Bukan Pengantin Pengganti

Bukan Pengantin Pengganti
Chapter 31


__ADS_3

Emir meremas undangan pernikahan yang tertulis nama lengkap Maheera dan Shaka. Pria ini tidak pernah menyangka jika Maheera akan menikah dengan Shaka padahal mereka baru beberapa hari putus hubungan.


Merasa terhina atas sikap Maheera, tapi Emir lupa jika sikap dirinya membuat Maheera merasa risih.


"Sialan!" Umpat Emir yang tidak terima. "Bisa-bisanya mereka mempermainkan aku. Awas saja kalian." Ucapnya penuh dendam.


Tapi, sebenarnya memang seperti ini. Bukan hanya Maheera, setiap kali Emir menjalin hubungan dengan wanita manapun, pria ini selalu mengaturnya mereka seperti itu.


Sementara itu, di tempat yang berbeda saat ini Maheera tengah mencoba gaun pengantin bersama Shaka dan bu Hesti. Di tatapnya pantulan diri di cermin, untuk beberapa saat Maheera termenung.


"Sekarang aku bukan pengantin pengganti kakakku, aku dan mas Shaka saling mencintai." Ucap Maheera dalam hati.


Tersadar dari lamunan saat bu Hesti memuji kecantikan Maheera.


"Kamu sangat cantik," puji bu Hesti. "Yuk buru lepas gaunnya sebelum Shaka melihat, nanti dia nggak bisa tidur lagi." Ucap bu Hesti setengah tertawa.


"Iya mah!" Jawab Maheera.


Di bantu seorang pelayan butik, Maheera melepas gaun pengantin yang akan ia kenakan besok malam. Sampai dengan hari ini, ia dan Shaka belum melakukan hubungan suami istri.


Maheera dan bu Hesti keluar, tentu saja hal ini membuat Shaka merasa bingung.


"Loh, kok nggak pake gaun. Kenapa?" Tanya Shaka yang merasa heran.


"Udah, kamu nggak usah lihat. Cukup mamah aja, biar jadi kejutan!" Jawab bu Hesti seketika membuat Shaka merasa kesal.


"Suka sekali seperti itu...!" Seru Shaka. "Yuk, makan siang!" Ajak Shaka.


Mereka pun bergegas pergi dari butik menuju restoran yang biasa Shaka dan Maheera makan siang. Menikmati makan siang sambil bercanda, nyatanya sekarang Maheera bisa lebih dekat dengan mertuanya yang ternyata suka sekali bercanda.


Tapi, tiba-tiba saja Shaka di kejutkan dengan kehadiran Emir yang langsung memukul diri sampai terjatuh ke lantai.


"Mas...!" Jerit Maheera yang langsung menghampiri suaminya.

__ADS_1


"Aku pikir kau adalah teman baik, tapinya perebut pacar orang." Ucap Emir dengan nada tinggi sampai membuat semua orang menoleh ke arah mereka.


"Siapa yang kau sebut perebut?" Tanya Maheera yang tidak terima. "Sebelum aku menikah dengan mas Shaka, kita sudah putus." Ucapnya menegaskan.


"Kau memutuskan hubungan kita hanya karena kau ingin menikah dengan bajingan ini, iyakan?" Tuduh Emir yang masih belum menyadari kesalahannya.


"Kita putus sebab kamu terlalu mengatur hidup. Baru pacaran seminggu udah sok ngatur mengalahi tahanan." Ucap Maheera yang geram pada sikap Emir.


"Emir, asal kau tahu sebenarnya aku dan Maheera pernah menikah tiga tahun yang lalu. Kami bercerai karena ada kesalahpahaman dan sekarang kami rujuk. Apa salahnya hah?" Ujar Shaka memberitahu Emir sampai membuat pria itu terkejut.


"K-kalian pernah menikah?" Tanya Emir yang tidak percaya.


"Iya. kenapa?" Maheera bertanya balik.


"Awalnya kupikir saat aku menjalin hubungan denganmu bisa membuat aku melupakan mas Shaka. Tapi, setelah aku tahu sifat aslimu, aku mendadak risih." Ucap Maheera kemudian wanita ini mengajak Shaka dan bu Hesti pergi dari sana.


