Brave Heart

Brave Heart
Dia Kawan/Lawan 'DKL'? 1


__ADS_3

Hari Minggu yang sangat cerah..saat keluarga Yohan beserta kak Brian hendak mulai sarapan pagi, terdengar bel pintu berbunyi, 'Ting..tong..', Virna pun segera berlari untuk membuka pintu depan. Tampak lah 5 orang cowok dengan 1 orang cewek berdiri di depan pintu sambil membawa sekeranjang buah-buahan. Virna ingat mereka adalah teman kampus kak Yohan, segera saja Virna membuka pintu tersebut lebar-lebar & mempersilakan mereka semua untuk masuk. Virna pun membawa mereka langsung menuju ruang makan untuk bertemu dengan ibu & kakaknya itu. Melihat teman-teman Yohan datang ibu lalu menyuruh mereka semua duduk & ikut sarapan bersama-sama. Yohan & Virna pun segera membantu ibu menambah peralatan makan serta hidangan untuk sarapan pagi. Mereka pun makan sambil bersenda-garau sesekali. Teman-teman cowok Yohan sangat menikmati hidangan ibu, bahkan mereka sampai memuji & makan sangat lahap, sehingga membuat ibu sangat gembira mendengarnya. Selesai makan ibu meminta Yohan & Brian untuk menemani tamu mereka di ruang tamu, tapi kak Brian bersikeras untuk membantu Virna mencuci semua peralatan memasak & peralatan makan yang kotor tersebut. Kak Brian & Yohan pun membujuk ibu untuk istirahat sejenak di kamarnya. Ibu bersikeras ingin menjamu tamu dahulu, lalu ibu membuatkan teh melati & memotong beberapa buah yang dibawa oleh mereka tadi. Setelah selesai menghidangkan irisan buah & teh di ruang tamu. Ibu pun pamit pada teman Yohan untuk kembali ke kamarnya. Akhirnya sembilan muda-mudi itu pun pindah ke beranda untuk menikmati pemandangan nan indah sambil duduk lesehan. Mereka pun bercanda tawa, lalu memainkan sebuah game dengan gembira bersama-sama.

__ADS_1


Sejak awal tiba di rumah Yohan tersebut dan bertemu ibu Yohan untuk kedua kalinya itu, Tania ingat pernah melihat foto keluarga yang sudah usang, dia melihat bahwa ibu Yohan kala masih muda sangatlah cantik, wajahnya tersebut diwarisi oleh Virna dan Yohan pun mewarisi ketampanan om Hans kala muda, hanya Tania merasa Yohan lebih tampan karena mewarisi gen ayah & ibunya itu. Tania juga menduga kalau ibu Yohan sedang sakit, melihat bagaimana Yohan & kak Brian begitu khawatir pada beliau agar tidak terlalu capek & banyak bergerak. 'Apakah om Hans tahu keadaan istrinya yang sedang sakit saat ini?' batin Tania, karena sibuk melamun & tidak fokus dengan permainan akhirnya Tania pun kalah, sehingga harus menerima hukuman. Dan yang berhak memberi hukuman adalah sang 'Raja' yaitu Yohan. Seketika itu juga Tania merasa was-was untuk menerima hukumannya tersebut.

__ADS_1


"Hambaku..aku perintahkan kamu, hibur aku dengan bernyanyi!"Titahnya tegas. Dan agar sportif Tania pun bernyanyi untuk Yohan. Dalam hati, Yohan merasa gembira & juga beruntung karena bisa mendengar suara merdu Tania bernyanyi untuknya. Kemudian Yohan pun memuji suara Tania tersebut. Lalu permainan pun berlanjut, sekali lagi Tania kalah lagi dan sang 'Raja' tetap lah Yohan.

__ADS_1


"Hambaku...jika kamu punya kakak laki-laki yang bersedih, lalu bagaimana cara kamu menghiburnya? Tunjukkan pada 'Raja' mu ini!" Titahnya tegas & lugas. Seketika Tania pun bingung, karena dia anak tunggal jadi tidak tahu perasaan punya kakak 'laki-laki' bahkan sampai harus menghiburnya. Dia pun berpikir sejenak, lalu Tania ingat bahwa Yohan ngambek saat terakhir video call semalam.

__ADS_1


"Oppa...oppa...kok sedih sih, kalau oppa sedih terus..Tania ikut sedih...oppa mau lihat Tania nangis ya?"ujarnya manja wajah imut seperti anak kecil. Melihat akting Tania yang jadi gadis imut nan manja barusan, membuat para penonton shock & diam seribu bahasa. Yohan pun tak kalah shock hampir terkena serangan jantung sangking bahagianya mendengar kata 'oppa' diucapkan berkali-kali oleh Tania dengan nada manja & wajah yang imut bak anak kecil. Yohan tiba-tiba seperti tersambar petir di siang bolong saat melihat Tania menjulurkan lidahnya lalu tertawa lepas di depannya. Tiba-tiba jantung Yohan berdegup sangat kencang 'deg..deg..deg..deg'. Virna & kelima temannya Yohan serta kak Brian pun melihat sorot mata Yohan yang berbinar-binar bak bintang saat fokus menatap sosok Tania. Hanya Tania sendiri yang tidak menyadari akan sorot mata Yohan kala melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2