat itu sedang tidak berada di kampus, dia sudah 3 hari yang lalu pulang ke Bali untuk menghadiri pernikahan teman SMA nya dulu.


Di 'Rooftop' tempat favorite Tania & Yohan.


"Wah..Thanks ya Tania, tapi sorry aku gak enak kalau terima gift dari kamu"ujarnya sungkan & malu. Sesaat Yohan melihat penampilan Tania, dia sangat cantik & imut sekali hari ini puji Yohan dalam hati dan tanpa sadar dia pun tersenyum sumringah.


Tiba-tiba saja jantung Tania pun berdegup kencang tanpa permisi 'deg..deg..deg..deg', dengan muka yang bersemu merah pula. Melihat perubahan warna pipi Tania yang memerah itu, spontan Yohan pun menyentuh pipi Tania untuk memeriksa kalau saja dia demam gara-gara terkena panas matahari.


"Kamu sakit ya Tan...pipimu merah banget lho, jangan-jangan kamu kepanasan ya?" ujarnya khawatir lalu segera menggandeng Tania untuk mengajak turun dari 'rooftop'. Saat Tania diam membeku ditempatnya sambil melihat kearah tangan mereka barulah Yohan sadar, dia segera melepaskan tangannya itu sebelum Tania keburu pingsan.


"Eehh...sorry Tan, Reflek ini tangan, kamu gak papa kan? apa 'phobia' mu bereaksi dengan sentuhanku barusan?"ujarnya ragu-ragu.

__ADS_1


"Hmm...entahlah, untuk tahu jawabannya aku harus melakukan tes kecil seperti skinship..apa kamu bersedia?"ujarnya ragu-ragu juga, takut kalau Yohan akan menolak atau justru saat Yohan setuju, dia pingsan. Namun Tania lebih penasaran ketimbang takut. Saat Yohan mengiyakan usulannya itu, secara perlahan-lahan Tania berusaha lebih mendekat kearah Yohan. Pertama, dengan tangan gemetar Tania memegang pipinya sesaat sambil menatap mata Yohan, kedua Tania mencoba menggenggam tangannya tepatnya hanya sebatas jemarinya saja lalu Yohan membuka telapak tangannya agar dia bisa menggenggamnya erat walau cuma sesaat, dan mereka juga tetap melakukan kontak mata yang intens tersebut. Lalu yang ketiga murni karena dorongan hati, Tania pun sedikit mendekat kemudian dia spontan mencium pipi Yohan sekilas, karena tindakan berani Tania tersebut memicu insting Yohan sebagai lelaki, dengan perlahan dia mengangkat kedua tangannya itu memegang kedua pipi Tania serta mengangkat dagunya sedikit lalu Yohan mendekatkan bibirnya perlahan-lahan, saat dia tidak menerima respon penolakan dari Tania, segera saja Yohan mencium bibir Tania mungil & merah itu dengan sangat lembut, spontan mengikuti insting juga Tania menutup matanya lalu tangan bergerak dikedua sisi lengan Yohan, sedangkan Yohan justru menaruh satu tangannya disekitar pinggang Tania & menariknya mendekat. Ini adalah momen 'First Kiss' mereka yang sesungguhnya. Walau hanya sebentar tapi hal tersebut sudah mampu mengobati rasa rindu yang mereka.


Setelah selesai berciuman, mereka pun saling berpelukan cukup lama, Yohan pun spontan mencium puncak kepala Tania lembut. Dia pun menghirup aroma wangi shampo dari rambutnya itu dan dia menyukainya, sedangkan Tania yang tingginya hanya sebatas bahu Yohan saat dipeluk erat tersebut, dia bisa mencium aroma tubuh Yohan yaitu aroma sabun bercampur dengan aroma citrus & mint yang menyegarkan.


"Tania..jika aku meminta maaf atas apa yang terjadi barusan, maka aku adalah cowok brengsek & aku sedang menipu diriku sendiri, karena aku sadar atas tindakan ku & aku sama sekali tidak menyesalinya, apa kamu marah?"ucapnya tulus & jujur sambil tetap menatap mata Tania lekat-lekat.


"Aku lega & bersyukur karena kejujuranmu Yohan, karena aku juga tidak ingin membohongi diriku sendiri. Dan sepertinya skinship tadi berhasil, aku rasa aku akan baik-baik saat didekatmu mulai sekarang"ujarnya gembira lalu tersenyum manis pada Yohan.


"Benarkah...syukurlah..aku turut senang mendengarnya, Tan"serunya girang lalu mengangkat tubuh Tania & memutarnya sesaat sambil tertawa bersama-sama.


"Yohan...itu tadi adalah 'First Kiss' lho" bisiknya ke telinga Yohan lalu dia pun balas berbisik ke telinga Tania dan berkata pelan,


"So do I" ujarnya lembut lalu mencium puncak hidung Tania yang mungil & mancung itu.


"Aku suka kamu" ujar mereka secara bersamaan, sepertinya hati mereka telah terkait sejak lama tanpa mereka sadari.


Ini satu lagi momen indah yang tak terlupakan bagi mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2