Berdiri seperti orang bodoh, entah kenapa Emir merasa sangat di bohongi oleh Maheera dan Shaka.


Aaaaargh..... "sialan!" Umpatnya kesal. "Apa yang harus aku katakan pada papah dan mamah jika aku gagal lagi mencari calon istri?"


Tanpa memiliki rasa malu dan bersalah, Emir pergi dari sana.


Di rumah, Maheera merasa kesal sekali pada Emir bahkan ia tidak mau lagi bertemu dengan pria itu. Pria yang awalnya ia anggap sebagai laki-laki yang suka bercanda dan selalu membuat ia tertawa nyatanya sekarang Maheera sangat membencinya.


"Kamu itu loh mas, kok nggak bilang sama aku kalau sifat Emir seperti itu?"


"Kalau mas bilang sama kamu dan melarang kamu dekat dengan dia, apa kamu akan percaya?" Tanya Shaka membuat Maheera terdiam. "Yang ada kamu beranggapan jika mas melarang kamu dekat dengan laki-laki lain. Mas tidak seegois itu." Ucap Shaka.


"Seumur-umur, baru ini aku temui laki-laki seperti dia." Kata Maheera yang menyesal.


"Udahlah, nggak usah bahas dia. Pergi mandi sana, buruan!"


Maheera mendengus kesal, wanita ini puna bergegas pergi ke kamar mandi untuk sekedar meredam emosi.

__ADS_1


Singkat cerita, acara pesta pernikahan akhir tiba, Maheera tampil sangat cantik sekali malam ini begitu pula dengan Shaka yang terlihat sangat tampan.


Maheera sangat grogi, karena ini yang pertama kali begitu piala dengan Shaka. Persiapan yang sangat singkat, membuat mereka tidak banyak mengundang orang.


"Kalau seperti ini, itu artinya kita udah sah dalam segala hal, iya nggak sih?" Bisik Shaka.


"Biar semua orang tahu kalau kita sudah menikah?" Jawab Maheera.


"Besok, mas punya hadiah untuk kamu." Ujar Shaka memberitahu.


"Apa?" Tanya Maheera yang penasaran.


"Adalah, intinya di sanalah kita akan memulai semua kehidupan cinta kita." Jawab Shaka.


Semakin penasaran Maheera, kejutan seperti apa yang akan di berikan oleh Shaka pada dirinya.


Sedangkan Emir, pria ini tidak menghadiri acara pesta pernikahan Shaka dan Maheera, pria ini justru pergi ke salah satu clubs malam untuk mencari wanita yang pengganti Maheera.


Meskipun tidak banyak tamu yang datang, tapi acara pesta pernikahan cukup meriah. Terpantau jelas jika bu Hesti dan pak Angga menikmati acara malam ini. Begitu juga dengan Maheera yang sangat jelas terlihat oleh Shaka jika ia melepas semua beban di dalam dada berjoget bersama kedua mertuanya.


"Belum tunai janjiku untuk membahagiakan dirimu, Maheera. Mas tahu hatimu masih begitu sakit jika mengingat masa lalu, tapi mulai sekarang sebisa mungkin mas akan buat kamu bisa melupakan kepedihan di masa lalu secara perlahan." Ucap Shaka dalam hati.


"Entah salah atau benar langkah yang aku ambil untuk menikah lagi dengan mas Shaka. Tapi, hatiku begitu keras memaksa diriku untuk menerima mas Shaka. Aku ikuti pengaturanmu, Tuhan. Sebab aku yakin jika rencanamu lebih indah dari pada rencanaku." Ucap Maheera dalam hati.


Sesekali ia melirik ke arah Shaka,wajah laki-laki yang sempat membuat ia trauma untuk mengenal pria lain nyatanya sekarang justru kembali lagi bersama Shaka.


"Haduh, sudah. Mamah lelah!" Ucap bu Hesti dengan nafas ngos-ngosan.


"Udahlah mah, nggak usah joget lagi. Nanti sakit pinggang lagi." Ujar Shaka.


"Kamu, kenapa kamu nggak ikut joget mas? padahal lagunya sangat asyik." Ujar Maheera.


"Sengaja menyimpan tenaga untuk perang yang sesungguhnya!" Jawab Shaka lalu pria ini tersenyum lebar penuh arti.

__ADS_1


__ADS_2